TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 31


__ADS_3

Ku alihkan pandangan ku ke sekeliling, hutan ini tampak seperti hutan biasa yang sering kami jadikan untuk tempat berburu. Kami sudah hampir dua jam dalam perjalanan, mungkin kami sudah berada di tengah hutan.


"Sejak tadi, aku tidak melihat hewan apapun." Ucap pangeran Cristaldy melihat sekeliling.


"Ya, akupun tidak melihat mereka sama sekali." Jawab pangeran Felis.


Kami semua kebingungan dengan apa yang terjadi. Kami menunggangi kuda selama berjam-jam tapi tidak menemukan apapun.


"Lihat, ada gua di sebelah sana.." ucap putri Esmeralda.


Kemudian kami beranjak pergi ke arah gua itu. Kami turun dari kuda untuk memeriksa apa yang ada di dalam gua itu. Ku ikatkan kuda ku di pohon kecil yang berada di sisi kanan gua itu begitupun yang lain.


Ku arahkan pandangan ku sekeliling, itu sangat sepi hanya terdapat pohon-pohon besar. Aku tidak mendengar ataupun melihat team lain berada di hutan ini, mungkin mereka berada di hutan bagian lain.


Ku arahkan kembali pandangan ku ke dalam gua. Di atas gua itu memiliki celah-celah kristal yang sangat tajam, jika terjadi goyangan sedikit saja mungkin itu akan langsung menusuk siapapun yang berada di dalam gua itu. Ih mengerikan.


Kami memasuki gua ini lebih dalam, kami melihat tulang hewan bertumpukan di tanah yang kami lewati. Gua ini tidak terlihat terlalu besar tapi cukup untuk membuat tiga ekor gajah dewasa masuk ke dalam gua ini.


"Hanya tulang-tulang hewan yang berserakan di tanah, tapi binatang apa yang memakan semua ini?" Ungkap Gazelle seraya melihat sekeliling gua itu.


"Bukan kah itu sangat serakah, bahkan aku melihat tulang serigala di depan pintu gua tadi." Ungkap Esmeralda.


"Mungkin binatang buas." Ungkapku melihat ke arah mereka.


Semakin kami memasuki gua itu, semakin kami sulit melihat karena gua ini tidak memiliki pencahayaan yang cukup.


Tiba-tiba terdengar suara Hazel berbicara.


"Jangan masuk, segera keluarlah... Aku merasakan sihir yang cukup kuat di dalam gua.. Aku juga melihat ada makhluk yang sangat ganas berada di gua ini." Ungkapnya lemah. Ia berada di tas yang di bawa oleh Neftaza.


"Bahkan kalian kehilangan kuda kalian." Ungkapnya lagi, aku dan Neftaza terkejut.


Kemudian aku dan Neftaza berlari keluar untuk memeriksa kuda kami. Yang lain hanya kebingungan melihat kami berlari.


"Cepat lari...!" Teriak Angela ke pada mereka. Mereka semua hanya mengikuti kami tanpa bertanya.


Kami berlari menuju pintu gua dan mendapatkan bahwa kuda kami sudah mati di makan binatang buas. Binatang? Itu bukan seperti binatang. Apa mereka di makan oleh makhluk yang di bicarakan oleh Zu? Astaga, mereka semua mati, hanya tersisa tulang dan darah.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Mereka semua terkejut setelah melihat kuda-kuda kami hanya tersisa tulang dan darah.


"Jangan bertanya, kita harus meninggalkan tempat ini..!" Ungkapku melihat ke arah mereka.


Kami berjalan tergesa-gesa ke arah barat hutan. Aku hanya berpikir lebih baik kita pergi meninggalkan tempat ini sebelum bertemu dengan makhluk itu.


Kami berjalan terus menerus, sampai kami berhenti di depan sebuah air terjun. Kemudian aku mendengar Hazel berbicara.


"Di dalam air terjun itu ada sebuah gua, kalian pergilah ke sana. Itu adalah tempat yang cukup aman untuk kalian bertahan sekarang." Aku dan Nefta melihat ke arah jalan yang mudah untuk kami lewati menuju gua.


"Lewat situ..!" Teriak Neftaza.


Kami bergegas menuju gua. Gua itu tertutup dengan air terjun yang mengalir, sehingga tidak ada siapapun yang tau jika di air terjun itu terdapat sebuah gua.


Yang lain hanya mengikuti kami tanpa bertanya. Kami bersusah payah memasuki gua itu karena batu yang menandai tempat pijakan kami sangat licin karena terdapat lumut-lumut hijau yang tumbuh di batu itu.


Esmeralda hampir terjatuh karena tergelincir di bebatuan yang menjadi pijakannya.


"Hati-hati.." Ungkap ku kepadanya.


"Istirahat lah dulu.." Ungkap ku melihat nafas mereka tidak teratur begitupun kami.


Aku memastikan keadaan di luar air terjun itu aku melihat segerombolan makhluk-makhluk yang menjijikkan. Ku arahkan pandangan ku ke dalam gua.


"Husth.." jari telunjuk ku letakkan di bibirku agar mereka mengerti bahwa aku menyuruh mereka untuk terdiam.


Kemudian Neftaza menghampiri ku begitupun yang lain.


"Lihatlah...!" Mereka terkejut ketika melihat makhluk aneh sedang mengendus-ngendus tempat kami berdiri tadi.


Kami bisa melihat samar-samar melalui air terjun ini. Walau tidak begitu jelas kami bisa melihat bahwa makhluk itu sangat menjijikkan. Badan mereka di penuhi dengan darah yang mengalir, mungkin itu adalah darah kuda kami. Kuku-kuku yang sangat tajam, dengan air liur yang jatuh dari mulutnya seperti seekor anj**ng, badannya sendiri seperti seekor monyet besar dengan kepala yang menyerupai serigala dan memiliki ekor seperti serigala.


Makhluk-makhluk itu pergi meninggalkan tempat itu ke arah hutan. Memungkinkan jika mereka kembali ke tempat itu. Kami harus hati-hati.


"Itulah, alasan kami menyuruh kalian untuk berlari.." ungkapku ke arah mereka.


Wajah mereka sangat ketakutan melihat makhluk menyeramkan tadi.

__ADS_1


"Makhluk apa itu? Sangat menyeramkan." Ungkap Gazelle merinding.


"Apa kalian tidak mengetahui kenapa kita harus berburu tanpa kesatria pribadi kita?" Mereka hanya menggeleng kan kepala.


"Karena, kaisar akan membunuh kita semua." Sambung Neftaza.


"Maksud kalian?" tanya pangeran Felis seraya melihat ke arah kami dengan raut wajah yang tidak mengerti.


"Keluarga kaisar takut jika kita para pangeran dan putri dari kerajaan besar akan memberontak kepada mereka." Tukas pangeran Hasper.


"Itu alasan kenapa kita berada di sini." Ungkap pangeran Casper.


"Aku masih tidak mengerti alasan mereka membunuh kita semua?" Ucap pangeran Cristaldy menatap ke arahku.


"Bukankah kalian pernah mendengar jika kaisar terdahulu bersekutu dengan iblis untuk menghancurkan kerajaan yang memberontak kepadanya?" Ungkapku.


"Ya kami pernah mendengar nya."


"Dan kita adalah salah satu kerajaan yang memberontak itu bukan?" tukas Neftaza menatap mereka semua.


"Sekarang kami mengerti." Jawab mereka semua mengangguk.


"Jadi yang kita butuhkan sekarang adalah bertahan untuk hidup." Ungkap pangeran Hasper.


Kami semua hanya terdiam duduk di dinding gua, aku melihat raut wajah mereka yang sedikit takut dengan apa yang akan terjadi ke depannya.


"Jangan khawatir, kita semua akan selamat, kita masih bisa berlindung di gua ini sampai besok." Ungkapku menyemangati mereka.


"Santai saja seperti di pantai.." Canda Neftaza membuat mereka terheran. Ini bukan waktu yang tepat untuk bersantai, terlihat jelas di wajah mereka.


"Haha,,, kita akan selamat, jadi kalian juga harus bersemangat.. Kita akan melawan mereka bersama dan keluar dari hutan ini." ungkap Neftaza lagi, itu berhasil membuat mereka sedikit tenang.


Ya cukup untuk malam ini, kami akan tertidur di gua ini.


Jangan lupa like, vote dan komen yah...


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2