TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 109


__ADS_3

"Sepertinya mereka baru saja datang..." Ungkap Casper lagi.


"Mereka adalah seseorang yang memiliki sihir hitam... Tertulis di keterangan kekuatan." Ungkapnya lagi.


"Sihir hitam? Kegelapan?"


"Untuk apa mereka mencari bunga itu?" Ungkap Neftaza yang terlihat mengerut kan dahi nya.


"Apa kau bodoh? Bunga mawar api hitam memiliki inti sihir yang sangat kuat untuk menghancurkan segala jenis sihir apapun, bahkan bisa membuat seseorang yang memilikinya memiliki kekuatan yang dapat menghancurkan lawan nya dengan mudah." Ungkap Hazel serius.


"Maksud mu, sihir dari bunga itu membuat siapapun menjadi kebal terhadap sihir apapun?"


"Benar..." Ungkap Hazel mengangguk.


"Kenapa aku berpikir jika itu adalah kaisar?" Mereka berempat menatap ku dengan rasa curiga.


"Bukan hanya kau Ela, kami pun berpikiran hal yang sama seperti mu..." Ungkap Casper yang menatap ku serius.


"Jika itu benar-benar kaisar atau sekutunya berarti mereka mengetahui adanya bunga mawar api hitam, dan dunia bakal hancur kalau mereka berhasil menemukan bunga itu..." Ungkap Neftaza yang membuat kami semua semakin khawatir.


"Tapi tenang, jika yang kita prediksi benar kalau bunga mawar itu mekar pada musim dingin, maka kita masih punya beberapa bulan lagi untuk menunggunya..." Ungkap ku meyakinkan mereka.


"Jangan terlalu khawatir, kemenangan selalu ada untuk kita." Ungkap Hasper yakin.


Kami semua mengangguk mendengar perkataan Hasper yang terdengar sangat meyakin kan.


_________


Ku langkah kan kaki ku mengikuti Hasper yang berjalan terlebih dahulu ke arah sebuah jalan setapak yang menuju ke suatu tempat di dataran tinggi.


Sesekali aku menoleh ke belakang menatap Neftaza yang sedang berbicara kepada Hazel yang terbang di depan nya.


Ku arahkan pandangan mata ku ke arah kiri ku, tampak Casper sedang memandangi sesuatu di sebelah selatan tubuh nya. Raut wajah nya tampak serius memandangi sebuah semak-semak yang semakin lama semakin terdengar berisik seperti ada sesuatu yang bersembunyi di sana.


"Cepat sembunyi..." Ungkap Casper yang mengejutkan ku.


"Ada apa?" Ungkap Neftaza yang kebingungan.


Hasper hanya menoleh ke arah kami tanpa bertanya.


"Harimau..." Ungkap Casper yang menoleh ke arah ku.


Dengan langkah cepat, kami berempat bersembunyi dengan tubuh tiarap di belakang sebuah rerumputan yang cukup tinggi di samping kanan ku.

__ADS_1


Tampak sesosok makhluk yang tak terlalu besar keluar dari semak-semak yang di tunjuk Casper. Hewan tersebut berbulu panjang dan berwarna merah, memiliki telinga yang runcing panjang seperti telinga seekor rubah merah.


"Yang benar saja..." Ungkap Neftaza yang menahan ketawa melihat hewan apa yang keluar dari semak-semak tersebut.


"Pufffthhh.... Itu hanya rubah merah Gege..." Aku tak tahan lagi untuk tidak tertawa, sehingga aku tertawa begitupun mereka bertiga kecuali Casper yang tersenyum malu.


"Aku hanya salah lihat..." Ungkap Casper yang mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"Apa kau lapar?" Ungkap Hasper yang berbicara kepada Casper.


Casper hanya menggelengkan kepalanya.


Kami berempat kembali beranjak berdiri seraya menepuk-nepuk tubuh kami yang terlihat kotor karena terkena tanah.


Kami melanjutkan perjalanan seraya fokus menatap sekitar untuk memastikan tidak ada siapapun yang mengawasi kami.


Kuda? Aku sangat menginginkan kuda, kami tidak bisa mengambilnya di tempat terakhir kami meninggalkan nya karena tempat itu sangat jauh dari tempat dimana kami berada saat ini.


Cukup lama kami berjalan tampak lah sebuah pemandangan yang sangat bagus berada di hadapan kami, ini seperti berada di ujung dunia.


Kami berada di dataran tinggi yang sangat luas menatap laut di ketinggian seperti ini membuat kami seperti sedang bertamasya.



Rerumputan yang penuh dengan bunga berwarna putih, sangat cocok untuk di jadikan tempat bertamasya.


Sesekali aku menatap Neftaza dan Casper yang berlarian menangkap Hazel yang jahil kepada mereka berdua, di lain sisi aku melihat Hasper yang sedang duduk di alas dengan di tengah-tengahnya terdapat makanan ringan yang sangat banyak.


Aku mengarah kan kamera ku memotret kegiatan Hasper yang sangat menawan, aku akan menyimpannya.


"Kenangan ini tidak hilang bukan? Aku akan selalu mengingat nya apapun yang terjadi..."


Kembali ku arahkan kamera ku memotret Neftaza, Casper dan Hazel yang masih belum berhenti berlarian.


"Mereka seperti anak kecil..."


Aku menyimpan kamera ku kembali. Aku beranjak berdiri menghampiri Hasper yang sedang memakan sebuah apel dengan pandangan mata nya menatap lautan.


"Aku menyukai tempat ini..." Ungkap nya yang tiba-tiba menatap ku.


"Benarkah?" Ungkap ku seraya duduk di dekat nya. Aku mengambil satu buah anggur dan memakannya.


"Dalam sedetik aku bisa menikmati nya, namun sedetik kemudian aku memikirkan kenapa aku berada di sini sekarang." Ungkap nya yang terlihat sendu seraya meletakkan apelnya di atas ranjang buah.

__ADS_1


"Bukan kah sekarang kita masih punya banyak waktu untuk menikmatinya? Mari lupakan permasalahan itu sejenak..." Ungkap ku seraya memegang tangan nya.


"Baiklah..." Ungkap nya tersenyum kepada ku sembari memegang tangan ku dengan tangan sebelahnya.


Terdengar suara Neftaza berada di belakang ku.


"Wah ada apa ini? Kalian terlihat seperti pasangan..." Ungkap Neftaza yang langsung duduk di samping ku mengambil sebuah minuman.


"Bukankah kami memang pasangan?" Ungkap ku menggoda nya.


"Haha terserah mu El..." Ungkapnya berbaring di samping ku.


"Dimana Hazel?" Ungkap ku menatap sekitar namun tidak melihatnya.


"Dia pergi ke arah sana dengan Gege Casper..." Tunjukkan ke arah kanan kami.


"Ngapain?"


"Gak tau gue..." Ungkap nya seraya memejamkan mata.


Ku tatap Hasper yang beranjak berdiri berjalan ke arah tebing yang tak jauh dari tempat ku duduk tadi, tampak ia menatap ke bawah tebing dengan serius.


"Sepertinya dia menemukan sesuatu..." Ungkap ku membuat Neftaza terbangun.


"Gue kepo..." Ungkapnya beranjak berdiri menghampiri Hasper yang turun dengan hati-hati ke bawah tebing.


Sesekali aku memandangi ke arah hutan untuk memastikan Casper dan Hazel terlihat di sana. Namun aku tak melihatnya sama sekali.


Aku beranjak berdiri berjalan menghampiri Hasper dan Neftaza yang turun di bawah tebing, ingin kemana mereka sebenarnya?


Dengan perlahan aku turun mengikuti jejak mereka berdua, sebelum itu aku menyimpan semua yang kamu keluarkan untuk mencegah orang lain menemukannya.


Sebelum tubuh ku hilang dari pandangan atas, aku melihat Casper berlari ke arah ku dengan cepat. Aku mengeluarkan teropong ku untuk melihat apa yang terjadi dengan nya.


Seharusnya ia bersenang-senang bukan? Tapi raut wajahnya seperti sedang ketakutan. Dengan teliti aku melihat sesuatu yang mengejar nya tak jauh di belakangnya.


Aku sangat terkejut melihat apa yang mengejar Casper sehingga ia berlari sekuat tenaga untuk menghindar.


_


_


_

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤❤❤


__ADS_2