TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 55


__ADS_3

Ku langkahkan kakiku kembali masuk ke ruangan utama. Ku arahkan pandangan mataku ke sekitar, aku tidak menemukan Hasper maupun Casper di sini. Kemana mereka?


Menoleh aku berbalik berjalan menuju ke meja tempat aku menemukan buku tadi. Aku duduk di kursi seraya membuka halaman pertama, seperti buku-buku yang pernah ku baca sebelumnya. Kembali ku buka halaman selanjutnya, pada kalimat pertama yang ku baca adalah asal mula dunia. Bahkan kisah pemberontakan kepada kaisar tertulis di buku ini.


Aku menemukan satu hal yang membuatku bingung, di halaman selanjutnya tertulis bahwa suatu saat nanti akan ada peperangan besar di dunia ini. Yang pertama ku pikirkan adalah semua yang kami lakukan sudah menjadi takdir di dalam buku ini.


Kembali ku balikan halaman dan membacanya...


"Cara memusnahkan sihir hitam?"


Aku menemukannya, tertulis bahwa bunga mawar api hitam memiliki sihir yang sangat luar biasa, dapat menghancurkan sihir hitam maupun bangsa iblis. Kekuatan sihirnya tidak terkalahkan dengan sihir apapun. Namun keberadaan nya tidak di temukan sama sekali dalam ratusan ribu tahun, hanya satu yang tertulis di buku ini. Bunga mawar api hitam terletak di salah satu tempat terlarang bernama "****Rivendell****".


"Rivendell? Tempat terlarang? Mungkin karena tempat itu memiliki bunga mawar api hitam yang hanya tumbuh di sana maka untuk mendapatkan nya manusia harus mempertaruhkan nyawanya..."


"Huh... membahayakan sekali. Tapi bunga mawar api hitam itu bisa menghancurkan sihir hitam dan bangsa iblis? Bukankah ini yang kami cari untuk melawan kaisar? Huh... Memang sangat kebetulan."


"Apa yang kau temukan El?" Aku menggerakkan kepalaku menoleh ke arah suara itu.


"Bacalah..." Ungkapku menutup buku seraya beranjak berdiri memberikan buku itu kepada Neftaza.


Selang beberapa menit...


"Wah, bunga mawar api hitam? Inikan yang kita perlukan? Tapi dimana Rivendell itu berada? Bahkan aku baru tau ada tempat seperti itu?" Ungkapnya berpikir.


"Apa yang kalian temukan?" Seru Hasper berjalan menghampiri kami dengan Casper berjalan di belakangnya.


"Ah, kami menemukan buku ini Gege..." Ungkap Neftaza seraya memberikan buku itu kepada Hasper.


Hasper menerimanya dan langsung membuka buku itu.


"Rivendell? Itu adalah tempat yang sangat jauh dan berbahaya..." Ungkapnya sedikit khawatir.


"Aku pernah mendengar dari ayah bahwa Rivendell adalah tempat terlarang untuk manusia seperti kita, bahkan terdengar dari rumor bahwa jika manusia masuk ke dalamnya mereka tak akan pernah kembali dalam keadaan hidup maupun mati, maka dari itu Rivendell di katakan tempat terlarang." Tukas Casper dengan raut wajah seriusnya.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan? Bukankah itu satu-satunya cara untuk menghancurkan kaisar?"


"Benar yang di katakan Ela, Gege... Itu adalah satu-satunya cara untuk menghancurkan kaisar kejam itu, jika kita tidak bisa menghancurkan nya maka dunia ini terancam mengalami perang besar bahkan itu tertulis di buku itu" Ucap Neftaza serius.


"Maka dari itu kita harus mencari bunga mawar api hitam untuk menghancurkan sihir hitam dan bangsa iblis yang di kuasai kaisar sebelum kita mengalami peperangan..."

__ADS_1


Hasper dan Casper saling pandang tertekan dengan ucapan kami kemudian mereka mengangguk.


"Baiklah,,, kita akan pergi mencari bunga mawar api hitam itu... Apapun yang terjadi kita harus saling melindungi ok." Ucap Hasper tersenyum semangatnya menatap ke arah kami begitupun Casper.


"Sebelum itu, kita harus menyelesaikan masalah mereka yang menyamar sebagai kita..." Ucap Casper tegas.


"Ok lah..." Ungkapku senang.


--------------


Pandangan mataku teralihkan oleh suara pintu yang terbuka. Aku terkesiap berdiri menunggu siapa yang akan muncul, apakah pemilik tempat ini?


Pintu terbuka memperlihatkan sesosok manusia yang tak asing bagi ku, aku berlari menghampiri nya dan memeluknya...


"Ayah..." Teriakku seraya tersenyum memeluk nya.


"Putriku..." Ucapnya seraya memeluk erat tubuhku.


Aku melepaskan pelukannya, dan melihat ayahku yang sedang menetes kan air mata kebahagiaan melihatku berdiri di hadapannya.


"Bagaimana kabarmu sayang? Ayah sangat merindukan kalian..." Ungkapnya masih menangis.


"Huh,,, ayah sangat merindukan kalian..." Ucapnya masih haru.


"Kami pun ...." Jawab Hasper, Casper dan Neftaza yang berlari menghampiri kami dan memeluk ayah.


Kami melepas rasa rindu untuk beberapa saat. Kami berlima duduk di kursi ruangan dan menceritakan semua apa yang terjadi kepada kami, selama kami berada di kekaisaran.


"Syukurlah kalian baik-baik saja..." Ungkapnya tersenyum lega.


"Bagaimana ayah tahu kami berada di sini?"


"Ayah melihat kalian dari balik CCTV yang terpasang di belakang istana, waktu itu ayah dan kesatria mendengar bahwa ada penyusup di bagian belakang istana maka saat itulah ayah tahu jika itu adalah kalian..." Ungkapnya merasa bersyukur.


"Tapi..."


"Ayah dan para kesatria mengetahui bahwa mereka bukanlah kalian... Tapi ayah dan para kesatria tetap berpura-pura untuk menyembunyikannya dan berharap kalian baik-baik saja..." Ungkap ayah menjelaskan.


"Wah,,, ayah hebat...." Tukas Neftaza yang tersenyum lebar.

__ADS_1


"Maka dari itu sikap ayah akhir-akhir ini berubah?" Ungkap Casper seraya menatap serius ke arah ayah.


"Hahaha... Ayah marah, namun ayah harus menahan untuk tidak membunuh mereka, di lain itu ayah bahkan tidak mendapat kabar dari kalian... Maka dari itu para pelayan menjadi santapan hangat ayah..." Ungkapnya santai seraya meminum tehnya.


"Hah?" Kami berempat hanya melihatnya seperti ABG tua saja.


"Sekarang, apa yang terjadi kepada mereka ayah?"


"Tenang saja, mereka sudah di urus oleh para kesatria ayah..." Ungkapnya tersenyum.


"Ayah... Kami akan pergi lagi untuk waktu yang lama.." Ungkap ku menatap sendu ke arahnya begitupun yang lain.


"Tidak..." Ungkapnya seraya berdiri.


"Ayah tidak akan membiarkan kalian pergi lagi..." Ungkapnya marah.


"Ayah dengarkan kami dulu..." Ungkap Hasper membujuk ayah untuk kembali duduk.


Suasana sudah lumayan membaik, dan Hasper mulai menceritakan apa yang akan terjadi jika kami tidak menemukan bunga mawar api hitam itu.


"Kesatria ayah bisa mencarinya..." Ungkapnya masih marah.


"Ayah,,, itu adalah tugas kami untuk mencarinya..." Ungkapku meyakinkannya.


"Tapi, kalian masih kecil sayang... Ayah tidak ingin kalian pergi..."


"Aku mohon ayah, izinkan kami pergi... Bukankah Gege Hasper dan Gege Casper sangat kuat untuk menjaga kami? Maka dari itu izinkan kami pergi." Ungkap Neftaza membujuk dengan mata sendunya.


"Tapi..." Ungkap ayah terhenti dengan raut wajah sedih. Dengan berat hati ia mengizinkan kami dengan satu syarat kami harus kembali hidup-hidup.


"Terimakasih ayah..." Ungkap kami tersenyum menatapnya.


Sebenarnya kami harus di dampingi oleh para kesatria, tapi jika mereka ikut akan sangat membahayakan, bukan kami tidak percaya dengan mereka namun kami lebih suka melakukannya sendiri. Dengan bersusah payah kami mencari alasan, akhirnya ayah mengizinkan kami dengan lapang dada.


"Memang ayah yang terbaik.." Ungkapku seraya memeluk erat tubuhnya.


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2