
"Apa kalian tertipu putri? Akting ku sangat bagus bukan?" Ungkap Ribery tersenyum devil.
Aku dan Neftaza hanya saling pandang bingung ingin mengatakan apa.
Ku tatap Hasper dan Casper yang berjalan di kursi dekat Ribery duduk.
"Dia hanya berpura-pura menjadi bencong seperti ucapan kalian tadi..." Ungkap Hasper yang menatap tajam ke arah ku dan Neftaza bergantian.
Aku dan Neftaza hanya tersenyum canggung mendengar perkataan Hasper yang menohok hati kami.
"Itu hanya untuk samaran..." Ungkap Casper menatap kami berdua.
"Maafkan kami..."
"Tidak masalah putri, itu membuatku senang bahwa aku berhasil membuat kalian tertipu..." Ungkap Ribery yang tersenyum.
Aku hanya mengangguk dan duduk di kursi samping Casper yang sedikit jauh dari Hasper dan Ribery.
Tiba-tiba Ribery berdiri dengan sedikit membungkukkan tubuh nya.
"Perkenalkan, nama ku adalah Robert Pattinson putra dari menteri pertahanan kerajaan Rosewaltz, Duke Amore Pattinson."
Duke Amore Pattinson? Aku pernah mendengar nama itu, namun aku belum pernah berbicara atau pun bertemu dengannya.
"Senang berkenalan dengan mu tuan Robert..."
"Aku tidak perlu memperkenalkan diri, kau pasti sudah mengetahui nya bukan? Tuan Robert?" Ungkap Neftaza yang tersenyum.
Tampak Robert hanya tersenyum dan kembali duduk di kursinya.
Neftaza beranjak berjalan ke arah kursi yang ada di dekat ku.
Suasana di kamar ini tiba-tiba menjadi sangat serius.
"Bagaimana keadaan istana setelah kepergian kami?" Ungkap Hasper yang menatap Robert lekat.
"Tidak terlalu merugikan dan tidak terlalu menguntungkan..." Ungkap nya yang membuat ku menyipitkan mata.
"Apa maksud nya?"
"Saat aku mengetahui dari ayah ku jika yang kembali dari kekaisaran bukan kalian, aku cukup khawatir... Namun aku percaya kalian baik-baik saja, dan semua itu terbayar sekarang." Ungkap nya tersenyum tulus ke arah kami.
"Dan karena ayah ku mengetahui itu semua, dia memiliki suatu rencana untuk mengusir roh jahat yang menjelma sebagai kalian, namun kesempatan itu baru bisa terjadi ketika putri Daffania Alfonsa meninggal..." Ungkap nya lagi.
"Bagaimana Duke Amore Pattinson mengetahui jika itu bukan kami?" Ungkap Neftaza bingung.
__ADS_1
"Ayah ku adalah keturunan penyihir..." Ungkap nya.
"Seriously? Maksud ku kau tidak berbohong kan?" Ungkap ku terkejut.
Dia menggelengkan kepalanya.
"Gege, apa kalian mengetahui ini semua?" Ungkap Neftaza menatap Hasper dan Casper.
"Kami baru mengetahui kebenaran nya sekarang, namun kami tidak terkejut karena dulu kami pernah melihat ia mengeluarkan sihir berwarna kuning untuk menyembuhkan luka tangannya yang terkena sayatan pedang." Ungkap Casper menjelaskan.
"Benarkah? Lalu kenapa kalian tidak bertanya kepada ku?" Ungkap Robert yang juga merasa tak percaya.
"Kami hanya berpikir jika kami salah melihat.." Ungkap Casper.
"Ternyata penyihir itu memang ada, maksudku manusia yang punya sihir... Kalau bangsa Elf mah wajar kalau punya sihir..." Ungkap Neftaza lagi.
"Apa kau mengetahui keberadaan penyihir yang lain?"
"Tidak, aku hanya mengetahui jika keluarga kami yang tersisa..." Ungkap nya mengingat.
"Karena kau keturunan penyihir, berhati-hati lah... Nyawa mu sungguh terancam sekarang..." Ucap ku pelan.
"Tunggu, tempat ini aman bukan?" Ungkap Neftaza menatap sekitar dengan sedikit cemas.
"Tenang lah, aku sudah membuat pelindung..." Ungkap Robert santai.
Nasib lah nasib...
___________
Mendengarkan mereka berbicara selama berjam-jam membuat tubuh ku sangat kelelahan, Robert sudah pergi meninggalkan kamar ini sekitar lima menit yang lalu.
Ku langkah kan kaki ku beranjak berdiri ke arah tempat tidur, ku baringkan tubuh ku untuk mencari posisi yang nyaman.
"Lo mau ngapain?" Terdengar suara Neftaza yang sangat keras di dekat ku.
"Gue mau tidur, gak usah berisik..." Ungkap ku mengabaikan nya.
Ku pejamkan mata ku perlahan dengan memeluk bantal guling yang berbau harum bunga mawar, sangat rileks. Dengan cepat aku kehilangan kesadaran ku dan menikmati mimpi yang akan menghampiri ku.
"Apa kau mencintaiku? Aku sangat mencintaimu...!!!!" Ungkap ku menangis kepada seorang laki-laki yang berada di hadapan ku.
Laki-laki itu hanya terdiam menatap ku. Dengan segera ku gerakkan tubuh ku untuk mendekatinya. Aku menciumnya, namun laki-laki itu hanya terdiam tak bergerak.
Aku melepaskannya dan kembali menangis terisak, tak lama kemudian aku melihat seorang wanita menghampiri kami berdua.
__ADS_1
Perempuan itu langsung mencium laki-laki itu dan mendapatkan balasan, aku sangat kecewa. Hati ku terlalu sakit untuk melihatnya.
"Kalian menjijikkan..."
Aku berbalik pergi meninggalkan dua manusia itu yang sedang bercumbu.
Namun, aku melihat seorang laki-laki lain berada di hadapan ku dengan raut wajah seperti sedang merasa kasihan kepada ku.
Ia berjalan menghampiri ku dan memelukku dengan erat, dengan sekejap aku merasa nyaman berada di pelukan laki-laki itu.
Aku membuka mata ku, terbangun dari mimpi.
"Sial. Gak di dunia nyata gak di dunia mimpi, aku sakit hati mulu... Btw, siapa laki-laki itu? Kenapa aku masih merasakan kenyamanan? Aneh..."
Aku menatap ke sekeliling kamar. Tampak mereka bertiga sudah terlelap tanpa terganggu dengan ucapan ku.
"Udah malem? gue tidur lama bener..."
Aku beranjak turun dari tempat tidur ku berjalan ke arah kamar mandi, aku membasuh wajah ku dengan air bersih kemudian mengusap nya dengan handuk yang ada di dekat ku.
Ku berbalik melangkahkan kaki ku berjalan ke arah kursi yang ada di dekat jendela, aku menyingkap kan gorden untuk menatap keadaan luar.
Aku bisa melihat bintang-bintang bertebaran di langit, dengan suara malam yang terdengar sangat hening.
Saat ku arahkan pandangan mata ku menatap ke bawah, aku bisa melihat beberapa orang sedang berlalu lalang di setiap jalan.
Ku arah kan pandangan mata ku ke arah jam tangan ku, sekarang menunjukkan pukul sepuluh malam.
Aku duduk di kursi seraya menikmati keindahan malam tanpa membuka jendela kamar. Sesekali aku menatap kegiatan seseorang yang sedang memakan roti di salah satu toko roti yang ada di ujung jalan.
Kerajaan Rosewaltz benar-benar seperti kerajaan modern di zaman ini, aku sangat bangga bisa memperkenalkan apa yang ku ketahui kepada mereka.
Tanpa sengaja, aku melihat sebuah bayangan hitam terbang di atas rumah-rumah warga.
"Bukan kah itu seperti roh jahat? Kenapa ada di sini? Dan bayangan hitam itu mengarah ke istana kerajaan? Ada yang salah dengan ini..."
Aku membuka jendela ku dan memastikan jika dugaan ku benar, aku mengeluarkan teropong ku memeriksa bayangan hitam itu yang sedang menuju ke istana. Namun ketika bayangan hitam itu ingin masuk ke dalam istana, seperti ada sesuatu yang membuatnya mental.
Apa yang terjadi?
_
_
_
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
❤❤❤