TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 122


__ADS_3

Semakin lama aku berlari, semakin jauh pula daratan yang ada di hadapan ku. Aku merasa sangat bodoh, jika ini memang benar-benar hanya mimpi kenapa terasa begitu nyata?


Please, tolong bangun kan aku!!!!


Sesekali aku menoleh ke belakang melihat naga yang berwarna putih seperti naga es milik Neftaza sedang mengejar ku dengan mata yang berwarna biru menyala. Tatapan nya sangat menyeramkan walau bagaimanapun tampilan nya sangat cantik.


"Sialan..."


Naga itu mulai menyerang ku dengan menyemburkan sihir dari mulut nya yang berupa ice. Mungkin jika aku yang terkena sihir itu, aku akan menjadi patung ice yang sangat cantik.


Karena tatapan ku kurang fokus, tiba-tiba aku terjatuh masuk ke dalam air yang begitu dingin dan gelap. Seakan-akan aku terjatuh ke tempat yang sangat jauh.


Saat aku ingin naik untuk mengambil nafas, aku tidak menemukan celah untuk keluar. Yang ada hanya air yang membeku di atas, aku sangat kesulitan bernafas.


Aku harus mencari cara untuk keluar dari sini...


Saat ku arahkan pandangan mata ku menatap ke sekeliling air, aku melihat dari kejauhan terdapat cahaya berwarna merah menyala berada di kedalaman air.


Aku menahan nafas ku sebaik mungkin untuk mencari celah namun aku tidak menemukan celah apapun. Lalu, bagaimana aku bisa masuk ke dalam ini jika tidak ada celah apapun?


Ahhh.... Aku kesulitan bernafas....


Aku berenang mendekati cahaya merah yang cukup jauh berada di kedalaman air, aku berenang dan terus berenang. Namun cahaya itu terasa semakin menjauh hanya tampak setitik cahaya yang akan menghilang.


Tubuh ku mulai panik, pikiran ku mulai menghilang dan aku kehilangan kesadaran ku di dalam air yang begitu dingin dan gelap.


____________


Aku terbangun merasakan kehangatan yang menyentuh kulit ku, aku membuka mata ku menatap keadaan sekitar yang sangat aku kenali.


Ternyata, itu hanya mimpi...


"Mimpi sialan... Aku hampir mati..."


"Mimpi aneh? Kasihan..."


Aku menoleh ke arah sumber suara yang mengejek ku di samping kanan ku.


Sahabat luknut...


Aku menyingkap selimut dari atas tubuh ku seraya beranjak turun berjalan ke arah kamar mandi untuk membilas wajah ku dengan air, aku melihat wajah ku di cermin yang terlihat sangat kusam dan masih tertinggal kecemasan yang mendalam.


Kembali ku langkah kan kaki ku keluar dari kamar mandi seraya menatap sekitar, aku tak menemukan ayah dimanapun...

__ADS_1


Aku berjalan menghampiri Casper yang sedang duduk di sebuah kursi membaca sebuah buku dengan beberapa macam makanan di atas meja.


"Dimana ayah?" Ungkap ku seraya duduk di dekat nya.


"Ayah kembali ke istana tadi pagi..." Ungkap nya yang menoleh ke arah ku.


"Kenapa tak membangun kan ku?"


"Ayah tak tega membangunkan mu karena kau terlihat sangat kelelahan, jadi ia hanya melihat mu dan berpamitan kepada kami untuk kembali ke istana..." Ungkap Hasper yang berada di belakang ku.


Seharusnya mereka membangunkan ku, agar aku lebih cepat keluar dari mimpi itu... Haishhh...


"Ok lah..."


Aku kembali beranjak berdiri berjalan ke arah tempat tidur ku seraya mengambil handuk yang berada di gantungan lemari.


Aku berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuh ku dengan berendam sejenak di bak mandi kesayangan ku yang penuh dengan air susu plus kelopak bunga mawar merah yang sangat membantu ku untuk merilekskan tubuh ku.


__________


"Ayah menyuruh kita untuk segera meninggalkan kerajaan ini..." Ungkap Hasper menatap kami semua dengan raut wajah serius nya.


"Pergi dari kerajaan ini?" Ungkap ku tak percaya.


"Lalu, apa memang yang terbaik jika kita harus pergi dari kerajaan ini?" Ungkap Gazelle yang sedang duduk di dekat pangeran Felis.


Mereka semua terdiam sebelum mengangguk mengisyaratkan jika kami memang benar-benar harus pergi dari kerajaan ini.


"Selain itu, bukankah kita bisa mencari sekutu untuk menambah kekuatan kita?" Ungkap pangeran Cristaldy yang terdengar bersemangat.


"Kau benar pangeran, kita bisa mencari sekutu selama kita bersembunyi dari kaisar..." Ungkap ku memikirkan semua hal yang seharusnya memang menjadi takdir dari semua nya.


"Kita akan melakukan perjalanan pada malam hari..." Ungkap Hasper mutlak.


"Gege... sebenarnya aku memimpikan sesuatu yang membuat ku sangat terganggu?"


Mereka semua menatap ku dengan lekat.


"Mimpi?" Ucap Neftaza yang berada di samping ku.


"Aku bermimpi berada di tempat bersalju dengan bunga mawar api hitam berada di tengah danau yang membeku. Namun di saat yang sama seekor naga berwarna putih seperti naga es muncul sebagai pemilik tempat itu..."


"Aneh nya, saat aku berlari tiba-tiba aku terjatuh ke dalam danau tanpa bisa keluar dari sana karena tidak ada celah sedikit pun untuk aku keluar. Namun di kedalaman air yang sangat dingin dan gelap terdapat cahaya berwarna merah yang semakin menjauh jika ku dekati dan pada akhirnya aku kehilangan kesadaran dan kembali ke keadaan nyata ku.. Apakah itu hanya mimpi biasa?"

__ADS_1


"Jadi itu yang Lo mimpikan?" Ungkap Neftaza tak percaya menatap ku.


Aku hanya menatap nya sinis.


"Sepertinya itu bukan hanya sekedar mimpi, mungkin kah itu sebuah petunjuk tentang keberadaan bunga mawar api hitam itu?" Ungkap Gazelle yang berpikir seraya menatap kami bergantian.


"Bisa jadi, itu bukan lah suatu kebetulan..." Ungkap pangeran Felis serius.


"Baiklah, jika kalian memimpikan sesuatu tentang apapun beritahukan kepada kita semua... Ku harap kita bisa menemukan suatu petunjuk apapun itu..." Ungkap Hasper serius.


"Kita harus bersiap-siap sekarang..." Ungkap pangeran Darren yang beranjak berdiri di ikuti yang lain.


Ku tatap Neftaza yang ingin berdiri, namun aku mencegahnya.


"Nef..." Ungkap ku memegang tangan nya.


Ia menoleh ke arah aku mengernyitkan dahinya.


"Ada apa?" Ungkap nya seraya duduk kembali.


"Apa kita harus memberitahukan rahasia tentang keberadaan Zu, Ryu dan Hazel?" Ungkap ku penuh tanya kepada nya.


"Entahlah... Gue pun juga mikir gitu, tapi sebaiknya nanti dulu deh... Belum waktu nya mungkin..." Ungkap nya tersenyum kepada ku.


"It's ok, btw dimana Hazel? Dia ngumpet?"


"Dia masih di tas gue tuh, tapi males mau keluar..." Ungkap nya seraya menunjuk ke sebuah tas yang berada di atas meja samping tempat tidur.


"Males? Dia memang peri malesan..." Ungkap ku menatap tas yang tak bergerak sama sekali di atas meja itu.


Namun, tiba-tiba tas itu bergerak dan terjatuh ke bawah membuat kami semua menoleh ke tas itu.


Terbang lah Hazel ke atas seraya mengeluarkan ocehan yang terdengar sangat cempreng, mereka semua terdiam melihat Hazel yang mengoceh marah karena terjatuh dari atas meja.


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2