TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 132


__ADS_3

Aku beranjak berdiri, berjalan ke arah Casper dan Hazel yang sedang sibuk membicarakan sesuatu seraya ku tatap mereka semua yang terlihat sangat kelelahan berbaring di atas tanah.


Aku duduk di samping Casper seraya mendengar kan pembicaraan mereka tentang beberapa racun yang cukup mematikan.


"Racun apa yang kau berikan kepada para penjahat yang mengejar kita Gege?" Ucap ku menatap nya, ia berbalik menatap ke arah ku.


"Itu hanya racun percobaan ku, hanya sedikit membuat mereka lumpuh dan gila... Mungkin bukan termasuk racun yang mematikan namun racun itu sangat lah merugikan..." Ucap nya menatap ku tanpa ekspresi.


"Apa maksud mu jika racun itu terhirup maka yang menghirup nya akan langsung lumpuh dan gila? Kau sangat kejam Gege..." Ucap ku menatap nya kagum.


"Apa kau mau mencobanya?" Ucap nya tersenyum smirik menatap ku.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekati kami bertiga.


"Aku akan membunuh mu jika kau melakukan itu kepada adik ku Casper..." Aku menoleh menatap nya, ternyata Hasper yang mendekat.


"Aku hanya bercanda..." Ucap Casper yang menatap nya tersenyum.


"Apa yang kalian bicarakan? Aku sangat penasaran!!!" Ucap Cristaldy yang berjalan mendekati kami.


"Kepo..." Ucap ku tersenyum mengejek.


"Aku punya hadiah untuk kalian..." Ucap ku beranjak berdiri seraya mengeluarkan sepuluh sepeda untuk kami masing-masing gunakan.



Mereka semua menatap ku penuh kagum, oh sialan mereka menatap sepeda itu dengan penuh minat.


"Sepeda?" Ucap Neftaza yang menatap ku seraya mengerutkan kening nya.


"Kau tau, aku tak bisa mengeluarkan benda hidup dari ruang dimensi ku..." Ucap ku menatap nya datar.


Ia hanya menatap ku mengerti.


"Bagaimana cara menggunakannya?" Ucap Darren penasaran.


"Lihat lah cara ku menggunakan nya...!" Ucap Neftaza yang beranjak berdiri menghampiri salah satu sepeda yang berada di hadapan nya.


Ia mulai menaiki sepeda dan langsung mengayuh nya.

__ADS_1


"Aku akan mencoba nya..." Ucap Gazelle yang langsung mencoba satu sepeda.


Percobaan pertama ia gagal, namun percobaan kedua ia bisa menguasai cara menggunakan sepeda. Akhirnya mereka semua mencoba menggunakan sepeda dengan cepat.


____________


Aku mengayuh sepeda ku dengan cepat mengikuti mereka yang sudah berada di hadapan ku. Kami bisa menghemat energi menggunakan sepeda walau bagaimana pun kaki kami yang mengayuh.



Ku tatap daerah sekitar, kami sudah keluar dari hutan ke arah padang rumput yang cukup luas dan indah.


Beberapa kilo meter lagi, kami akan keluar dari wilayah kerajaan Neverlanz, namun aku tak mengetahui pasti kami akan berada dimana. Karena aku tak mengetahui sama sekali tentang kerajaan luar.


Di saat-saat seperti ini aku mengingat tentang piknik yang membuat ku menemukan Zu di sebuah gua itu, aku tak menyangka dia sudah bersama ku selama ini. Mungkin aku akan sangat merindukan nya ketika aku sudah tak berada di sini lagi.


Ku tatap hazel yang terbang di atas samping ku, ia menatap ke arah ku dengan posisi terbang yang sangat aneh, aku masih tak percaya jika Hazel adalah seekor peri bunga yang cukup menjadi legenda di dunia modern.


"Apa aku tampan? Kau melihat ku tanpa berkedip Ela?" Ucap nya yang menatap ku.


"Kau benar, kau memang sangat tampan..." Ucap ku mengejek nya.


Apa-apaan nih? Bukan nya dia yang bertanya pada ku? Ah aneh...


Kami sampai di sebuah sungai yang mengalir dengan jernih, aku bisa melihat sebuah desa tak jauh dari tempat kami berada. Tapi apa kami harus melewati desa itu? Tapi itu adalah satu-satunya tempat dimana kami bisa pergi ke perbatasan.


Kami harus kembali berjalan untuk tidak menimbulkan curiga, dengan otomatis sepeda ku masuk ke dalam ruang dimensi ku begitupun sepeda yang mereka gunakan.


Ku langkah kan kaki ku masuk ke dalam hutan mengikuti mereka semua yang terlihat sangat serius, kami memutuskan untuk di bagi menjadi dua kelompok karena akan sangat mencurigakan jika kami semua tetap bersama.


"Ingat lah pesan ku, kita hanya lewat jangan singgah apapun yang terjadi..." Ucap Felis menatap kami bergantian.


"Airen, Esmeralda, Neftaza, Darren ikuti aku..." Ucap Hasper yang berjalan terlebih dahulu untuk masuk ke dalam desa itu.


"Ela, apa kau siap?" Ucap Casper yang berdiri di samping kanan ku.


Aku mengangguk tersenyum menatap nya.


"Aku sangat antusias sekarang, apakah mereka akan berada di sana?" Ucap Cristaldy bersemangat.

__ADS_1


"Aku akan membunuh nya jika mereka ada di sana..." Balas Gazelle penuh tekat.


Aku menatap kelompok Hasper yang semakin mendekati desa itu, mereka sudah masuk ke dalam desa dengan dua penjaga memeriksa mereka dengan bergantian. Ku tatap Hasper yang memberikan beberapa keping uang kepada salah satu penjaga gerbang. Aku bisa melihat nya jika penjaga itu seperti memberikan isyarat satu sama lain dengan tatapan tersenyum tajam.


"Gege, apa kau melihat raut wajah kedua penjaga itu?" Ucap ku tanpa mengalihkan pandangan dari kedua penjaga itu.


"Apa yang kau lihat?" Ucap Felis menatap ku lekat.


"Sepertinya mereka memiliki niat jahat..." Ucap ku masih menatap kepergian Hasper yang mulai menjauhi kedua penjaga itu.


"Sialan..." Ucap Casper sedikit keras.


"Tenang lah..." Ucap Felis menenangkan Casper.


Sekarang giliran kami yang mendekati pedesaan, aku bisa melihat dua penjaga itu menatap kami penuh curiga. Dengan cepat Felis memberikan beberapa keping uang kepada salah satu penjaga yang berada di sisi kiri ku.


Pandangan mereka sangat tidak mengenakan, aku hanya perlu mengabaikan nya. Kami berjalan masuk ke dalam pedesaan yang terlihat cukup mengerikan karena desa ini bukan lah desa yang kaya, namun hanya desa yang memiliki rakyat yang begitu tak mengenakkan.


Aku bisa melihat pandangan mereka yang penuh curiga, aku bisa melihat mereka yang tidak memiliki sikap ramah. Ada apa dengan mereka? Apa sebegitu harus nya mereka memasang wajah menyeramkan?


"Kita harus cepat keluar dari sini...!" Bisik Felis yang masih bisa terdengar oleh ku.


Namun aku melihat salah satu laki-laki berpakaian buruk berjalan mendekati kami, aku bisa melihat wajah nya yang penuh dengan luka, bau tubuh nya yang sangat menyengat membuat ku ingin mengeluarkan isi perut ku.


"Apa-apaan ini?" Ucap Gazelle yang juga merasakan hal yang sama.


Aku meraih lengan Casper, aku ingin bersembunyi tanpa ingin melihat laki-laki itu. Ku tatap Cristaldy yang memberikan beberapa keping uang kepada nya, namun bukan nya kami terbebas. Malah itu membuat keributan, semua orang mendekati kami tanpa rasa takut sedikit pun.


Felis mengeluarkan pedang nya melindungi kami dari mereka, apa mereka tidak bisa berbicara? Kenapa mereka hanya mendekat tapi tak berbicara? Ah... Aku ingin segera keluar dari situasi ini.


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2