TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 159


__ADS_3

Ku keluar kan handphone ku yang ku letakkan di saku celana kanan ku, aku meraih nya dan mencari kontak Neftaza yang terpampang jelas di layar. Aku memanggilnya.


"Nef.." Panggil ku, aku mendengar suara berisik dari tempat nya.


"Ada apa? Gue baru mau tidur juga." Ucap nya yang terdengar sangat kesal, dengan suara Harley yang sedang berbicara sesuatu dengan Neftaza.


"Bagaimana naga mu?" Ucap ku, ia terdengar terdiam sejenak.


"Ryu? Dia sedang memperkuat diri nya." Ucap nya lagi, terdengar sangat tenang di sana.


"Ohhh ok lah..." Ucap ku seraya ku matikan panggilan tersebut.


Ku letakkan handphone ku di meja samping tempat ku tidur.


"Aku kelelahan, sebaik nya aku tidur." Ucap ku seraya mencari posisi yang nyaman untuk tidur sore ku.


_____________


Suara angin yang terdengar dari luar jendela terdengar semakin jelas di kedua telinga ku, aku membuka mataku seraya ku tatap gorden jendela kamar ku yang terpontang-panting tertiup angin kencang dengan turun hujan yang sangat lebat hari ini.


Ku langkah kan kaki ku berjalan ke arah jendela, ku tatap keadaan luar yang sangat menyeramkan. Ini seperti hujan badai di tengah hutan. Ku arahkan pandangan mata ku ke sekitar, tampak pepohonan tinggi bergoyang-goyang tertiup angin kencang dengan bulir-bulir air mulai turun menjatuhi setiap segala sesuatu yang berada di bawah nya.


"Terakhir melihat hujan seperti ini bukan kah di tempat pangeran Andrew?!"


Ku tatap awan-awan hitam yang berkumpul di setiap langit yang ku lihat, petir mulai saling menyambar satu sama lain dengan di ikuti suara gemuruh guntur yang sangat kuat.


Aku sedikit ketakutan dengan kilat petir yang saling menyatu di iringi dengan suara dentuman yang cukup keras di langit itu.


Sesekali aku melihat para binatang berlari mencari tempat teduh di pinggiran hutan yang tampak oleh ku, mereka seperti ketakutan akan suara guntur itu.


Seseorang tiba-tiba mengetuk pintu kamar ku beberapa kali, aku berjalan menghampiri pintu itu. Aku membuka nya dengan perlahan, tampak lah Hasper berdiri di sana dengan membawa sebuah minuman hangat di tangan kanan nya.


"Untuk mu..." Ucap nya seraya memberikan minuman itu kepada ku, aku meraih nya dengan senyuman seraya ku minum air tersebut dengan perlahan.

__ADS_1


"Terimakasih Gege... Masuk lah..." Ucap ku, ia berjalan masuk mengikuti ku seraya tak lupa ia menutup pintu kamar ku kembali.


Kami berdua duduk di kursi yang berada di sisi kanan kamar ku, ku letakkan gelas yang ku pegang di atas meja depan ku.


Ku tatap raut wajah Hasper yang sama sekali tak bisa di tebak. Garis wajah nya terlihat semakin tegas, aku baru menyadari nya ketika aku melihat nya sekarang. Ia semakin matang dan dewasa.


"Apa yang harus Gege lakukan?" Ucap nya, membuat ku merasa sangat terkejut. Raut wajah nya terbesit kesedihan yang mendalam.


"Apa maksud Gege?" Ucap ku seraya aku beranjak berdiri mendekat ke arah nya, aku duduk persis di samping kiri nya.


"Keadaan semakin genting Ella, kita manusia biasa..." Ucap ku, ia menatap ku dengan penuh penyesalan di mata nya.


Tiba-tiba air mata terjatuh di sudut kiri mata nya, aku meraih wajah nya dan menghapus air mata nya dengan lembut.


"Apa yang Gege pikir kan? Jangan mengkhawatirkan sesuatu yang tidak perlu kita pikirkan... Berhenti lah menangis, jangan membuat ku ingin menangis juga..." Ucap ku menatap kedua mata nya yang terlihat sangat bening dan indah.


Hasper hanya mengangguk, aku memeluk nya dengan kehangatan menyerbu tubuh ku.


Apa kau tau, aku baru menyadari sesuatu yang seharusnya tak terjadi.


Ku lepas kan pelukan itu dengan lembut, seraya ku tatap kedua matanya yang masih mengeluarkan air mata yang sudah mengalir jatuh mengenai tangan kiri ku.


"Berhenti lah menangis, ini bukan Gege tau..." Ucap ku tersenyum. Ia mengangguk dan menghapus air mata nya dengan kasar.


"Tidur lah, Gege akan kembali ke kamar..." Ucap nya seraya ia beranjak berdiri berjalan ke arah pintu kamar.


"Apa Gege menyukai kamar Gege? Bagaimana menurut Gege?" Ucap ku mengharap kan jawaban nya sesuai dengan ekspektasi ku.


"Sangat indah..." Ucap nya berbalik menatap ku dengan senyuman yang terlihat sangat hangat di bibir nya.


"Apa Gege ingin selalu tinggal di rumah seperti ini? Jika ada kesempatan bisakah Gege ikut pulang dengan ku?..." Ucap ku, aku yakin aku sendiri tak menyadari apa yang ku ucap kan saat ini, tapi aku benar-benar mengharap kan jawaban nya.


Ia terdiam mematung menatap ku, tampak raut wajahnya menjawab semua pertanyaan ku, ia terlihat tak tau ingin menjawab apa.

__ADS_1


"Ahhh... Gege cepat lah istirahat, aku juga ingin istirahat..." Ucap ku seraya berjalan ke arah nya, aku ingin mendorong nya keluar tapi tubuh nya sangat kuat. Ia memegang tangan kanan ku dan menatap ku dengan lekat.


"Jika kesempatan itu ada, Gege akan mengikuti mu kemana pun kau pergi Ella..." Ucap nya dengan penuh kelembutan.


Aku tertegun sejenak mendengar ucapan nya yang begitu tulus, aku meraih wajah nya tanpa sadar.


Beberapa detik kemudian aku menyadari perbuatan ku dan meraih pergelangan tangan Hasper, aku memegang nya dengan erat.


"Berjanji lah..." Ucap ku seraya ku kait kan jari kelingking ku dengan jari kelingking nya.


"Gege berjanji..." Ucap nya tersenyum.


Ia berjalan pergi meninggalkan ku sendirian di kamar, hati ku benar-benar merasakan sesuatu yang salah.


Aku tak mengerti kenapa ini terjadi, apa aku menjadi gila? Sebenarnya apa yang ku pikir kan.


Tatapan ku kosong menatap ke depan, aku memegang dada ku yang berdetak dengan kencang. Hampir saja aku melakukan sesuatu yang salah.


"Apakah aku gila? Iya, aku benar-benar sudah gila." Aku berlari ke arah tempat tidur ku, aku membenamkan wajah ku di atas bantal tidur ku.


Aku berteriak seraya ku pukul-pukul kasur ku dengan kedua tangan ku, aku merasa geram dengan pikiran ku yang mengharap kan sesuatu yang salah.


"Hahhh..." Aku berbalik menatap ke dinding atas kamar ku.


"Tenang lah... Tenang Ella..."


"Bagaimana aku bisa tenang, gila? Ahhh... Aku semakin stress hidup di sini..."


"Lupakan itu, lupakan hal itu... Ya aku harus melupakan itu."


_


_

__ADS_1


_


❤️❤️❤️


__ADS_2