
Ku langkahkan kakiku mengikuti Kasim itu dari belakang beserta yang lain. Ku alihkan pandangan ku sekeliling lorong, tak jauh berbeda dengan istana ku. Hanya saja ini sedikit lebih besar dan mewah. Bukankah istana kaisar memang seperti itu?
Aku memperhatikan Kasim itu kembali, ia terlihat sangat misterius memakai pakaian panjang berwarna abu-abu dengan corak garis berwarna hitam dengan topi bulat berwarna senada menutupi kepala.
Berhenti ia di depan sebuah pintu berukuran besar berwarna cokelat dengan ukiran-ukiran kayu yang sama persis seperti ukiran di pintu besar aula. Bangunan ini memang memiliki desain klasik dengan cat berwarna cokelat.
Pintu itu di bukanya, tampak sebuah ruangan besar yang sangat megah, terdapat empat buah kamar dengan masing-masing kamar terdiri dari dua orang.
"Silahkan para pangeran dan putri dari kerajaan Rosewaltz serta kerajaan Switzerland memasuki ruangan ini." Ucap Kasim itu sembari tangannya mengarah kan kami agar segera masuk.
Aku sedikit tercengang, bukankah ini sangat kebetulan?
Langkah kami tampak seirama memasuki ruangan itu. Kasim itu menutup pintu setelah kami memasuki ruangan, ia pergi. Ku arahkan pandangan mataku ke samping kiri, terdapat dua buah kamar dengan di depan pintu terdapat tulisan "Rosewaltz" begitupun kamar di samping kanan terdapat tulisan "Switzerland".
Kembali ku arahkan pandangan ku ke tengah-tengah ruangan itu, terdapat sebuah meja dengan delapan kursi berwarna cokelat keemasan menambah keeleganan ruangan itu, jika ku melihat ke atas terdapat ukiran-ukiran naga yang sangat besar menghiasinya.
Aku terduduk di salah satu kursi dengan memperhatikan yang lainnya memasuki kamar mereka. Aku termenung, aku merasa mencemaskan sesuatu tapi aku tidak tahu apa itu. Aku akan bertanya kepada Zu.
"Zu..!" Panggilku dalam pikiran.
Namun tidak ada jawaban darinya. Aku memanggilnya lagi sampai yang ketiga kalinya tapi tetap saja ia tidak menjawab ku.
Kenapa? Aku seperti kehilangan kontak dengannya.
"Zu, apa kau di sana?". Berulang kali aku memanggilnya. Tapi ia tak menjawab sama sekali.
Aku beranjak dari tempat duduk menuju ke kamar, aku ingin menanyakan keadaan Ryu kepada Neftaza.
Ceklek.. Suara terdengar ketika aku membuka pintu itu.
"Lo kenapa?" Tanya Neftaza setelah ia melihatku sedang tergesa-gesa.
"Gue gak bisa berkomunikasi dengan Zu!" Ucapku khawatir.
"Dia lagi tidur kali." Ucapnya acuh.
"Kalaupun dia tidur pasti dia denger kalau gue panggil." Kesalku.
"Iya juga sih, gue coba panggil Ryu." Ucapnya seraya fokus memejamkan mata.
"Fiks ada masalah, gue juga kagak dapat jawabn dari Ryu." Jawab Neftaza sedikit terkejut.
__ADS_1
"Bener, ini memang ada yang salah." Tukas ku sedikit khawatir.
Kami kalut dalam pikiran masing-masing, sampai aku teringat dengan Hazel.
"Dimana Hazel?" ucap ku melihat ke arah ranjang Neftaza tapi tidak menemukan Hazel.
"Hazel? ia sedang tertidur!" Ucapnya santai.
"Sejak kapan?"
"Sejak kita sebelum memasuki istana."
Aku kaget, itu udah lama banget. Sumpah, ini aneh.
"Lo gila ya, udah berjam-jam tapi di belum bangun. Bangunin dia." Ucapku kesal.
Terlihat ia sedang mengambil sebuah tas yang di dalamnya terdapat Hazel. Ia melihat nya, kemudian memanggil Hazel. Tapi tidak ada sahutan sama sekali.
"Ada apa ini El? Dia gak bangun-bangun." Ucapnya terkejut.
"Lo serius? Coba Lo gerakin." Ucapku sembari menghampiri nya.
Ia mengangkat Hazel dari dalam tas dan mencoba menggerakkan tubuh Hazel secara perlahan tapi tidak ada sahutan sama sekali.
Raut wajah Hazel terlihat ketakutan, bibir yang tadinya berwarna merah cerah sekarang menjadi sangat pucat begitupun kulitnya. Aku beranjak dari kamar untuk memanggil pangeran Hasper dan Casper.
"Gege, apa kalian di dalam?"
"Masuklah.." Terdengar suara pangeran Hasper.
Aku membuka pintu itu, ku arahkan pandangan ku ke sekeliling kamar tak beda jauh dari kamar ku. Eh, aku mataku malah jelalatan.
"Ada apa El?" Ucap pangeran Casper seraya ia bangkit dari tempat tidur nya.
"Hazel tertidur sebelum memasuki istana sampai sekarang Gege, dan kami sudah mencoba membangunkan nya tapi ia tidak terbangun bahkan Hazel sangat pucat sekarang."
Mendengar pernyataan ku mereka berdua bergegas keluar dari kamar untuk melihat Hazel, aku menyusul nya dari belakang. Aku tak sengaja melihat pangeran Felis Zerlander melihat ke arahku. Aku terkejut kemudian mengabaikan nya dan cepat-cepat masuk ke dalam kamar.
"Bagaimana keadaannya?" ucap pangeran Hasper setelah berada di kamar.
"Sepertinya ada yang aneh." tukas pangeran Casper melihat raut wajah Hazel.
__ADS_1
"Ya, Gege... Hazel terlihat sangat lemah, bukankah tadi ia baik-baik saja dalam perjalanan!" jawab Neftaza frustasi melihat keadaan Hazel yang berkeringat dingin.
Aku bingung, dan bukan hanya aku saja yang bingung tapi mereka semua. Tak banyak berpikir kami mulai melakukan semua cara untuk merawat Hazel. Setelah berjam-jam merawat nya, ia sudah sedikit membaik.
"Baguslah,,, ia sudah tidak pucat lagi seperti tadi."
Kami berempat merasa bersyukur karena Hazel bisa bertahan.
Kami membiarkan Hazel untuk beristirahat di kamar.
Ku arahkan pandangan ku ke arah meja terdapat pangeran Felis Zerlander, pangeran Arien Zerlander dan putri Gazelle Zerlander sedang duduk di kursi sedang menunggu kami.
Tampak juga, terdapat berbagai jenis makanan dan minuman di atas meja. Kami menghampiri mereka.
"Maaf, kami terlambat, sehingga kalian harus menunggu." Ucap pangeran Hasper sembari menunduk ke arah mereka, begitupun kami.
"Tak masalah,," Jawabnya singkat.
Kemudian kami duduk dan menikmati makanan dengan suasana yang hening. Sangat canggung menurut ku.
Makanan di sini seperti makanan yang baru pertama aku dan Neftaza coba dulu di kehidupan ini. Hanya di rebus dan di panggang tanpa bahan apapun. Hambar guys.
Kami terdiam. Beberapa pelayan membersihkan meja tersebut sehingga sekarang suasana menjadi sangat canggung. Terdengar suara pangeran Casper memecahkan keheningan. Memang ia sangat bisa di andalkan dalam keadaan seperti ini.
"Aku Casper Zenquille." Ucapnya seraya telapak tangannya di angkatnya ke atas untuk mendapatkan jabatan tangan dari lawan bicaranya.
"Kami sudah mengetahui nama kalian semua, kalian sangat terkenal di kerajaan ku." Jawaban apa itu? Suasana semakin canggung. Dan untungnya pangeran Felis menjabat tangan pangeran Casper kalau tidak, wkwk bukan kah akan menjadi sangat memalukan.
"Ohh, terimakasih jika kalian menganggap kami terkenal." Sahut pangeran Hasper.
Astaga para laki-laki ini, tak ada yang bisa di harapkan.
Aku melirik ke arah Gazelle, ia tersenyum kepadaku. Wah ia memiliki lesung pipi yang cukup dalam. Sangat cantik.
"Sangat canggung guys." Seru Neftaza membuat mereka menoleh ke arahnya.
"Eh, lanjutkan.. lanjutkan... Aku tidak akan mengganggu kalian!" Ucapnya lagi sedikit meringis.
Suasana menjadi hening kembali, seperti tidak ada kehidupan di ruangan ini. Wah, sampai berkeringat gue mah.
Jangan lupa like, vote dan komen yah..
__ADS_1
❤️❤️❤️