TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 79


__ADS_3

Ku buka pintu kamar ku dengan Neftaza berada di samping ku, kami masuk dengan segera. Tampak pangeran Andrew sedang duduk di kursi samping tempat tidurku dengan kakinya di angkat di salah satu kaki lainnya. Boss kah dia?


Aku dan Neftaza berjalan ke arahnya seraya Neftaza duduk di kursi dekat pangeran Andrew, aku hanya berdiri diam menunggu dia berbicara.


"Kalian pasti tau dalang di balik ini semua adalah menteri Hagrit..." Ungkap nya tanpa bertele-tele lagi.


Aku dan Neftaza hanya mengangguk.


"Dari dulu aku sudah mengetahui itu semua, namun ketika aku memberitahu kan hal itu kepada pangeran Deffin, dia tidak mempercayai ku..." Ungkapnya lagi, aku tidak bisa melihat raut wajahnya karena terhalang oleh kegelapan.


"Jadi sebelumnya pangeran sudah memberi tahukan hal itu kepada pangeran Deffin? Dan dia tidak mempercayai pangeran?!" Ungkapku memaparkan.


Pangeran Andrew hanya mengangguk seraya berjalan ke arah jendela kamar ku.


"Sangat egois..." Ungkap Neftaza.


"Ketika aku sudah mendapatkan bukti, bawahan menteri Hagrit selalu berhasil mencurinya, dan karena menteri Hagrit lah hubungan ku dan pangeran Deffin renggang." Ungkapnya sendu.


"Padahal, dulu kami sangat lah akrab..." Ungkapnya lagi.


Tampak Neftaza beranjak berdiri berjalan ke arah pangeran Andrew.


"Kita akan membantu mu pangeran..." Ucap Neftaza tersenyum hangat.


Pangeran Andrew menoleh ke arahnya.


"Terimakasih..." Ungkap pangeran Andrew tersenyum.


"Lalu bagaimana kalian bisa membuktikan bahwa menteri Hagrit salah?!" Ungkapnya serius kepada kami.


"Tenang lah... Kami mempunyai sesuatu sebagai bukti... Pangeran hanya perlu membantu kami untuk bertemu dengan pangeran Deffin." Ungkap Neftaza menatapnya.


Kami bertiga membahas rencana untuk bisa bertemu dengan pangeran Deffin, karena jika kami tidak memiliki rencana yang matang maka kami akan kehilangan kesempatan.


Kami juga akan memperbaiki hubungan antara persaudaraan mereka bahkan memperbaiki hubungan antara pangeran Deffin dan pangeran Alendra.


Aku harap pangeran Alendra berada di pihak kami, aku mempercayai nya.


Ku tatap pangeran Andrew yang sedang berdiskusi serius dengan Neftaza, tampak dari sorot matanya yang tajam terdapat sesosok Andrew yang sangat baik aku bisa melihat nya, walau dari awal aku juga berpikir seperti Neftaza bahwa dia adalah pangeran yang tak lebih baik dari pangeran Deffin.


Aku menyesal karena menilainya seperti itu.


"Rencana kita pasti berhasil..." Ungkap Neftaza tersenyum semangat.

__ADS_1


"Sebaiknya kalian istirahat,,," Ungkap pangeran Andrew seraya menghilang.


Aku menatap Neftaza yang juga menatap ku.


"Apa Lo liat-liat..." Ungkapnya jengkel.


"Apaan sih,,," Ungkapku mengabaikan nya...


Ku alihkan pandangan mataku ke sekitar karena aku tidak ingin melihat Neftaza yang sangat menjengkelkan itu.


Terdengar suara langkah kaki beranjak pergi ke luar meninggalkan kamar. Aku bisa melihat kalau dia sedikit kesal karena ku. Ahhh... Dia mempermainkan ku...


Aku menutup jendela kamarku untuk memastikan bahwa tidak akan ada angin yang masuk seperti malam-malam sebelumnya.


Aku kembali berbaring di tempat tidurku dan terlelap. Sebenarnya aku sangat ingin mendengarkan sebuah lagu, tapi aku takut ketika aku tertidur ada seseorang yang mendengarnya.


"Ahh... ya sudah lah... Selamat malam..."


Aku memejamkan mata ku dan tertidur.


 


Keesokan pagi tampak seseorang terbangun dari tidurnya dengan menggeliat merentangkan tubuhnya, ia membuka mata seraya memperhatikan sekitar.


Ia mengambil sesuatu dan pergi masuk ke dalam kamar mandi, ia membersihkan tubuhnya.


Tampak seseorang masuk ke kamarnya, membawakan sebuah nampan yang berisi sarapan pagi. Perempuan itu membersihkan tempat tidur seraya mengambil sampah makanan yang di tinggalkan gadis itu kemarin.


Cukup lama perempuan itu membersihkan kamar si pemiliknya, ia pergi meninggalkan kamar dengan cepat.


Seseorang yang sedang mandi tersebut keluar dengan handuk berada di kepalanya. Ia membuka handuk itu seraya menggosok-gosok nya agar rambutnya cepat kering.


Seperti biasa gadis itu membuang makanan yang di berikan oleh pelayan istana, dengan di gantinya makanan yang telah ia siapkan. Dia menikmati makanan nya dengan sangat nikmat.


Tak beberapa lama kemudian ia sudah memakai pakaian lengkap, dan mulai beraktivitas seperti biasanya.


Ia keluar dari kamar menuju ke kamar lainnya.


Saat ia membuka pintu kamar yang ia tuju, tampaklah tiga orang berada di kamar itu yang sedang memakan buah-buahan. Gadis itu menyapanya lalu duduk di kursi kosong di antara mereka bertiga.


"Bagaimana rencana kita hari ini?!" Ungkapnya menatap mereka bertiga.


"Kita pasti akan berhasil..." Ungkap seorang gadis di sebelahnya.

__ADS_1


"Sebaiknya kita lebih berhati-hati, karena yang kita lawan bukan lah lawan yang mudah." Ungkap seseorang yang lebih tua dari mereka semua.


"Benar yang di katakan Gege Hasper... Kita harus berhati-hati." Ungkap seorang laki-laki yang berada di antara laki-laki yang lebih tua dengan gadis yang baru masuk ke dalam kamar.


Yups, mereka adalah Hasper, Casper, Angela dan Neftaza...


Bagaimana Hasper dan Casper tahu mengenai rencana mereka berdua dengan pangeran Andrew? Neftaza lah yang memberi tahunya sebelum Angela masuk ke dalam kamar.


Dalam rencana ini Hasper dan Casper hanya perlu berhati-hati dan melindungi mereka berdua dari belakang. Sedangkan Angela dan Neftaza yang akan menjadi pemeran utama dalam rencana ini.


Pangeran Andrew adalah seseorang yang berperan penting membantu lancarnya rencana mereka.


Tak beberapa lama kemudian, tampak seseorang tiba-tiba muncul di hadapan mereka semua. Dia adalah pangeran Andrew yang mengenakan pakaian khas seorang Pangeran bangsa Elf.


"Dia memang sangat tampan..." benak Neftaza yang tersenyum melihat kehadiran pangeran Andrew.


"Pangeran Deffin akan memulai rapat dengan para menteri yang lain tentang pembebasan Ervada Amaris sekitar tengah hari nanti, yang harus kalian lakukan adalah memberitahukannya sebelum itu..." Ungkap pangeran Andrew yang menatap mereka berdua.


Angela dan Neftaza mengangguk seraya mempersiapkan semua hal yang harus mereka gunakan jika mereka mengalami kegagalan.


"Jika kita berhasil, kita akan segera pergi dari sini... Jadi kita harus mengusahakan kalau kita benar-benar harus berhasil ok..." Ungkap Angela kepada Neftaza dan yang lainnya.


"Berhati-hatilah dengan bawahan menteri Hagrit..." Ungkap Pangeran Hasper menatap serius kepada mereka berdua.


Pangeran Andrew pergi dengan cepat meninggalkan mereka berempat.


Satu jam kemudian tampak dua orang perempuan sedang mengendap-endap masuk ke dalam sebuah ruangan, sepertinya itu adalah ruangan pangeran Deffin.


Saat mereka membuka pintu ruangan itu, mereka tidak menemukan siapapun. Mereka menatap sekeliling dan mulai mencari tempat untuk persembunyian nya.


Tak beberapa lama kemudian tampak seseorang masuk ke dalam ruangan dengan cepat. Angela dan Neftaza bersembunyi di balik sebuah patung besar yang terletak di sudut ruangan.


-


-


-


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤❤❤


(Author kembali nih, ada yang kangen gak? Ahh,,, sepertinya tidak ada, ok deh semangat membaca guys... See you...😍😍😍)

__ADS_1


__ADS_2