
"Nef..." Panggil ku ketika melihat Neftaza membuka pintu kamar nya, aku menghampiri nya.
"Masuk dulu..." Ucap ku seraya mendorong nya masuk ke dalam kamar nya, dengan Hazel sudah berada di atas meja kamar.
"Kenapa?" Ucap nya, seraya memposisikan duduk nya yang sedikit terusik oleh ku.
"Coba deh Lo pikir-pikir ngapain pangeran kekaisaran datang jauh-jauh kemari, pas pulak di deket kita perkemahan nya?"
"Dan gimana kalau mereka mampir ke desa perampok? Gue gak bisa Nemu jawaban nya, makanya gue ke sini nanya sama Lo."
"Hemmm... Tunggu, gue mikir dulu." Ucap nya, ia tampak memejamkan mata sebentar kemudian ia menatap ke kanan dan ke kiri.
"Mungkin mereka mencari sesuatu?" Ucap Neftaza seraya berhenti dari kegiatan linglung nya.
"Apa? Gue gak kepikiran apapun."
"Gak mungkin dia tahu kalau kita ngumpet di sini kan? Pasti dia tau nya kita udah mati di alam naga milik kaisar." Ucap ku lagi.
"Kalian berdua lebih baik tenang, aku jadi ikutan pusing melihat kalian berdua berbicara tak menentu." Ucap Hazel yang terbang menatap kami berdua, kemudian ia turun di atas sofa.
Kami berdua terdiam.
"Dengar kan aku, sepertinya ini bukan hanya kebetulan. Apa kalian ingat saat kalian menginap di wilayah kerajaan kalian? Dia juga berada di sana bahkan di kamar sebelah kita bukan?" Ungkap Hazel serius.
"Kenapa kita tak memikirkan itu?" Ucap ku lemah.
"Sepertinya salah satu dari kita atau seseorang mengawasi kita tanpa kita ketahui siapa dia." Ucap Hazel kembali, seraya ia memikirkan sesuatu.
"Seseorang mengawasi kita dan berpihak kepada nya? Jika itu benar, kenapa pangeran Reverdine Bleferald tak langsung menyerang kita tapi malah mengikuti kita sampai sejauh ini?" Ucap ku tak mengerti.
"Tunggu... Mengikuti kita? Kayak nya enggak deh, coba lo pikir gak mungkin mereka ngikutin kita sampai sejauh ini. Kayak nya memang ada sesuatu yang ngebuat dia sampai pergi sejauh ini. Misal dia mencari sesuatu yang benar-benar penting untuk nya. Bunga mawar api hitam contoh nya." Ucap Neftaza, ia duduk menatap ku dengan serius.
"Mungkin kah bang Andara?" Ucap ku menerka.
__ADS_1
"Mereka saudara kandung, kemungkinan terbesar nya adalah benar." Jawab Hazel mengangguk.
"Apa penyihir bisa mengetahui keberadaan sihir saudara nya?" Ucap ku menatap Hazel serius.
"Seperti yang sudah ku katakan tadi Ella, mereka saudara kandung." Jawab Hazel menatap ku serius.
"Tapi kenapa dia nyariin bang Andara?" Tanya Neftaza tak mengerti.
"Mungkin kaisar yang menyuruh nya." Jawab ku tak sadar.
"Mampus sudah... Kalau memang beneran dia nyariin bang Andara karena suruhan kaisar, nyawa bang Andara dalam bahaya... Karena gak mungkin kaisar ngemaafin bang Andara karena kabur seenak nya, bahkan ini udah berbulan-bulan bang Andara pergi kan? Bang Andara kasihan banget ternyata ya." Ungkap Neftaza sedikit aneh, ia seperti mengasihani tapi seperti nya tidak juga.
"Terus apa hubungan nya sama kesatria Arendelle? Kenapa dia ikut ke sini? Gue makin bingung deh Nef... Perasaan baru kemarin Lo bilang bosen gak ada masalah, sekarang timbul masalah gara-gara doa elu deh..." Ucap ku menatap nya kesal.
"Gue mah gak tau kalau jadi gini, tau gitu gue milih yang gak ada konflik segala kayak gini." Balas nya cemberut.
"Bener-bener pusing kepala ku mendengar kalian seperti anak kecil." Perhatian ku teralihkan, aku memandang Hazel yang terbang ke arah jendela kamar.
"Apa aku harus memeriksa apa yang mereka bicarakan? Sepertinya akan lebih mudah jika aku yang pergi ke sana." Tukas Hazel yang masih terbang menatap ke arah perkemahan pangeran Reverdine dari balik jendela kamar Neftaza.
"Kemungkinan nya kecil, jika aku tak menggunakan sihir apapun." Ucap nya menoleh ke arah ku.
"Tapi, bagaimana jika kau tertangkap Hazel?" Ucap Neftaza, terdengar suara langkah kaki nya mendekat ke arah kami berdua.
"Hemm... Jika aku tertangkap, kau bisa membantu ku melewati naga kalian." Ucap nya menatap kami berdua bergantian.
"Walau pun kami bisa memanggil nya, kita tak bisa menjamin apa yang akan mereka lakukan jika mereka menangkap mu Hazel." Ucap ku serius.
"Apa kau melupakan sesuatu? Aku pangeran peri, aku tak selemah itu. Lagi pula aku memiliki racun yang sangat mematikan untuk mereka." Ucap nya menyombong kan diri, ia tersenyum.
"Apa kau yakin?" Ucap Neftaza ragu, aku mengangguk.
"Kalian bisa mengawasi ku di halaman depan, bukan nya kalian memiliki senjata yang lebih cepat dari pada sihir? Ingat lah itu... Jika suasana di sana menjadi berisik berarti aku tertangkap, tapi jika tidak ada pergerakan apapun aku selamat." Jelas Hazel serius.
__ADS_1
"Lalu, jika kau keluar dari pelindung apa kau bisa masuk kembali dengan mudah?" Ucap ku di angguki Neftaza.
"Tenang, aku sudah pernah berada di sini... Tempat ini tetap terlihat sama ketika aku keluar dari area mantra pelindung." Ucap nya lagi.
"Sebaiknya kau baik-baik saja Hazel..." Ucap kami berdua bersamaan.
"Kalian mengenal ku, aku tak akan mengecewakan kalian." Ucap nya tersenyum mengangguk.
"Baik lah, aku akan menyiap kan racun ku sekarang." Ucap nya seraya terbang ke arah meja samping tempat tidur, kemudian ia masuk ke dalam sebuah tas yang sudah menjadi tempat nya bersembunyi.
Tampak ia masuk ke dalam nya, dan mengambil beberapa kantong kecil yang sudah ia letakkan di tali pinggang nya. Kemudian ia kembali terbang ke arah kami berdua dengan tatapan yang sangat meyakin kan.
"Aku sudah siap..." Ucap nya, ia terbang ke arah pintu. Kami berdua mengikuti nya dengan segera.
Sesampai nya di halaman depan, kami berdua berhenti seraya mengeluarkan beberapa senapan yang kami letakkan di atas sebuah meja yang sudah berada di sana beberapa waktu lalu.
"Aku pergi..." Ucap Hazel, kemudian ia terbang dengan kecepatan penuh.
Aku mengeluarkan teropong seraya mengikuti kepergian Hazel dengan waspada, ia sudah masuk ke dalam pohon besar itu setelah nya aku belum menemukan ia lagi.
"Gue gak ngelihat dia lagi..." Ucap ku seraya menurunkan teropong itu di atas meja.
"Kita harus selalu waspada..." Balas Neftaza serius, aku mengangguk menatap nya.
Sudah sepuluh menit kami menunggu, kami berdua tak melihat keributan tapi tak juga melihat Hazel kembali.
"Gue tau dia jenius, tapi kenapa lama begini? Apa obrolan mereka selama ini?" Ucap Neftaza sedikit cemas.
"Santai aja, dia pasti lagi fokus ngedengerin cerita mereka." Balas ku santai, tapi sebenarnya aku tak sesantai kelihatan nya.
_
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️