TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 103


__ADS_3

Ku tatap seseorang yang duduk sendirian bersandar di sebuah batu besar di bawah pohon besar, dengan pakaian yang sedikit buruk berwarna hitam yang penuh dengan debu. Seseorang itu adalah kakek tua yang memiliki rambut berwarna hitam, dengan beberapa helai berwarna putih sedikit gondrong.


Tampak Hasper turun dari kuda beranjak berjalan ke arah kakek tua itu, ia menundukkan tubuh nya seraya memberikan satu bungkusan yang berisi ubi rebus kepada kakek.


Kembali ia beranjak berdiri berjalan ke kudanya, namun kakek itu memanggilnya.


"Dengar lah nak, kalian akan menemukan sesuatu yang kalian cari tepat pada waktunya." Ungkap kakek tua itu seraya membuka bungkusan dan langsung memakannya.


Kami cukup lama memperhatikan kakek itu yang sibuk memakan ubi rebus dengan lahap. Cukup lama menunggu, akhirnya kami memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan.


Tak jauh pergi dari tempat kami menemukan kakek tua, tanpa sengaja aku menoleh ke belakang dan tidak menemukan kakek itu di sana. Aku sedikit terkejut tentang apa yang ku lihat, terlalu banyak misteri ketika berada di tempat ini.


Kembali aku menatap ke depan, tampak Hasper juga menoleh ke belakang begitupun yang lain. Kami melanjutkan perjalanan dengan terdiam tanpa mengeluarkan sebuah kata sedikit pun.


Aku melihat Hazel terbang keluar menghampiri ku, tampak ia terbang di hadapan ku dengan pandangan matanya menatap ku lekat.


"Apa kau melihatnya?" Ungkap Hazel yang membuat ku sedikit bingung.


"Saat kau terbangun, aku pun terbangun..."Ungkapnya lagi.


"Itu kebenaran, bukan karena aku bermimpi?" Ungkap ku memastikan nya.


Hazel mengangguk dan terbang kembali ke dalam tas yang di bawa Casper. Aku sedikit mengerti sekarang, aku tidak bermimpi namun itu benar nyata apa adanya. Namun siapa yang membuat ku berpikir jika aku hanya berhalusinasi atau bermimpi?


Apa tujuan mereka menyembunyikan kuda dan mengembalikan nya lagi ke kami? Sepertinya ada motif di balik ini semua. Ini adalah hutan yang sangat aneh.


_______


Terlihat sinar matahari mulai menghilang di ufuk barat, kami sama sekali belum menemukan tempat apapun di dalam perjalanan kami.


Selama seharian penuh kami benar-benar mencari sebuah tanaman bunga mawar api hitam, namun kami sama sekali tak menemukannya.


Ku arahkan pandangan mata ku ke sekitar hutan, tampak dari kejauhan aku melihat bunga mawar hitam yang sedang berbunga di sana.



"Apa yang kau lihat?" Ungkap Casper yang mengejutkan ku.


"Aku hanya melihat bunga mawar hitam di sana..." Ungkap ku seraya menunjuk ke arah pohon yang terdapat bunga mawar hitam.

__ADS_1


Tampak mereka bertiga memperhatikan bunga mawar hitam itu dengan saksama. Tiba-tiba Hazel terbang keluar ke arah bunga mawar itu, ia memeriksa apakah bunga itu memiliki sihir atau tidak.


Namun ia menatap kami dengan menggelengkan kepalanya dan terbang kembali ke arah kami.


"Itu hanya bunga mawar hitam biasa..." Ungkap nya seraya duduk di pundak Casper.


"Kita harus mencari tempat untuk beristirahat..." Ungkap Hasper yang mulai menarik tali kudanya.


Jika saja kuda bisa berbicara mungkin ia akan mengeluh karena kami sudah menunggangi nya selama dua hari penuh dengan sedikit beristirahat.


Mungkin jika benar-benar mereka bisa berbicara aku akan bertanya kemana mereka pergi menghilang tadi malam. Aku sangat penasaran.


Tak jauh dari tempat kami menemukan bunga mawar hitam, terdapat sebuah pepohonan yang sangat rindang membentang luas di hadapan kami, aku bisa melihat bahwa pohon itu seperti menutupi suatu tempat yang sulit kami lihat dari sisi mana pun.


Hasper bergegas turun untuk masuk ke dalam pohon itu di temani dengan Casper yang mengikuti nya dari belakang.


"Gue penasaran, ayok lah..." Ungkap Neftaza yang mengajak ku untuk masuk ke dalam.


Aku dan Neftaza turun mengikuti mereka berdua yang sudah masuk ke dalam rimbunan pohon, sesekali aku menyingkirkan ranting daun yang menghalangi pandangan mata ku.


Beberapa puluhan pohon berada di hadapan kami berdua tanpa memperlihatkan keberadaan Hasper dan Casper. Kami kebingungan tidak bisa melihat mereka di manapun. Tempat ini cukup terang, namun anehnya darimana penerangan itu? Bukankah seharusnya sekarang malam?


Bulan?Bulan tidak bersinar seterang ini, bahkan jika bulan bersinar seterang ini apakah ia akan mampu masuk ke dalam pepohonan yang sangat rimbun? Seharusnya apa yang kami lihat bisa di bilang mirip matahari akan segera terbit bukan?


Aku menatap Neftaza yang juga berpikir hal yang sama seperti ku.


"Kita masih di benua yang sama kan?" Ungkap Neftaza lagi.


"Mungkin..."


Kami terpaksa berjalan lebih masuk mencari mereka berdua yang hilang entah kemana, semakin lama kami berjalan semakin luas pula pepohonan yang berada di depan kami.


Sepanjang apa yang kami lihat hanya terdapat pepohonan yang sangat luas, bahkan semua pohon terlihat sangat mirip.


"My lord, itu adalah ilusi."


Terdengar Zu berbicara di pikiran ku.


"Kalian berada di tempat lain... mereka berdua terjebak di sebuah tempat yang sangat sulit kalian temukan, percayalah kalian bisa menemukan mereka."

__ADS_1


"Gunakan insting mu my lord."


"Ilusi? Kita terjebak?" Ungkap Neftaza yang tak mempercayai itu semua.


"Semacam sihir bukan? Ini memang sihir, tapi siapa yang iseng begini?" Ungkap Neftaza kesal.


"Entahlah."


"Kita harus mencari mereka berdua, jangan sampai kita berpisah ok."


Kami berdua fokus menatap sekeliling hutan untuk mencari keberadaan Hasper dan Casper yang hilang. Mereka berdua terlalu sering mengalami hal sial, pertama masuk di kandang serigala sekarang hilang entah dimana.


"Hati-hati, bisa saja mereka menipu kita..." Ungkap Neftaza dengan suara yang terdengar serius.


Kami sudah berkeliling selama beberapa jam, namun kami selalu berada di tempat yang sama sekalipun kami pergi berkilo-kilo meter. Memang sihir ilusi membuat kami sangat kesusahan.


Aku terduduk di atas tanah yang tertutup daun kering, dengan menatap Neftaza yang masih berdiri memperhatikan sekitar.


Tanpa sengaja aku menatap sebuah kilatan cahaya yang berasal dari salah satu pohon yang memiliki ukuran lebih besar daripada pohon yang lain, bahkan bisa di bilang itu adalah satu-satunya pohon yang paling besar dari pohon yang lain. Kenapa aku baru sadar sekarang?


Aku beranjak berdiri seraya berjalan menghampiri Neftaza yang berada di hadapan ku.


"Lo sadar gak?"


Ia terlihat kebingungan karena pertanyaan ku.


"Dari tadi kita muter-muter gak nemuin apapun tapi ternyata sesuatu yang beda berada di hadapan kita.!"


"Maksud Lo apaan sih?" Ungkapnya dengan mengeluarkan ekspresi kebingungan.


"Liat itu, pohon nya beda..." Ungkap ku seraya menunjuk ke arah pohon yang berada tak jauh dari kami berdiri.


"Oh, pohonnya lebih besar daripada yang lain." Ungkapnya santai, belum sadar dengan apa yang ia bicarakan.


_


_


_

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...


❤❤❤


__ADS_2