TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 64


__ADS_3

Terdengar seseorang masuk tanpa mengetuk pintu.


"Kapan kita pergi..?! Aku mengkhawatirkan Hazel..." Ungkap Neftaza seraya duduk kesal.


"Tenang lah... Aku sudah menyuruh Zu mencarinya,,,."


"Sampai kapan?!"


"Lo tau keadaan Abang kita, Lo pikirin juga mereka... Gue tau Lo khawatir sama Hazel kita semua juga khawatir sama Hazel..." Ungkap ku kesal.


"Gue bisa cari dia sendiri..." Ungkapnya marah pergi meninggalkan ku.


"Please deh... Lo masih pincang Rianda..." Teriakku menatap tajam ke arahnya.


Kenapa sih di saat-saat seperti ini semuanya jadi semakin rumit, yang Hazel hilang lah, semuanya jadi kacau.


"Ah... kesel gue..."


Duduk aku di tempat tidurku dengan menahan amarahku.


------------


Aku hendak menemui Neftaza di kamarnya, namun aku mendengar dari bibi Lena bahwa Neftaza tidak ada di kamarnya.


"Apa yang terjadi?"


Ungkapku tergesa-gesa bercampur marah.


"Nona Neftaza tidak ada di kamarnya nona, ia menghilang..." Ungkap bibi Lena cemas.


Aku masuk ke dalam kamar Neftaza dengan terburu-buru, aku membuka pintu kamarnya namun tidak ada Neftaza, ternyata dia benar-benar pergi.


Dasar keras kepala.


"Baiklah bibi,,, biar aku yang mencarinya dan tolong bibi katakan kepada saudara laki-laki saya bahwa saya akan mencari Neftaza..." Ungkapku tergesa-gesa...


"Tapi nona..." Terdengar teriakan dari bibi Lena.


Ku langkahkan kakiku berlari menelusuri lorong istana untuk mencari Neftaza. Aku menuruni beberapa tangga sebagai penghubung pintu keluar, karena istana ini berbentuk tingkat aku harus menuruni anak tangga yang jumlahnya sangat banyak. Melelahkan.


Sesekali pandangan para elf yang ku temui membuat ku sedikit takut, karena pandangan mereka seperti melihat musuh saja.


Ah,,, abaikan saja.


Aku bertemu dengan pangeran Deffin di depan pintu keluar, ia menanyakan kemana aku akan pergi. Namun akhirnya aku hanya bisa permisi dan langsung pergi meninggalkan nya.


Aku berjalan dengan tergesa-gesa menelusuri hutan itu dengan hati-hati, bisa saja Neftaza masih berada di sekitar sini. Ku ikuti jalan setapak yang menuju ke perbatasan wilayah Elf dengan wilayah para Orc itu. Cukup lama aku berjalan karena jarak nya lumayan jauh.



Ku tatap keadaan sekitar yang membuat ku merasa sedikit takut karena tempat ini sangat lah asing bagiku, namun anehnya lagi aku tidak menemukan binatang apapun. Apa mereka bersembunyi? Atau mereka tidak ada sama sekali?


Cukup lama aku berjalan memperhatikan keadaan sekitar, aku tidak menemukan jejak Neftaza sekecil pun.


"Kemana dia? Apa gua itu masih terlalu jauh?"


Ku keluarkan handphone ku dari dalam ruang dimensi, ku panggil Neftaza berharap ia menjawab ku. Berulang kali aku memanggilnya namun tidak ada jawaban sekalipun.


"Please... Angkat.." Ucapku gelisah seraya melihat sekeliling.

__ADS_1


"Ahhh... dia memang sangat keras kepala..."


Aku berlari dengan cepat agar segera menemukan Neftaza, aku sangat khawatir padanya. Ia memang cerdas tapi dia sedikit ceroboh.


Dua puluh menit sudah aku berlari mencari Neftaza, sesekali aku berhenti untuk mengembalikan nafasku yang tak beraturan.


"Di depan sana..."


Ungkapku segera berlari ke arah gua itu, aku berhenti di depan pintu gua dan masuk mencarinya.


"Neftaza..." Teriakku di dalam gua.


Sama sekali tidak ada yang menjawab ku, aku menelusuri gua itu namun aku tidak menemukan Neftaza maupun Hazel.


Aku duduk di atas bebatuan untuk mengistirahatkan tubuhku yang kelelahan karena berlari, keringatku bercucuran dengan nafasku yang masih tak beraturan.


"Huh...."


"Zu, *apa kau mendengar ku?!"


"My lord, aku menemukan Hazel pingsan di ranting pohon di wilayah Orc, ia sedang bersamaku sekarang."


"Benarkah? Lalu apa kau melihat Neftaza?"


"Aku melihatnya, dia datang ke gua itu my lord."


"Kemana dia pergi?"


"Ia pergi ke arah pegunungan tempat kalian di culik para Orc*."


"Kau terlalu gegabah Rianda..."


"*Apa Hazel baik-baik saja?"


"Dia baik-baik saja my lord, ia akan segera keluar menemui mu*."


Keluarlah Hazel dari pusaran sihir di hadapanku. Ia terbang ke arahku dan hinggap di telapak tanganku.


"Apa kau baik-baik saja Hazel?" Ungkapku menatapnya.


"Aku baik-baik saja Ela, maafkan aku tidak bisa membantu kalian saat di serang para makhluk menjijikan itu." Ungkapnya sedih.


"Tidak masalah, yang penting kita semua selamat."Ungkapku tersenyum menenangkan nya.


"Kenapa kepalamu terluka?!" Ungkapnya menatap lekat luka di kepalaku.


Aku menceritakan semua kejadian yang menimpa ku dan yang lain kepada Hazel, ia masih terus merasa bersalah.


"Itu bukan salahmu, kita harus mencari Neftaza..." Ia mengangguk dan terbang ke arah pundak ku. Ia duduk di sana.


Ku langkahkan kaki ku keluar dari dalam gua untuk mencari Neftaza.


"Lagi-lagi aku harus berjalan..." Ungkapku sedikit lesu.


"Aku bisa membuat mu terbang..." Ungkap Hazel.


"Benarkah? Boleh dong..." Ungkapku senang.


"Pikirkan hal yang menyenangkan, kau akan terbang..." Ungkapnya.

__ADS_1


Aku mengangguk.


Ia terbang ke atas ku, ia menaburkan sesuatu seperti bubuk peri ke seluruh tubuhku. Perlahan-lahan kaki ku terangkat dan aku terbang melayang di udara.


"Hahahaha aku terbang?!... Sulit di percaya..." Ungkapku kesenangan.


"Lebih baik kita cepat mencari Neftaza, Ela..."


Ungkapnya kesal seraya melipat kedua tangannya.


Sepertinya ia menyesal karena membuat ku terbang. Haha... sangat menggemaskan.


Kami terbang bersama untuk mencari Neftaza, tak butuh waktu lama kami sampai di dekat tempat Orc. Tampak dari kejauhan aku melihat Neftaza yang sedang kalang kabut mencari Hazel, ia seperti manusia mumi yang pincang. Aku terbang menghampiri nya.


"Kau bersembunyi di belakang ku ok..?!" Ungkapku memberi isyarat kepada Hazel sebelum kami turun menghampiri Neftaza.


"Apa yang kau lakukan?!" Ungkapku santai.


Ia tidak memperdulikan ku dan terus mencari Hazel.


"Woi, Lo budek ya?" Kesal ku karena dia mengabaikan ku.


"Diem deh Lo, berisik amat ..."


Aku heran kenapa dia masih menjawab ku dengan suara keras padahal tubuhnya sangat lemah dan kelelahan. Memang perempuan tangguh nih...


"Lo belum nemuin Hazel?" Ungkapku mencoba menggoda nya.


Lagi-lagi dia terdiam, sibuk mencari kesana kemari.


"Gimana Lo bisa nemuin Hazel, kalau Hazel sama gue... B*go lu mah..." Ungkapku kesal seraya melipat kedua tanganku angkuh.


Neftaza langsung berhenti dari kegiatannya dan menoleh ke arahku.


"Dimana dia.?!" Ungkapnya antusias.


"Tara..."


Hazel terbang ke atas, keluar dari tempat persembunyiannya.


"Aku sangat mencemaskan mu Hazel, kau darimana saja? Apa kau baik-baik saja?" Ungkap Neftaza senang seraya memeluk tubuh kecil Hazel.


"Kau mau membunuh ku?"


Suasana haru itu pecah karena teriakan Hazel.


"Aku mengkhawatirkan mu Hazel,,," Neftaza berbalik teriak melepaskan Hazel.


"Aku tau, tapi kau hampir membunuh ku..." Ungkap Hazel kesal.


Bagaimana bisa suasana jadi begini? Gak habis pikir aku tuh...


-


-


-


Jangan lupa like vote dan komen yah...

__ADS_1


❤❤❤


__ADS_2