TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 47


__ADS_3

Ku beranjak berdiri meninggalkan bebatuan itu, matahari sudah terbenam di ufuk barat tergantikan dengan malam yang dingin.


Dari kejauhan tampak sebuah sorot lampu yang dihasilkan sebuah kapal, mungkin itu adalah kapal yang di keluarkan Neftaza.


Aku menghampiri mereka, di saat itulah aku melihat mereka sedang menunggu ku di tepi pantai.


"El, Lo kemana aja sih? Dari tadi kami tungguin juga." Ungkap Neftaza sedikit kesal.


"Gue hanya jalan-jalan" Ungkapku datar.


"Ya udah deh, yang penting Lo udah di sini. mending kita cepat naik kapal." Ungkapnya seraya menunjuk sebuah kapal Equanimity.



Kapal yang sangat mengagumkan, itu adalah kapal yang di hadiahkan oleh kakek dengan dua puluh delapan kru yang khusus melayani kami.


Kami menghampirinya dengan menggunakan perahu kecil untuk sampai ke kapal Equanimity. Aku melihat beberapa kru kapal sedang menunggu kami untuk naik.


Bukankah mereka kru di masa depan kami? Apakah mereka sadar jika mereka berada di tempat yang berbeda? Entahlah...


"Gue juga kaget, kenapa kru itu ikut ke kapal kita." Ungkapnya yang melihatku sedikit kebingungan.


"Ohh,,, mungkin saat Lo ngeluarin kapal itu mereka pada di kapal." Ungkapku.


"Tapi gue juga gak ngerti, kenapa mereka gak kaget gitu sama kita." Ungkapnya lagi.


Kami mendekati kapal itu di bantu oleh para kru.


"Selamat datang nona.." Ungkap salah satu kru.


Kami sedikit terkejut ketika mereka tidak merasakan keterkejutan dengan kedatangan kami. Tapi ya sudahlah, bukankah itu bagus?


"Terimakasih.."Ungkapku seraya menaiki kapal di bantu oleh kru itu begitupun yang lain.


"Selamat datang di kapal Equanimity nona dan tuan, kami harap pelayanan kami membuat kalian merasa nyaman." Ungkap salah satu kru dengan sopan.


Kami berjalan memasuki kapal dengan serentak, aku mendengar mereka sangat mengagumi kapal ini. Ya jelas, kapal ini seharga 3,6 triliun rupiah, fasilitas nya super keren loh, beruntung banget kami yang punya hehe...


"Aku sungguh terperangah dengan kapal ini,,, Ini bukan mimpi bukan?" Ungkap putri Esmeralda senang.


"Kita akan berlayar, nikmati saja fasilitas yang ada di kapal ini." Ungkap Neftaza tersenyum ramah.


"El, gue mau ketemu nakhoda dulu..." Ungkapnya beranjak berjalan meninggalkan kami.


"Jangan sampai salah arah Lo ya.." Ungkapku memastikannya.

__ADS_1


"Tenang aja, kita bakal pulang dengan aman dan terjamin." Ungkapnya menghilang dari pandangan ku.


Kami memasuki ruang utama kapal Equanimity ini, tampak ruangan yang sudah lama tidak aku lihat.



Sebenarnya jika aku berada di dunia modern, aku jarang menggunakan nya karena aku tidak punya waktu untuk berlayar begitupun Neftaza.


"Bahkan ini lebih mewah dari ruang aula kerajaan ku..." Ungkap putri Gazelle.


Mereka duduk di sofa kemudian berdiri dengan cepat melihat dekorasi yang sangat berbeda dengan dekorasi yang pernah mereka lihat.


"Kursi ini sangat lembut.." Ungkap putri Esmeralda tersenyum lebar.


Para pangeran hanya melihat-lihat tanpa banyak berbicara. Aku meninggalkan mereka untuk beristirahat di kamar VIP.



"Huh aroma yang ku rindukan..." Aku menjatuhkan tubuhku di atas ranjang yang sangat lembut memanjakan kulitku.


Mataku terpejam, aku sangat kelelahan aku perlu tertidur sebentar.


Setelahnya, aku ingin mandi. Wah, bahkan aku merindukan acara berendam ku. Aku melepaskan pakaian ku dan masuk ke dalam bak yang penuh dengan susu dan bunga mawar kesukaan ku.


Aku memejamkan mataku untuk menikmati ketenangan yang tiada tara ini. Aku sudah berendam selama tiga puluh menit.


Aku beranjak berdiri mengambil handuk mandi ku. Aku keluar duduk di depan meja rias ku seraya mengeringkan rambutku.


Tok tok tok...


Terdengar seseorang mengetuk pintuku.


"Masuklah.." Ucapku seraya mengeringkan rambutku.


"Nona,,, nona Rianda berpesan bahwa akan mengadakan pesta, silahkan nona memakai gaun yang telah kami siapkan..." Ungkapnya seraya masuk membawa beberapa gaun di tangannya.


"Baiklah,,, letakkan gaun itu di sana." Ungkapku.


Ia meletakkan gaun itu di atas ranjang ku. Apa kalian tahu jika usiaku sebenarnya dua puluh tiga tahun di kehidupan modern, namun ketika kami berada di sini tubuh kami sedikit mengecil dan mereka bilang jika umur kami baru enam belas tahun. Sedikit membingungkan.


"Saya permisi nona.." Ungkapnya seraya menutup pintu.


Aku selesai mengeringkan rambutku, kemudian menghampiri gaun-gaun itu. Aku melihat gaun berwarna merah marron yang cantik, Neftaza memang tahu benar gaun kesukaan ku.


Aku melepaskan handuk yang ku kenakan, kemudian memakai gaun itu. Aku melihat ke cermin bagaimana penampilan ku saat ini. Ternyata aku sangat cantik, memuji diri sendiri wajib bukan? hehe...

__ADS_1


Gaun berwarna merah marron ini sangat cocok melekat di tubuhku, dengan bagian dada memperlihatkan bela**n dadaku, dan di bagian pahaku terdapat sedikit belahan yang membuatku terlihat se*y.


Aku merias wajahku secantik mungkin, dengan menggunakan lipstik berwarna merah marron. Tak lupa aku menggunakan high heels berwarna senada dengan rambutku terurai sepinggang.


Sentuhan terakhir aku menggunakan parfum mahal ku.


"Sempurna.." Ungkapku tersenyum.


Aku keluar pintu menuju ke ruang pesta, aku berjalan dengan elegan. Tampak para pangeran dan putri sudah berada di sana.


Mereka sedang menari dengan alunan musik DJ yang di mainkan oleh seorang kru kapal.


"El,,," Panggil Neftaza yang berada di belakang ku. Aku menoleh ke arahnya, tampak ia menghampiri ku dengan menggunakan gaun jauh lebih se*y di bandingkan denganku.


"Gimana penampilan ku?" Ungkapnya ketika ia berada di sampingku.


"Seperti biasa Lo cantik.." Ungkapku tersenyum.


Ia menggunakan pakaian berwarna Navy dengan high heels berwarna senada. Aku mencium bau parfum yang ia gunakan, memang type wanita se*y.


Kami berdua berjalan mendekati mereka.


"Hallo guys.." Ungkap Neftaza santai.


Mereka menoleh ke arah kami, dan mereka terkejut dengan penampilan kami yang begitu aneh? Haha... ekspresi mereka sedikit lucu.


Ku alihkan pandangan mataku ke arah putri Gazelle dan Esmeralda, mereka sedikit malu menggunakan gaun yang cukup se*y itu.


"Santai saja putri..." Ungkap Neftaza santai.


Mereka berdua mulai terbiasa dengan gaya hidup kami, begitupun para pangeran. Bahkan para Putri bangsawan juga memakai pakaian yang se*y namun hanya gaun kami yang sedikit berbeda.


Mereka kembali menikmati pesta dengan meriah, aku duduk di kursi bar dan meminum anggur merah ku. Aku mulai sedikit mabuk dan ikut menari di bawah lampu disco bersama mereka.


"Sangat menyenangkan bukan?" Ungkap Neftaza seraya menari di depanku.


"Kita udah lama gak ke bar kan? Ini nih yang kita kangenin." Ungkapnya lagi.


"Ya..." Teriakku menjawab nya.


Kami menari dan terus menari, bahkan para pangeran juga ikut menari dengan senangnya di dekat kami.


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2