
Ku tatap Hazel yang terbang menghampiri Neftaza, ia duduk di atas kayu yang berada di hadapan Neftaza. Aku bisa melihat keduanya sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting.
Sesekali aku melihat aktivitas para pangeran dan putri yang lain, mereka sibuk berdiam sendiri tanpa ingin mengucapkan sepatah kata apapun.
Aku membaringkan tubuh ku seraya menatap ke arah langit yang begitu menenang kan hati ku. Ku harap, malam ini tidak turun hujan.
Aku memejamkan mata ku untuk sesaat, aku merasa kelelahan dengan semua hal yang ku lakukan hari ini.
"Bisakah sehari saja kami tak memiliki masalah? Aku ingin bersantai walau hanya sesaat..."
____________
Aku terbangun merasakan benda berat berada di atas perut ku, aku menatap tangan seseorang yang membuat ku terbangun.
Kebiasaan banget nih anak...
Aku membuka mata ku perlahan, aku memerjap kan mata ku untuk menatap ke sekitar, aku terduduk seraya mengangkat kedua tangan ku.
Hari masih begitu gelap, ku arahkan pandangan mata ku menatap ke jam tangan ku yang menunjukkan pukul lima pagi.
Aku menatap ke sekitar, aku tak menemukan pangeran Felis di tempat nya. Kemana dia?
Aku beranjak berdiri dengan hati-hati untuk mencarinya. Aku berjalan ke arah Utara hutan, entah kenapa aku mempunyai firasat bahwa Felis berada di suatu tempat di arah yang sama dengan ku.
Sesekali aku menoleh ke belakang untuk memastikan tidak ada siapapun yang terbangun, dengan perlahan aku kembali berjalan tanpa menghiraukan apapun.
Tunggu, aku tak merasakan sakit di kaki kiri ku...
Ku gerak kan tubuh ku sedikit berjongkok, aku membuka perban yang melekat di kaki ku dengan perlahan. Aku sangat bingung, luka ku hilang tanpa membekas. Maksud ku seperti aku tak pernah terluka sedikit pun.
Apa ini kerjaan Zu atau Hazel? Ah yang pasti salah satu dari mereka berdua...
Aku kembali berjalan ke arah yang sama, tak jauh dari tempat ku berdiri aku melihat seseorang sedang duduk di atas sebuah batu yang menghadap ke depan.
"Itu pangeran Felis kan?"
Aku hanya bisa melihat postur tubuh nya yang sangat mirip dengan Felis, tapi aku sangat yakin jika itu benar-benar dia. Dengan perlahan aku berjalan menghampiri nya, aku berpikir untuk mengejutkan nya.
Ahh... Aku bukan anak kecil.
"Apa yang kau lakukan di sini pangeran?" Ucap ku menatap nya lekat.
Ia menoleh ke arah ku dengan tatapan hangat nya.
"Aku hanya terbangun putri..." Ucap nya seraya turun menginjak kan kaki nya di atas tanah.
__ADS_1
"Lalu apa yang kau lakukan di sini putri?" Ucap nya lagi.
"Aku mencari mu.... Emm, maksud ku aku tak melihat keberadaan mu di tempat mu..." Ucap ku sedikit gelagapan.
Ia hanya terdiam menatap ku tersenyum.
"Lebih baik kita kembali pangeran..." Ucap ku seraya berbalik berjalan ke arah perkemahan.
Namun tangan ku tiba-tiba di tarik pangeran Felis, membuat ku berbalik menatap nya tanpa tau apa yang membuat nya menarik ku.
"Ada apa pangeran?" Ucap ku tak mengerti.
"Kau terlihat sangat cantik dari dekat putri..." Ucap nya yang mendekatkan wajah nya ke wajah ku. Aku memberontak, namun ia memegangku dengan erat.
Tenanglah...
"Aku memang cantik bukan?" Ucap ku tersenyum kepada nya.
Ia semakin mendekatkan wajahnya, aku semakin khawatir tentang apa yang akan dia lakukan pada ku.
"Apa kau ingin mencium ku pangeran?" Ucap ku tanpa sadar, membuat nya tersenyum menjauhkan wajah nya dari ku.
"Apa kau harus bersikap seperti itu putri, kau sangat lucu?" Ucap nya yang menertawakan diri ku.
"Apa kau kecewa putri?" Terdengar suara nya yang berjalan menghampiri ku.
"Tidak, lagi pula aku hanya bercanda..." Ucap ku dengan nada datar.
"Bercanda? Kau berhasil menipu ku putri..." Ucap nya yang sudah berjalan di samping ku.
Aku berhenti, menatap nya yang berjalan mendahului ku.
"Pangeran..." Panggil ku...
Ia berhenti dan menoleh menatap ku.
"Aku akan pergi suatu saat nanti, ku harap kau benar-benar tak menyukai ku..." Ucap ku serius menatap nya.
Aku kembali berjalan meninggalkan nya ke arah perkemahan, aku bisa melihat bahwa ia hanya terdiam berdiri tak mengerti apa yang aku maksud kan.
Maafkan aku...
__________
Hangat, itulah yang ku rasakan saat sinar matahari menyentuh kulit ku. Aku menatap ke sekitar dengan hembusan angin pagi yang mulai bertiup dengan kencang.
__ADS_1
Aku menatap mereka semua yang sedang sibuk dengan kegiatan nya masing-masing. Aku menatap pangeran Felis yang sedang berbicara serius dengan Hasper.
Ia menoleh menatap ku dengan tatapan aneh, dengan cepat aku mengalihkan pandangan mata ku ke arah lain.
"Hazel..." Panggil ku menatap Hazel yang sedang duduk di atas sebuah kayu yang berada di dekat Neftaza.
Ia menoleh ke arah ku seraya terbang menghampiri ku.
"Apa kau yang menyembuhkan luka di kaki ku?" Ucap ku penasaran.
"Hemmm.... Sepertinya..." Ucap nya yang sedikit bingung.
"Ku rasa kau tidak akan merasakan sihir hitam di perjalanan kita nanti..." Ucap ku tersenyum menatap nya.
"Apa kau yakin? Jika benar syukur lah..." Ucap nya yang kembali terbang ke arah Neftaza.
Kami kembali berjalan meninggalkan tempat perkemahan, kami akan pergi mencari desa terdekat untuk mencari penginapan. Setidaknya kami harus menginap di tempat yang layak untuk malam ini.
Aku berjalan di samping Cristaldy yang sedang menatap lurus ke depan, sesekali aku menatap Darren yang menatap ku dengan tatapan aneh. Aku tau dia menyukai ku, namun aku harus apa? Aku tak ingin membuat perasaan nya semakin tumbuh ketika aku tau, aku akan pergi suatu saat nanti.
Aku membenci hal ini...
"Apa kau menyukai ku putri?" Bisik Cristaldy yang membuat ku menatap nya kesal.
"Lalu, kenapa kau selalu mendekati ku? Ah... Aku memang pria yang tampan..." Ucap nya yang begitu narsis.
"Haha... Kau memang tampan... Dasar narsis..."
Ku alihkan pandangan mata ku menatap fokus ke depan, aku bisa merasakan jika kami berada di tempat yang tak jauh dari pemukiman warga. Karena aku melihat jejak langkah kaki yang terlihat berkerumunan berjalan ke arah depan.
Mata ku teralihkan oleh Felis dan Hasper yang tengah mengobrol seraya berjalan beriringan, sesekali Felis menggerak kan tangan nya seperti sedang menunjukkan sesuatu. Mereka sedang membuat rencana tentang suatu hal yang tidak ku mengerti.
"Zu, apa kau bisa melihat ayah ku dan yang lain nya?"
"Mereka baik-baik saja putri, percayalah padaku..."
_
_
_
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
❤❤❤
__ADS_1