TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 169


__ADS_3

"Lalu kenapa kau sampai terluka parah sampai seperti itu? Bukan kah artinya kau begitu ceroboh Hazel?" Tanya Neftaza telak, raut wajah Hazel berubah menjadi malu tak seperti sebelum nya yang terlihat sangat angkuh.


"Hemmm... Setelah aku mencampur kan racun ke dalam makanan mereka tak sengaja aku menjatuh kan sebuah gelas yang ku gunakan sebagai tempat persembunyian ku... Dan pada akhir nya aku terpaksa membuat mereka semua keracunan serbuk asap ku." Jawab nya, ia berubah menjadi serius kembali.


"Lalu pada akhirnya kau ketahuan bukan?" Sambung ku, ia menatap ku dengan tatapan aneh.


"Ya, pangeran Reverdine Bleferald melihat ku ia berusaha menyihir ku, namun aku bisa mengelak hanya saja sayap ku patah karena sihir itu." Ucap nya menunduk kan kepala nya.


"Tapi syukurlah kau baik-baik saja." Ucap putri Gazelle dan putri Esmeralda bersamaan.


"Hemmm.... Aku masih tak mengerti kenapa roh kegelapan itu menyamar sebagai pangeran Casper?" Tanya pangeran Crystaldy menatap kami semua bergantian.


"Karena pada saat itu kita lah pendatang baru di desa pemberontak." Jawab Hazel cepat.


"Apa beda nya dengan penduduk asli desa tersebut?" Tanya putri Gazelle serius.


"Desa pemberontak itu mempunyai pelindung, jika tak di izinkan masuk maka ia tak akan bisa masuk. Mungkin ada dimana Casper berada di luar desa itu sendirian, dan setelah Casper sampai di penginapan roh kegelapan itu menyamar sebagai diri nya, tapi aku tak mengetahui siapa seseorang yang membawa Casper ke dalam gudang seperti yang di ceritakan pangeran Darren." Jelas Hazel serius, seraya ia menatap ke arah pangeran Darren dengan lekat.


"Jadi maksud mu roh kegelapan itu pada awal nya menempel di tubuh pangeran Casper, begitu?" Ucap putri Esmeralda. Hazel mengangguk.


"Untuk masalah orang yang membawa pangeran Casper ke gudang, berarti salah satu dari mereka adalah sekutu dari kekaisaran." Sambung pangeran Crystaldy, dan di angguki oleh Hazel.


"Ya kau benar pangeran, untuk sekarang kita memang harus lebih waspada apalagi yang kita lawan bukan lah makhluk biasa." Jawab Hazel tegas, ia terlihat berwibawa sekarang.


"Jadi mereka tak memiliki alasan untuk menyamar menjadi siapapun?" Tanya ku.


"Entah lah... Mungkin bisa jadi memang tidak ada alasan, tapi aku juga tidak bisa menyimpulkan jika itu tidak ada alasan untuk menyamar menjadi siapapun." Jawab Hazel lagi.

__ADS_1


"Baik lah... Kami mengerti sekarang." Jawab pangeran Darren, kami semua mengangguk menyetujui ucapan nya.


"Pangeran, apa yang terjadi kepada mereka setelah keributan itu?" Tanya ku, aku menatap ke arah pangeran Crystaldy yang sedang membicarakan sesuatu kepada pangeran Darren. Detik kemudian ia menoleh menatap ke arah ku.


"Mereka membuat tenda baru di sebelah tempat itu, seperti nya dari mereka banyak yang meninggal dan sebagian terluka parah." Jawab pangeran Crystaldy serius.


"Dan tadi pagi mereka seperti nya sudah mengubur jasad mereka di samping perkemahan itu..." Sambung nya lagi.


"Sepertinya pangeran Reverdine Bleferald juga manusia..." Jawab Neftaza santai, ia mengucapkan kalimat itu tanpa merasa bersalah.


Saat ku arah kan pandangan mata ku menatap ke depan mansion melewati kaca-kaca rumah, aku melihat sekumpulan orang yang menunggangi kuda berhenti tepat di depan halaman mansion, itu adalah perbatasan pelindung mansion ini.


Ku langkah kan kaki ku dengan cepat keluar dari mansion dan menatap mereka yang menatap ke arah mansion dengan tatapan yang aneh.


"Apa arti tatapan itu?" Gumam ku pelan.


Sekumpulan orang itu berhenti cukup lama di tempat nya dengan diam, pemimpin dari kumpulan itu bergerak meninggal kan Padang rumput ke arah Utara dengan cepat.


"Mau kemana mereka? Apa yang pangeran Reverdine Bleferald rencanakan sekarang?" Ucap putri Gazelle dengan geram.


"Bukan kah itu tempat pergi nya tuan Fegis?" Ucap pangeran Crystaldy, aku menoleh ke arah nya.


"Sepertinya mereka memang sedang mencari Abang mu Ella..." Ucap Hazel serius.


"Dengar kan aku..." Ucap ku berbalik menatap mereka semua.


"Aku tak bisa menghubungi pangeran Hasper dan yang lain, dan sekarang pangeran Reverdine sedang melakukan perjalanan ke arah Utara dan itu adalah tepat dimana tuan Fegis berada." Jelas ku dengan serius menatap mereka semua.

__ADS_1


"Aku berpikir kita harus menyusul mereka semua, aku tau ini baru hari ke lima mereka melakukan perjalanan bukan? Tapi kita harus merencanakan sesuatu dari sekarang, dan aku juga tak ingin salah satu dari kita menjadi terluka karena hal ini."


"Tapi, bagaimana jika ini adalah jebakan? Kita tak tahu kenapa pangeran Hasper dan yang lain tidak bisa di hubungi, mungkin bisa jadi itu karena keadaan mereka yang jauh dari kita atau mungkin saja hal lain. Tapi kita tak bisa memutuskan untuk pergi mencari mereka, karena ini belum saat nya kita pergi putri..." Jawab putri Gazelle.


"Aku mengerti, tapi dengan situasi saat ini kita tak bisa melakukan apa yang mereka katakan bukan?" Ucap ku serius.


"Lalu, apa Lo pikir kita akan berpencar untuk mencari mereka Ella? Apa Lo gak berpikir itu malah bisa ngebahayain kita semua? Coba deh Lo pikir, kita gak tau apa yang akan terjadi ke depan nya dan Lo malah berpikir dengan pikiran yang notaben nya sangat gegabah? Lo gak waras?." Balas Neftaza kesal, aku hanya menatap nya tak mengerti.


"Benar kata Neftaza, kita harus mengikuti apa kata mereka. Bukan kah kau bilang akan menyusul mereka jika mereka tak pulang pada hari ke tujuh? Jika mereka memang tak sampai di sini pada saat itu, kita akan pergi mencari mereka dalam keadaan apapun." Jawab Hazel lagi.


Aku menatap mereka semua, mereka setuju dengan perkataan Hazel. Dan pada akhir nya aku terpaksa menahan perasaan khawatir yang menyerang ku dengan cepat.


"Baik lah... Aku akan mengikuti perkataan mereka." Ucap ku mengangguk.


"Lebih baik kita mempersiapkan diri untuk hari esok..." Ucap putri Gazelle.


Aku mengangguk. Aku melenggang pergi meninggalkan mereka semua, aku berjalan ke arah kamar ku untuk menenangkan diri ku yang di landa keraguan dan kecemasan.


Tak semudah itu untuk bertahan tidak menyusul mereka sekarang, tapi jika itu demi kebaikan kami semua aku harus berusaha untuk tenang dan tetap fokus agar semua nya tak menjadi sia-sia.


Aku memutuskan untuk berlatih dengan giat selama dua hari ke depan, aku berharap aku tak menggunakan tubuh ku lagi untuk mencari mereka. Aku hanya berharap mereka kembali pulang tepat waktu dan dalam keadaan selamat tanpa kekurangan apapun.


_


_


_

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2