TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 42


__ADS_3

Beberapa ratus meter lagi kami akan keluar dari alam kekuasaan naga sialan itu. Tapi makhluk-makhluk yang mengejar kami menghambat perjalanan kami.


Hiu-hiu yang sudah berada di dekat speed boat mulai menabrakkan tubuhnya sehingga membuat kami sedikit kesusahan untuk menembak mereka. Bahkan Neftaza sedikit kesulitan mengemudikan nya.


"Gue keg naik roller coaster, pusing kepala gue.." Ungkap Neftaza dari dalam.


"Ini roller coaster alami guys." Teriakku menjawab pernyataan nya.


"Lo bisa kagak sih nembak itu hiu, biar gue lancar larinya.." Ungkap Neftaza sedikit bercanda.


"Susah kampr*t, hiu nya segede gentong jadi susah matinya." Ungkapku menjawab pernyataan absurdnya.


Dor dor dor...


Aku menembak hiu yang membuat Speed boat kami hampir terbalik. Aku berhasil menjauhkan beberapa hiu. Namun serangan dari udara membuat kami kewalahan.


"Tahan sebentar, kita akan keluar." Ungkap Neftaza lagi.


"Ela, tembak hiu yang berada di samping Speed boat itu." Teriak pangeran Casper ke arahku seraya fokus menembak ke arah burung-burung itu


Aku menembak nya, namun aku sedikit terlambat. Hiu itu membuat speed boat kami sedikit bocor.


"Cepat Neftaza,, Speed boat kita bocor." Teriakku membuat semua orang terkejut.


"Ahhhhkkk..." Teriak Neftaza frustasi.


"Putri Gazelle, tembak ke hiu itu aku akan membantu Neftaza." Ungkapku seraya beranjak masuk ke dalam untuk membantu Neftaza.


"Sebentar lagi..." Teriakku frustasi melihat pintu keluar dari cahaya itu.


Tunggu, cahaya itu mulai memudar apakah kekuatan mereka kembali? Aku merinding melihat cahaya itu mulai hilang.


"Cepat Nefta,,, gue gak mau mati di sini." Teriakku menggoyangkan tubuhnya.


"Lo bisa diem kagak sih." Teriaknya marah. Aku menarik tanganku dari tubuhnya.


"Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua, satu." Teriak Neftaza seraya menambah kecepatan nya.


Cling...


Cahaya itu menyilaukan mata kami sehingga kami harus menutup mata. Kami membuka mata tampak di depan kami sebuah pulau yang cukup besar.


"Akhirnya kita berhasil keluar.." Teriak ku seraya meloncat-loncat karena merasakan kebahagiaan yang tiada tara begitupun yang lainnya. (Wah lebay... hehe).


"Kita keluar...!" Teriak mereka senang.


Kesenangan kami tiba-tiba menghilang karena Speed boat yang kami tumpangi tenggelam membuat kami harus keluar dari Speed boat dan berenang ke arah pulau itu.


"Nj*r..." Teriak Neftaza marah karena situasi yang membuat kami harus berenang seratus meter menuju pantai pulau itu.

__ADS_1


Hosh hosh hosh... Terdengar suara nafas yang kelelahan karena berenang. Kami semua berbaring di atas pasir pantai.


"Kita benar-benar berhasil keluar dari alam kekuasaan mereka bukan?" Ucap putri Esmeralda masih tak percaya.


"Kita benar-benar keluar dari alam kekuasaan mereka." Teriak pangeran Cristaldy senang.


"Wah, aku tak menyangka jika kita bisa keluar dengan selamat." Ungkap putri Gazelle.


"Ini berkat kalian putri." Ungkapnya lagi melihat ke arah ku dan Neftaza.


"Santai saja." Ungkap Neftaza.


Aku terduduk karena teringat sesuatu.


"Nef, dimana Hazel?" Teriakku membuat yang lain khawatir.


"Tenang, Hazel di dalam ruang dimensi gue." Ungkapnya santai.


"Huh,, syukurlah..." Ungkapku seraya memegang dadaku.


"Lo nonton "the law of the jungle" kan?" Ucapnya seraya duduk menghadap ku.


"Ya, gue nonton.. kenapa?"


"Gue dari dulu ngefans sama acara itu, dan sekarang kita berada di sini, bukankah menyenangkan jika kita berpetualang sekali lagi?" Ungkapnya tersenyum.


"Kita punya segalanya, ngapain repot-repot." Ungkapku kesal.


" Apa Lo sehat, gue pengen cepet-cepet balik Lo malah pengen tinggal di sini." Ungkapku kesal.


"Ish, please lah..."Ungkapnya memohon.


"Terserah yang lain.." Ungkapku pasrah.


"Gege, kita berpetualang di sini sebelum kita kembali ke kerajaan yah..." Ungkapnya memohon seraya menghampiri pangeran Hasper dan pangeran Casper.


Akhirnya mereka semua mengangguk menyetujui usulan Neftaza.


"Yeyy.." Teriaknya puas.


"My lord, selamat kalian telah berhasil keluar dari alam kekuasaan mereka.." Terdengar suara Zu berbicara di dalam pikiranku.


"*Wilayah kerajaan kalian dari pulau sangat jauh my lord. Mungkin memerlukan waktu satu harian penuh menggunakan kapal untuk menuju ke benua tempat tinggal kalian."


"Sejauh itu?"


"Benar my lord. Kalian keluar dari ujung alam kekuasaan mereka dan itu letaknya sangat jauh dari benua tempat tinggal kalian."


"Apa pulau tempat kami berhenti ini tidak berbahaya untuk nyawa kami?"

__ADS_1


"Tenanglah my lord, pulau itu tidak membahayakan kalian."


"Baguslah, aku sedikit merasa tenang*."


Syukurlah aku dan Zu bisa berkomunikasi lagi. Tapi aku masih tak habis pikir kenapa kami bisa terjebak di pulau yang sangat jauh jaraknya dengan benua tempat tinggal kami?


Aku memang berada di dunia fantasi, semua bisa terjadi tanpa bisa ku prediksi. Ku arahkan pandangan mataku ke lautan, tampak air yang berwarna hijau zamrud berkilauan terkena sinar matahari. Hal yang baru kami alami hilang tanpa jejak. Seperti sihir, hanya kami yang bisa merasakannya.


Kembali ku arahkan pandangan mataku ke belakang pantai, tampak mereka sedang berteduh di bawah pohon rindang. Aku menghampirinya.


Ketika aku berjalan, aku melihat sebuah pohon kelapa yang cukup rendah. Sehingga aku berjalan ke arah pohon kelapa itu. Aku mengambil sebuah pisau kemudian meraih kelapa-kelapa itu dan memotong dari tangkainya.


Kelapa-kelapa itu jatuh di pasir putih, syukurlah aku mendapatkan sepuluh kelapa dari satu pohon ini.


Aku memanggil yang lain untuk menghampiri ku.


"Kalian, kemarilah..." Panggilku ke arah mereka.


"Wah,,, buah apa itu?" Ungkap putri Gazelle mendekati ku.


"Apa kau tidak tahu itu buah kelapa putri?" Tanya Neftaza terkejut.


Mereka semua menggeleng.


"Haha,,, memang luar biasa." Ungkap Neftaza lagi.


"Ini adalah buah kelapa, memiliki banyak manfaat untuk kesehatan maupun kecantikan." Ungkapku seraya membuka kelapa itu dengan kapak.


"Lihatlah caraku membuka kelapa ini." Ungkapku seraya membuka kelapa kemudian aku meminumnya dan memberikan kapak kecilnya kepada pangeran Hasper untuk membuka kan kelapa kepada yang lain.


"Minumlah,,," Ungkap Neftaza seraya mengangkat kelapa ke atas begitupun yang lain.


"Wah,, air ini sangat manis.." Ungkap pangeran Felis sembari memegang kelapanya.


"Benar,,, ini baru pertama kalinya aku mencoba buah ini, dan ini sangat mengagumkan." Ungkap pangeran Darren tersenyum.


"Kalian memang benar-benar mengagumkan." Ungkap putri Esmeralda tersenyum ke arah kami.


"Kalian tau, jarak pulau ini ke wilayah benua kita memerlukan satu harian penuh menggunakan kapal." Ungkapku.


"Wah,, sejauh itu?" Seru putri Gazelle.


"Aku tak percaya, kita bisa pergi sejauh ini hanya karena kaisar kejam itu." Ungkap pangeran Darren marah.


"Bukankah menyenangkan? Kita bisa berpetualang." Ungkap Neftaza senang.


"Dasar putri bar-bar." Ungkap pangeran Casper.


"Hahaha..." Kami tertawa begitu riang karena kebahagiaan yang sungguh membuat kami merasa lega walau kami belum kembali ke kerajaan.

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤❤❤


__ADS_2