
Cukup lama kami berlari, kami berhenti di depan sebuah genangan air jernih mengalir ke arah sungai, yang cukup dalam dengan di setiap pinggirnya terdapat sebuah bebatuan besar.
Bahkan jika di lihat dengan saksama terdapat sebuah gua kecil berada di kanan genangan air itu dengan di atasnya terdapat air terjun yang cukup tinggi.
Terdengar suara langkah kaki yang berat membuat kami berempat terus berwaspada menatap sekitar hutan.
Saat ku arahkan pandangan mata ku ke arah timur hutan aku melihat satu raksasa yang berbeda dengan raksasa yang menculik kami berjalan ke arah kami.
"Kita harus cepat bersembunyi..." Ucap Hasper tergesa-gesa.
"Masuk ke dalam air..." Ungkap Casper dengan cepat.
Kami berempat berlari turun ke dalam genangan air tak jauh dari gua kecil di sisi kanan kami. Tinggi genangan air hanya setinggi dada, sehingga kami cukup kesulitan untuk berenang ke gua karena terdapat bebatuan besar yang menghalangi kami.
Cukup terlambat, raksasa itu sudah berada di seberang genangan sehingga kami harus menyelam dan berhenti sebelum masuk ke dalam gua.
Sungguh sialnya, raksasa itu turun ke dalam air yang hanya setinggi mata kakinya berhenti untuk meminum air dari aliran air terjun yang tampak kecil untuk nya jika di lihat di dalam air.
Kami harus mencari pegangan untuk tetap berada di dalam air karena langkah kaki raksasa itu membuat sebuah ombak yang sangat kencang.
Lebih sial nya lagi, aku dan mereka bertiga harus menahan nafas selama mungkin agar tidak di ketahui oleh raksasa itu.
Aku sungguh tidak bisa bertahan, aku harus segera bergerak untuk sampai ke dalam gua. Dengan berhati-hati aku berenang dengan sembunyi-sembunyi di balik bebatuan yang cukup untuk membuat ku tak terlihat.
Sesekali aku bisa melihat bahwa raksasa itu menatap ke bawah karena melihat sebuah pergerakan di dalam air, sungguh itu membuat jantung ku berdetak dengan kencang.
Seperti mati dalam sekejap karena menahan nafas di dalam air, ini sudah dua menit kami tak bernafas. Apalagi jantung ku yang terus berdetak dengan cepat membuat ku sangat sulit untuk bertahan.
Sesekali aku bisa melihat Hasper dan Casper yang terpaksa keluar dari air untuk mengambil nafas sekilas. Untungnya raksasa itu tidak menyadari sama sekali.
Aku kembali berenang untuk sampai ke dalam gua dengan perasaan khawatir yang sangat besar.
Hosh... Hosh... Hoshhh....
Aku berhasil masuk ke dalam gua, aku mengambil nafas sebanyak-banyaknya bersembunyi di balik bebatuan yang penuh dengan air.
Ku arahkan pandangan mata ku ke arah Neftaza yang juga berenang ke arah ku dengan cepat, namun ia harus bersembunyi karena tiba-tiba raksasa itu menggapai sesuatu di dalam air dekat dengan Neftaza berenang.
Tampak sebuah tentakel berwarna kemerahan yang sangat besar menggeliat di tangan raksasa itu, aku menatapnya dengan sangat terkejut.
What? Gurita? Sebesar itu? Dan gurita itu berada di dalam air tempat kami bersembunyi? Hah...
Aku hanya bisa menghela nafas kasar melihat apa yang ku lihat sekarang. Raksasa itu mengoyak daging gurita dengan sedikit kesusahan. Dan anehnya lagi bukan nya gurita berada di laut? Terus kenapa gurita itu berada di hutan? Ada yang bisa menjelaskan?
Karena raksasa itu sedang fokus memakan gurita yang memberontak untuk di lepaskan, mereka bertiga berenang dengan cepat ke arah ku.
__ADS_1
Hosh... Hosh... Hosh...
Terdengar suara nafas mereka yang tak beraturan mengambil udara sebanyak-banyaknya.
"Gue hampir mati... Dasar raksasa sialan." Umpatan Neftaza yang sangat kesal.
"Bagaimana keadaan kalian? Kalian baik-baik saja kan?" Ungkap Hasper yang terlihat sangat khawatir.
Aku mengangguk.
"Aku baik-baik saja Gege..."
"Syukurlah kita baik-baik saja..." Ungkap Casper.
Ku tatap Casper yang duduk di atas bebatuan yang tidak tergenang air, ia terlihat sangat kelelahan dengan suara nafas nya yang terdengar sangat tak beraturan.
Aku menghampirinya seraya duduk di samping nya untuk menetralkan pikiran ku.
Terdengar suara langkah kaki yang sangat berat melangkah ke arah raksasa yang berada di hadapan kami.
"Sepertinya itu adalah raksasa yang menculik kita..." Ungkap Neftaza yang sedang menahan dingin.
Tampak Hasper bergerak ke dinding gua dengan perlahan, ia terlihat memperhatikan raksasa yang muncul.
"Itu adalah raksasa yang menculik kita..." Ungkap nya serius.
Air menciprat ke sembarang arah masuk ke dalam gua, membuat kami terhempas menabrak dinding.
Lengan ku sedikit tergores batu tajam yang berada di belakang tempat ku duduk tadi. Kami kembali terhempas ketika kedua raksasa itu berkelahi memperebutkan seekor gurita.
Ku tatap Hasper yang terluka di bagian dahinya, terlihat darah segar keluar membuat kami sangat khawatir. Sepertinya ia terbentur bebatuan karena ia tadi tidak berpegangan dengan apapun.
"Aku baik-baik saja..." Ungkap nya yang mencoba menahan sakit.
Dia menyembunyikan rasa sakitnya.
Sungguh, ini adalah keadaan yang sangat kacau. Kami tidak bisa bergerak keluar sedikit pun, jika kami keluar entahlah... Kedua raksasa itu akan melihat kami, apalagi setelah mencium bau darah.
Ombak menghantam kami berkali-kali, dan kami harus tetap bertahan di sini. Pikiran ku sangat kacau, apa yang harus aku lakukan?
Aku menatap sekeliling tempat kami bersembunyi, dengan langkah perlahan aku mencari celah untuk bisa keluar dari sini. Sesekali aku menyelam berharap menemukan sebuah celah untuk keluar.
"Apa yang kau lakukan El?" Terdengar suara Casper yang menarik ku kembali keluar.
Aku mengusap mata ku untuk bisa melihat dengan jelas.
__ADS_1
"Aku berpikir, mungkin di sekitar tempat ini ada sebuah celah ke suatu tempat." Ungkap ku.
"Lo bener..." Ungkap Neftaza yang mengambil nafas sebanyak-banyak nya dan menyelam ke dalam air. Begitupun Hasper dan Casper.
Bye the way, dimana Hazel?
Aku segera menyelam ke arah Neftaza dan memberi isyarat kepada nya untuk keluar.
"Apaan?"
Ungkap nya datar.
"Dimana Hazel?"
"Hazel, di tas gue..." Ungkap nya santai.
Tampak ia membuka tas nya dengan cepat.
Emang peri bunga bisa hidup di air?
Ekspresi wajahnya terlihat terkejut, sepertinya ia tidak menemukan Hazel di dalam tasnya.
"Ada apa?"
"Hazel hilang..." Ungkapnya menatap sekitar.
"Kegnya dia ke lempar deh waktu Lo lari..."
"Tenang, dia pasti baik-baik aja..."
"Ok, pasti dia baik-baik aja..." Ungkapnya mengambil nafas untuk tidak khawatir.
Kami berdua kembali menyelam untuk mencari sebuah lorong, aku menyingkirkan bebatuan kecil di dinding gua berharap menemukan celah.
Sesekali aku mengambil nafas dan kembali menyelam, namun sekeras apapun aku mencari aku tidak menemukan celah.
Aku hanya melihat terdapat beberapa kerang yang hidup di dalam air dan lumut yang menempel di dinding gua.
_
_
_
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
__ADS_1
❤❤❤