
Keadaan di sekitar masih di selimuti udara pagi yang menyejukkan. Sinar matahari telah memasuki gua dari celah-celah air terjun yang tipis. Kami sedang bersiap-siap untuk berpetualang hingga akhir.
Ku arahkan pandangan ku ke arah Hasper. Di ambilnya busur panah yang berada di dekatnya dan di berikannya kepadaku. Di ambilnya kembali sebuah busur panah berukuran sedang seraya di berikannya kepada Neftaza. Di raihnya kembali sebuah tabung panah berisi berpuluh-puluh anak panah yang tergeletak dekat dari busur panah tadi seraya memberikan nya kepada kami.
"Apakah kalian siap?" ucap Hasper seraya melihat ke arah mereka.
"Sebelum itu, aku ingin mengetahui keahlian kalian sebelum semuanya terlambat." Ucapnya lagi.
"Para pangeran pasti mengetahui cara berpedang dan bela diri bukan? Bagaimana dengan para putri?" Ucapnya seraya mengintrogasi mereka.
"Aku, dari kecil belajar menggunakan panah, sedangkan untuk bela diri aku masih dalam tahap tengah." Ucap Gazelle.
"Lumayan." Ucapku.
"Bagaimana dengan putri Esmeralda?" Tanya pangeran Hasper ketus kepadanya.
"Aku bisa sedikit beladiri maupun panahan." ucapnya sedikit ragu.
"Ku harap kalian tidak menjadi beban untukku." Ucap pangeran Hasper tegas.
"Setiap pangeran lindungi para putri bagaimanapun caranya, kita akan keluar dari gua ini segera." Ucapnya lagi.
Mereka menoleh ke arahku dan Neftaza, mungkin mereka pikir kami tidak bisa berbuat apapun.
"Jangan meremehkan adik-adikku, kalian para pangeran memiliki kesempatan 50% untuk menang melawan mereka." ucap pangeran Casper sinis ketika ia melihat yang lain melirik ke arah ku dan Neftaza.
"Kalian harus percaya diri dengan kemampuan kalian, kalahkan rasa takut kalian." Ucap Neftaza tegas.
"Sebelum itu, kita bukan lagi berada di alam manusia melainkan alam kekuasaan para makhluk-makhluk itu berada. Jadi bagaimana pun kita harus keluar dari alam ini sebelum mereka menghabisi kita." Ucapku tegas seraya melirik mereka masing-masing.
"Ini hari kedua kita di sini bukan? Jika ku tebak kita hanya memiliki lima hari lagi untuk bertahan di sini sebelum semuanya terlambat. Jika kita tidak bisa keluar dari sini sebelum hari ke delapan kita tidak akan pernah keluar dari alam ini. Mengerti!" Ucapku lagi.
Mereka semua terdiam, terbesit rasa takut di wajah mereka. Namun mereka harus bisa melawan ketakutan itu untuk bertahan hidup.
Aku dan Neftaza mengetahui bahwa kami harus bertahan hidup di sini sebelum hari ke delapan karena Hazel memberitahu kami bahwa di sini waktu sangatlah terbatas sebelum pusat energi sihir itu menyerap kekuatan kami.
__ADS_1
"Ikuti aku!" Ucap Hasper singkat seraya menuntun kami untuk mengikuti nya dari belakang.
"Tunggu,,!" Seru Neftaza, kami semua menoleh ke arahnya.
Ia beranjak berjalan menuju ke arah ujung gua, ia melihat sesuatu dari ujung gua itu.
"Aku menemukan sebuah celah di sini, mungkin ini adalah pintu keluar menuju hutan lain." Ucapnya lagi.
Kami pun menghampiri nya dan memperhatikan celah gua itu. Kenapa kami tidak menyadarinya kemarin? Haish...
Para pangeran bekerja sama untuk menyingkirkan batu-batu besar yang menghalangi pintu gua. Kami membutuhkan waktu selama tiga puluh menit untuk menyingkirkan batu-batu besar itu.
Mereka terlihat sangat kelelahan. Ternyata pintu gua itu menghubungkan sebuah lorong gua panjang. Kami berjalan melewati lorong itu berharap kami bisa keluar dari gua ini sebelum makhluk-makhluk itu menemukan kami.
Kami berjalan terus menerus, kira-kira lorong ini sepanjang 500 meter dari pintu keluar. Kami menemukan sebuah pintu gua, akhirnya kami keluar.
"Wow.." Mereka kagum dengan keindahan hutan ini tanpa mereka sadari mereka berada di hutan yang sangat membahayakan nyawa mereka.
"Jangan tergiur dengan pemandangan yang ada." Ucap pangeran Hasper sinis ke arah mereka.
Pangeran Hasper mulai berjalan ke arah barat seraya memberi isyarat kepada kami bahwa kami harus berjalan dengan berhati-hati.
Kami berjalan di antara semak-semak belukar yang sangat tajam.
"Haih, gue kangen naik mobil.." Ucap Neftaza kesal karena dari tadi ia merasakan perih terkena semak-semak itu.
Kami sudah berjalan cukup lama. Kami sudah sangat kelelahan. Tiba-tiba kami melihat sekawanan makhluk yang mengejar kami waktu itu sedang memakan seekor rusa besar di hadapan kami. Kami sangat terkejut. Sekitar lima belas makhluk yang memakan rusa itu. Dari tempat kami berdiri hanya berjarak 15 meter.
"Husth.." Pangeran Hasper yang berada di depan mulai berjalan mundur begitupun kami. Tapi salah satu dari kami tidak sengaja menginjak ranting dahan dan menimbulkan suara. Detik itu juga para makhluk itu menoleh ke arah kami.
"Lari.." Ucap pangeran Hasper melihat makhluk itu mulai mengejar kami.
Kami berlari sekuat tenaga namun makhluk-makhluk itu sangatlah cepat. Sehingga kami terkepung di sini.
"Menjijikkan.." Ucap Neftaza memperhatikan makhluk itu berada di hadapan nya.
__ADS_1
Aku dan Neftaza mengeluarkan beberapa pistol dan di berikan kepada pangeran Hasper dan Casper.
"Dor.." Aku mulai menembak mereka satu persatu tapi mereka tidak mati sekalipun ku tembak di bagian jantungnya.
"Arahkan ke kepalanya!" Teriak Neftaza ketika ia berhasil membunuh satu makhluk menjijikkan itu.
Mereka sangatlah gesit, para pangeran lain membantu dengan menggunakan pedang mereka. Kami berhasil membunuh lima makhluk dalam waktu lumayan singkat. Kami melanjutkan mengincar mereka dengan Gazelle dan Esmeralda menggunakan panah mereka. Huh,,, cukup melelahkan. Mereka sangatlah gesit, susah untuk membidik kepalanya yang seperti serigala itu.
Makhluk itu mulai menunjukkan kekuatan mereka setelah melihat temannya terbunuh oleh kami. Mereka sangatlah brutal sekarang.
Kami perlu kekuatan ekstra untuk mengalahkan mereka. Ini sudah satu jam tapi masih tersisa satu makhluk yang sangat kuat, mungkin ia adalah pimpinan dari makhluk-makhluk itu. Ia mulai mengincar ku. Sebelum ia berlari ke arahku kami semua mengincarnya dan dor.. Ia berhenti tergeletak dengan darah berceceran dimana-mana.
Akhirnya kami bisa bernafas lega. Kami perhatikan lagi makhluk-makhluk yang mati itu, mereka mengeluarkan darah berwarna hitam.
"Mungkin darahnya beracun." Ucap pangeran Darren ingin memeriksa makhluk itu.
"Jangan menyentuh nya." Ucapku melihat ke arahnya seraya memperingatkan yang lain.
"Lebih baik kita terus berjalan sebelum yang lain menemukan kita." Ungkap pangeran Hasper tegas.
Kami beranjak berjalan mengikuti pangeran Hasper ke arah barat. Ya, kami harus berjalan ke arah barat jika di lihat dari arah hutan ini kita harus mengikuti matahari terbenam untuk dapat keluar dari hutan ini.
Kami berjalan dan terus berjalan walau kami sangat kelelahan karena membunuh makhluk tadi.
"Sebaiknya kita harus mencari sebuah gua.." Ucap pangeran Hasper menoleh ke arah kami.
Kami sudah berjalan sangat lama, beberapa jam lagi matahari akan terbenam. Akan sangat kesulitan jika kami bertemu mereka di malam hari.
"Huh, aku sangat lelah.." Ucap Neftaza mengeluh.
Untuk sekarang kami tidak boleh mengeluh hanya karena kami kelelahan. Kami berjalan terus menerus tanpa berhenti sebelum menemukan sebuah gua.
Jangan lupa like, vote dan komen yah...
❤️❤️❤️
__ADS_1