TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 154


__ADS_3

"Bagaimana jika benar perkiraan ku, jika salah satu dari mereka bukan lah saudara kandung ku. Jika bang Andara bukan saudara kandung ku, bukan kah itu aneh? Kami berdua mirip. Walau di sini ia adalah anak dari musuh semua orang... Dan itu artinya ia tak memiliki darah yang sama dengan ku."


"Sedang kan jika Hasper dan Casper adalah saudara kandung ku di kehidupan ini tapi tak di kehidupan modern ku... Sebenernya apa yang salah? Ahhhh...."


"Kenapa Lo teriak pagi-pagi begini?" Aku menoleh ke arah nya dan mengabaikan nya untuk beberapa saat.


"Gak usah di pikirin kalau pusing mah..." Ucap nya lagi.


Aku hanya menatap nya malas. Aku beranjak berdiri berjalan ke arah pintu dengan kepala ku menoleh ke arah Rianda yang sedang mengambil tas nya di atas meja.


"Dimana Hazel?" Tanya ku.


"Biasa, tidur..." Ucap nya berjalan ke arah ku.


Kami berdua berjalan keluar dari kamar, tak lupa Rianda menutup pintu kembali.


Kami berjalan beriringan menuju ke sebuah ruangan yang cukup jauh dari kamar kami. Beberapa kali kami berdua berpapasan dengan beberapa penjaga yang berkeliling. Dari kejauhan aku melihat Venan dengan Verdy berjalan ke arah kami berdua dengan wajah tegas.


"Pagi-pagi begini udah lihat yang bening-bening..." Ucap Neftaza senang.


Aku mengangguk menyetujui ucapan nya. Walau bagaimanapun aku penggemar pria tampan juga walau dulu nya gak tertarik yang nama nya pacaran.


"Selamat pagi putri..." Ungkap mereka berdua bersamaan seraya menunduk beberapa saat.


"Selamat pagi..." Ucap ku.


"Ada perlu apa kalian pagi-pagi seperti ini?" Tanya ku menatap mereka.


"Ada sesuatu yang akan kami diskusikan dengan tuan Devmir..." Ucap Venan.


"Siapa Devmir?" Ucap kami berdua serempak.


"Devmir adalah sahabat dari tuan Fegis putri, beliau baru saja datang ke tempat ini malam tadi..." Ucap Venan lagi.


"Ohhh... Pergilah, kami berdua juga akan menemui tuan Fegis..." Ucap Neftaza beranjak berjalan meninggalkan kami bertiga.


"Kenapa kalian tak penasaran kami berada di sini pagi-pagi seperti ini?" Ucap ku menatap mereka berdua.


Mereka berdua hanya menatap ku dengan tatapan aneh.


"Itu adalah sesuatu yang seharusnya tak kami tanyakan putri..." Jawab Verdy tersenyum.


"Baik lah... Aku permisi..." Ucap ku seraya berjalan meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Namun aku berhenti sejenak sembari aku menoleh menatap mereka berdua yang berjalan ke sisi lorong sebelah kanan.


"Mungkin kah laki-laki di sini memang seperti itu? Aku tak mengharap kan mereka akan seperti laki-laki yang ada di kehidupan modern, tapi sebenarnya itu lebih asyik..."


"Ahhh apa yang ku pikir kan?"


Kembali ku langkah kan kaki ku berjalan menyusul Neftaza yang sudah tak terlihat di pandangan ku.


Aku berjalan dengan langkah cepat, beberapa langkah kemudian aku melihat Neftaza yang sudah berdiri di depan sebuah pintu, ia membuka nya dan menoleh ke arah ku dengan tatapan kesal.


"Ada apa dengan nya?" Gumam ku pelan.


Ku tatap kembali ia yang sudah beranjak masuk ke dalam ruangan tersebut tanpa menutup pintu kembali.


Aku mengikuti nya masuk, dan tampak lah Rianda sudah duduk di kursi makan di samping Bang Andara.


Aku pun memilih duduk di samping Bang Andara di sisi yang lain.


"Kenapa kalian lama banget datang nya? Abang bosen nungguin kalian berdua..." Ungkap nya menatap kami berdua.


"Tadi ketemu sama Venan dan Verdy, maka nya lama..." Ungkap Neftaza, ia mengambil makanan di atas piring nya.


"Makan lah..." Ucap Bang Andara.


Setelah selesai makan, Bang Andara kembali memakai topeng nya. Kami berdua hanya menatap nya tanpa bertanya. Sebenarnya ia menutup wajah nya karena apa?


Dia memang pangeran kekaisaran tapi tak ada siapapun yang mengenal nya di sini, atau kah ada sesuatu yang lain? Kami berdua tak mengerti sama sekali. Jika ada kesempatan aku akan menanyai hal itu.


Kami bertiga keluar dari ruang makan menuju ke taman tempat kami bertiga bertemu tadi malam, sejenak kami hanya terdiam.


"Bang, siapa Devmir?" Tanya Neftaza penasaran.


"Seseorang yang Abang kenal di kekaisaran, dia anak dari seorang Duke besar di kekaisaran." Jawab nya, seraya ia membenarkan topeng nya yang sedikit bergeser.


"Ada apa ia ke sini? Apa Abang gak takut ia melakukan sesuatu di belakang Abang?" Tanya ku cemas.


"Tenang lah, dia adalah sahabat Abang... Ia tak akan melakukan itu, karena ia juga memiliki kebencian kepada kaisar lebih besar dari kebencian Abang kepada kaisar." Ucap nya penuh geram.


"Maksud Abang? Apa yang kaisar lakukan pada sahabat Abang itu?" Tanya ku menatap nya lekat.


"Kaisar membunuh orang yang di cintai nya, bahkan sebelum itu dia membatalkan pertunangan nya dengan seorang putri yang di cintai nya itu..." Ucap bang Andara mengingat.


"Tapi Abang lupa namanya..." Ucap nya lagi.

__ADS_1


"Seorang putri? Dafania Alfonsa?" Seru ku.


"Ya, putri Dafania Alfonsa dari kerajaan Everald?" Ucap Neftaza memastikan lagi.


"Kalian tahu itu..." Seru bang Andara lagi.


"Wah kaisar memang kurang di hajar kali ya, memutuskan pertunangan orang lain terus perempuan nya di jadikan tunangan putra mahkota tapi gak jadi malah di bunuh, keg nya jadi tumbal naga nya deh..." Ucap Neftaza terus terang.


"Kejam banget..." Ucap nya lagi.


"Mau gimana lagi namanya udah gak punya hati..." Jawab ku menyetujui nya.


"Karena alasan itu lah, Devmir membenci kaisar bahkan dia lah yang membantu Abang keluar dari kekaisaran." Ucap bang Andara.


"Bukan kah di sana ketat banget bang penjagaan nya? Kenapa dia bisa keluar dengan mudah?" Tanya ku lagi.


"Dia memiliki sihir yang cukup kuat." Jawab bang Andara.


"Jadi Devmir adalah penyihir? Ganteng gak bang?" Tanya Neftaza antusias.


"Dasar... Kalian berdua memang gak pernah berubah ya sama laki-laki..." Jawab bang Andara mengejek.


"Itu vitamin mata..." Jawab ku.


"Astaga kalian..." Ucap bang Andara lagi.


"Hahaha...." Kami bertiga tertawa bersama.


Sudah lama kami tak melakukan hal seperti ini, ini adalah sesuatu yang sangat kami rindukan apalagi jika ada sepupu ku sih Rendra. Pasti semua nya akan sangat seru.


Namun pada kenyataan nya, ia tak ada di sini dan kami tak tau kapan akan kembali. Tapi ku harap itu akan datang dalam waktu cepat.


Sekarang kami harus benar-benar berjuang memperjuangkan semua hal di sini, itu lah misi yang di berikan dewa itu kepada kami berdua.


Jika peperangan tersebut bisa di hentikan, aku akan menghentikan nya dengan cepat. Aku harus mencari bunga mawar api hitam itu apapun yang terjadi.


_


_


_


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2