
"Hati-hati My Lord, kalian harus menemukan jalan sendiri untuk pulang, akan sangat sulit untuk membantu kalian, karena kau tau benar my lord. Jika manusia berada di alam kekuasaan makhluk lain, maka makhluk seperti ku akan sangat susah menembus sihir pelindung mereka. Bahkan itu sangat memungkinkan jika kami tidak bisa menembusnya."
"Aku akan mengingat nya."
"Semoga kalian bisa keluar dengan selamat my lord, ingat kalian perlu bekerja sama untuk keluar dari alam itu."
"Aku pergi my lord,,"
Dalam sekejap aku kembali sadar, ternyata matahari sudah terbit. Ku alihkan pandangan ku ke arah Neftaza, ia belum terbangun. Aku beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
"Apa yang harus aku lakukan, haish... Aku akan menghadapi nya apapun yang terjadi aku akan melindungi mereka keluarga ku."
Ceklek...
Ku alihkan pandangan ku ke arah pintu kamar mandi, Neftaza berjalan ke arahku.
"Lo dapat pesan dari Zu bukan? Kalau kita bakal ngalamin sesuatu yang berbahaya." Ungkapnya setelah masuk ke dalam bak mandinya.
"Iya, gue gak ngerti ternyata kaisar sekejam itu. Tapi apa alasan kaisar ingin membunuh kita?"
"Bukankah, para putri dan pangeran yang berada di sini adalah dari kerajaan besar yang memiliki kecerdasan luar biasa? Jika gue tebak keluarga kaisar takut jika kita memberontak mereka akan kalah, maka dari itu mereka membunuh kita semua agar kita tidak menjadi penghalang untuk rencana nya." Ungkapnya serius.
"Lo bener, kita harus hati-hati." ungkapku berpikir seraya melihat ke arahnya.
"Keluarga kaisar pasti ngelindungin para pangeran dan putri yang berpihak kepada mereka, kita lihat siapa yang akan keluar dengan selamat." ungkapnya serius.
Kami berdiam sambil berpikir apa yang akan kami lakukan jika kami mengalami bahaya. Yah, kami akan bisa mengatasi itu semua.
----------
Sebelum kami keluar dari kamar, aku dan Neftaza menceritakan apa yang kami tau kepada pangeran Hasper dan Casper. Mereka sangat marah, namun mereka harus menahannya. Aku menyarankan ke mereka bahwa kita harus memakai pakaian yang sangat mendukung untuk berburu.
"Kita akan berpetualang, let's go.." Ungkap Neftaza senang tanpa rasa khawatir.
"Tenang saja Gege, kami berdua kan memiliki senjata yang cukup untuk melawan makhluk-makhluk jelek itu." Ungkapnya lagi.
"Ku harap kita bisa keluar dengan selamat." Tukas pangeran Hasper melihat ke arah kami.
Kami berempat keluar dari ruangan itu menuju ke arah tempat berkumpulnya para pangeran dan putri sebelum pergi berburu.
Sesaat sebelum meninggal kan ruangan, aku melihat ke arah kamar kerajaan Switzerland mereka sudah pergi terlebih dahulu rupanya.
"Selamat pagi para pangeran dan putri. Sekarang adalah waktunya untuk kalian berburu di hutan. Kalian bisa memilih senjata yang kalian ingin bawa, kami sudah menyiapkan senjata-senjata itu di sebelah kanan kalian." Ungkap Kasim itu seraya menunjukkan senjata apa saja yang telah mereka siapkan.
__ADS_1
"Kalian juga di bebaskan untuk memilih makanan yang akan kalian bawa di sebelah kiri kalian." ungkapnya lagi.
Ku alihkan pandangan ku ke arah kiri yang terdapat beberapa jenis makanan.
"Masalah senjata, kita sudah memilikinya. Kita harus mengambil makanan yang tidak mudah membusuk.." ucap pangeran Casper.
"Baiklah,,, kita akan mengambil buah pisang, apel dan beberapa buah yang lain. Kita juga harus mengambil beberapa roti yang tidak mudah basi." ucap pangeran Hasper.
"Yuhu... " ungkap ku dan Neftaza seraya mengambil buah dan roti yang telah kami inginkan sebelum nya.
Kami membungkus makanan itu dengan kain putih.
"Gue baru sadar kalau kita gak di dampingi oleh para kesatria, rencana mereka memang benar-benar matang." Ungkap ku berbisik ke arah Neftaza.
"Yah nikmati saja, kita bakal di dampingi sama pelayan kekaisaran." ungkapnya santai.
Kami kembali berdiri di barisan kerajaan Rosewaltz.
"Sebelum kalian pergi, kalian akan di bagi menjadi beberapa team, satu team terdiri dari 8-10 orang, kalian boleh memilihnya sendiri." Ungkap Kasim itu.
"Gege, kita hanya perlu mencari 4 sampai 6 orang lagi." Ungkapku.
"Lebih baik, jika kita memiliki kelompok yang sedikit, agar tidak terlalu menyusahkan." ungkap pangeran Hasper.
"Kita tunggu saja, siapa yang akan bergabung dengan team kita." tukasnya lagi.
Ku alihkan pandangan ku ke sekeliling, mereka sibuk mencari siapa yang pantas masuk ke dalam team. Hanya kami yang terdiam santai menunggu seseorang datang kepada kami.
"Bolehkah aku bergabung dengan kalian?" Ungkap seorang pangeran. Mata yang sangat indah.
"Silahkan." Ucap pangeran Hasper dingin.
"Kau pangeran Darren Faxaga dari kerajaan Darfaxa?" Tanya pangeran Casper.
"Iya pangeran, suatu kehormatan bagiku bisa bergabung dengan kalian." Ungkapnya tersenyum ramah.
Kerajaan Darfaxa Hanya memiliki satu orang pangeran dan satu orang putri, tapi aku tidak melihat putri Grizzly.
"Bukan kah kau memiliki adik perempuan?" ucap pangeran Casper lagi.
"Adik ku sedang sakit pangeran, sehingga ia tidak bisa datang."
"Sungguh beruntung." Ungkap Neftaza.
__ADS_1
"Maksud anda putri?" tanya nya sopan.
"Kau akan mengerti sebentar lagi pangeran Darren." Tukas ku menatap ke arahnya.
Mendapat pernyataan ku ia sedikit bingung, namun ia sembunyikan dengan cepat.
Aku terkekeh melihatnya. Haish...
Tak beberapa lama tampak pangeran Felis dan kedua adiknya berjalan ke arah kami.
"Kami akan bergabung dengan kalian." Ungkap pangeran Felis.
"Silahkan." jawab pangeran Hasper dingin.
"Kau menggunakan pakaian yang sangat simple putri." Ungkapku menatap ke arah putri Gazelle.
"Simple?"
"Maksudku pakaian yang sangat mendukung untuk berburu."
"Aku hanya tidak ingin kesulitan, jadi aku memilih pakaian ini." Ungkapnya lagi.
Pakaian yang ia gunakan memang sangat simple, ia menggunakan celana bukan lagi menggunakan gaun yang ribet itu, dengan rambut di ikat kuda. Menjadi nuansa yang sangat berbeda.
Team kami sudah memiliki delapan orang.
"Team kita sudah cukup, mari bergegas." Ungkap pangeran Casper.
"Baiklah..." Kami beranjak menuju kuda yang setiap kerajaan masing-masing siapkan.
"Tunggu, boleh kah aku dan adikku bergabung dengan kalian..!" Teriak seorang laki-laki dari belakang.
Kami semua saling pandang, dan terlihat pangeran Hasper menghela nafas kasar. Ia mengangguk.
"Terimakasih,," Ungkap nya seraya menaiki kudanya.
Ia adalah pangeran Cristaldy Gafer dan putri Esmeralda Gafer dari kerajaan Zagaf. Jika ku perhatikan mereka juga memiliki fisik yang kuat, sehingga ku harap mereka tidak mengalami kesulitan dengan apa yang akan mereka hadapi.
Sekarang team kami memiliki sepuluh orang dengan empat orang perempuan dan enam laki-laki.
Kami perlahan menunggangi kuda menuju jalan setapak ke arah hutan. Aku sadar bahwa kami akan mengalami bahaya yang mungkin akan mencelakakan kami. Ku harap semua baik-baik saja.
Jangan lupa like vote dan komen yah...
__ADS_1
❤️❤️❤️