
"Bisakah kita beristirahat sebentar..." Ucap Gazelle dengan tatapan kesakitan.
Ku tatap ia yang beranjak duduk di atas sebuah batang kayu besar yang berada di sisi kanan jalan, ia terlihat sedang kesakitan.
"Kau kenapa?" Ucap Esmeralda yang mendekati nya.
"Perut ku terasa sangat sakit..." Ucap nya lemah.
"Istirahat lah... Aku akan membantu mu..." Ucap Neftaza yang menghampiri nya.
Duduk aku di atas rerumputan dengan tanah yang sedikit tinggi, ku tatap angin pagi yang bergerak menerbangkan dedaunan kering yang berada di sekitar kami, sesekali aku mendengar kicauan burung yang terbang ke arah tempat yang mereka suka.
Ku tatap punggung Hasper yang berjalan menjauh ke arah tempat yang akan kami kunjungi, kembali ku arahkan pandangan mata ku menatap Casper yang mengikuti nya dari belakang.
Helaian-helaian rambut yang menghalangi pandangan ku membuat ku harus menyingkapnya ke sisi belakang telinga ku, di saat itulah tanpa sengaja aku melihat pangeran Felis menatap ku dengan tatapan yang sangat sulit aku artikan.
Apa yang dia pikirkan?
Aku membalas tatapan nya, namun dengan segera ia mengalihkan pandangan mata nya ke arah lain.
Aishhh.... Dasar laki-laki.
"Syukurlah kau hanya masuk angin...." Ucap Neftaza yang membuyarkan lamunan ku.
Cukup lama kami beristirahat menunggu kedatangan Hasper dan Casper, namun mereka tak kunjung datang pula. Apa yang terjadi kepada mereka? Aku sangat penasaran. Mereka baik-baik saja bukan?
Aku beranjak berdiri dari duduk ku, aku berjalan ke arah yang sama. Aku membalikkan tubuh ku menatap mereka.
"Kalian tetap di sini, jika terjadi sesuatu segeralah bersembunyi ok... Nef ingat itu..." Ucap ku berbalik meninggalkan mereka menyusul Hasper dan Casper.
Aku berjalan dengan perlahan mengikuti jalan setapak yang terarah ke sebuah tempat yang mulai terlihat dari pandangan ku. Aku memperhatikan tempat itu yang terlihat sangat menyeramkan.
Aku bersembunyi di balik bebatuan yang berada di kanan jalan, aku bersembunyi seraya memperhatikan tempat itu. Ada dua penjaga yang berdiri di depan gerbang tempat itu.
Itu bukanlah seperti sebuah pedesaan yang normal, maksud ku itu seperti sebuah desa yang di kelilingi oleh orang-orang yang menyeramkan.
__ADS_1
Apakah itu tempat para perompak? Apa di sekitar sini ada lautan? Jika benar, bukan kah ini akan sangat berbahaya untuk kami?
Ku keluarkan teropong ku dari ruang dimensi ku, aku mengamati kegiatan mereka yang terlihat sedang sibuk melakukan berbagai kegiatan.
Di depan sebuah rumah yang penuh dengan tengkorak-tengkorak binatang terdapat beberapa orang sedang melakukan sesuatu seperti melihat benda-benda tajam yang ada di sekitar nya dengan pakaian berwarna hitam lusuh.
Saat ku arah kan pandangan mata ku menatap ke rumah yang sedikit lebih besar daripada yang lain, yang berada di sisi kiri tempat itu terdapat dua orang laki-laki dengan memakai jubah berwarna hitam berdiri di depan rumah itu dengan salah satu laki-laki lain yang memiliki tubuh sedikit lebih besar dari dua laki-laki itu.
Aku menurunkan teropong ku untuk kembali berpikir mengingat apa yang di gunakan Hasper dan Casper.
"Tunggu,,, bukankah itu Hasper dan Casper? Apa yang mereka lakukan di sana?"
Kembali ku gunakan teropong ku melihat laki-laki yang berbicara kepada mereka berdua, aku bisa melihat wajah nya yang di penuhi dengan sayatan-sayatan luka. Bahkan itu hampir semua wajah nya penuh dengan luka-luka yang membekas.
"Separah itukah?"
Kembali ku tatap mereka berdua yang berjalan masuk mengikuti laki-laki tadi.
"Sebenarnya apa yang mereka rencanakan?"
Aku memutar tubuh ku untuk duduk berlawanan arah, aku meletakkan teropong ku di atas rumput yang berada di sisi kanan ku.
Aku duduk termenung memikirkan hal-hal yang ku yakini akan terjadi, ku tatap pepohonan yang berada di atas ku. Aku sangat terkejut ketika aku melihat seekor burung gagak yang menatap ku tajam.
"Burung sialan, kau hampir membuat ku mati jantungan..." Aku hanya bisa menghela nafas ku dengan kasar.
Burung itu bergerak terbang ke arah desa itu, aku bisa melihat jika burung itu masuk ke dalam rumah besar yang di masuki oleh mereka berdua tadi.
"Gawat, pasti burung itu peliharaan ketua perompak..."
Aku memperbaiki tudung kepala ku dengan cepat, aku beranjak berdiri melangkah kan kaki ku kembali ke arah Neftaza dkk berada.
"Tunggu, bukan kah sangat mencurigakan jika aku harus ke sana? Lebih baik aku mengirim pesan...."
Aku kembali bersembunyi di tempat yang sama, dengan segera aku mengambil handphone ku dan mengetik pesan pemberitahuan kepada mereka.
__ADS_1
"Ku harap, kalian membacanya..."
Aku beranjak berjalan ke arah tempat yang lebih menjauh dari tempay persembunyian ku ketika aku melihat beberapa orang berjalan keluar dari pedesaan itu.
"Pasti mereka tau ada seseorang di sekitar sini... Memang burung sialan..."
Aku melangkah kan kaki ku dengan berhati-hati bersembunyi di pepohonan yang sangat besar tak jauh dari tempat ku bersembunyi tadi.
Kembali ku tatap beberapa orang yang keluar dari pedesaan itu berjalan ke arah tempat dimana Neftaza dan yang lain nya berada. Dengan cepat aku memberikan kabar kepada mereka bahwa mereka dalam bahaya.
Aku menatap ke sekeliling untuk memastikan keberadaan ku tetap aman, namun saat aku menatap ke arah kiri ku, dari kejauhan aku bisa melihat pergerakan yang sangat mencurigakan.
"Aku tidak ingin ketahuan..."
Aku memanjat pohon tanpa rasa keraguan sedikit pun, sesampai nya di atas pohon aku melihat seseorang berjalan ke arah ku dengan seekor anjing besar berwarna hitam sedang menciumi jejak.
Gak mungkin mereka nyariin aku kan?
Aku berdiam tanpa berbicara bersembunyi di atas pohon dengan keheningan yang menemani ku. Seseorang itu semakin mendekati tempat ku bersembunyi.
"Apa kau mencium sesuatu di sini Idon?" Ucap seseorang itu yang berhenti di bawah pohon tempat ku bersembunyi. Ia adalah seorang laki-laki yang memakai pakaian hitam dengan memakai penutup kepala, aku tak bisa melihat nya dengan jelas.
Anjing yang di panggil Idon oleh nya menggonggong keras membuat ku sedikit khawatir, karena aku tau jika penciuman seekor anjing sangat lah tajam.
Anjing itu menatap ke atas dengan tatapan yang sangat mengerikan, aku berharap laki-laki yang bersama nya tidak mengetahui keberadaan ku.
Namun saat mata ku meliirik ke arah dahan pohon yang menjadi tempat ku berdiri, aku melihat seekor ular besar berwarna hijau menatap ku dengan lidah nya yang menjulur keluar.
Sialan.
_
_
_
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
❤️❤️❤️