
Tanpa terasa kami sudah berbulan-bulan berada di sini, semua penghuni istana sangat mengagumi kecerdasan kami. Ya, kami tak heran jika mereka berpikiran seperti itu, di era modern juga pasti kagum jika seseorang memiliki kemampuan di luar nalar.
Pembangunan PLTA itu sudah selesai, sekarang mereka pada sibuk memasang tiang listrik di jalan-jalan menuju kota. Sedangkan di istana sedang memasang kabel dan lampu, di halaman juga di pasang tiang listrik yang indah (Taukan tiang lampu taman? ya gambaran nya seperti itu).
Mereka akan terkesima dengan lampu-lampu ini. Membayangkan nya saja membuat ku bahagia ketika melihat mereka tersenyum gembira.
Di ibukota.
"Mereka sedang memasang apa?" Tanya salah satu wanita.
"Ntahlah... kita lihat saja nanti!" Ucap wanita lainnya.
Yups...
Beberapa pengawal sedang melakukan tugasnya memasang tiang listrik (Ukurannya tidak sebesar yang ada di era modern, karena di sini mereka tidak memiliki kendaraan berat). Pekerjaan mereka di bantu oleh beberapa alat berat yang telah di buat.
Satu hari mereka memasang tiang listrik di ibukota, para rakyat juga membantu memasang itu sehingga mereka tidak membutuhkan waktu lama. Setiap Tiang listrik memiliki satu lampu besar dengan cahaya berwarna putih. Jarak antara tiang satu dengan tiang lainnya hanya berjarak 20 meter.
Untuk pemasangan di setiap rumah, di lanjutkan esok hari. Karena hari sudah mulai petang.
Di istana juga sudah hampir siap memasang kabel dan lampu. Setiap kamar, mereka pasang beberapa lampu, salah satunya lampu tidur berwarna kuning dan lampu belajar berwarna putih.
(Setelah mereka selesai dengan urusan listrik, Angela dan Neftaza akan mendekorasi ulang desain istana ini).
-------------
Di aula istana.
"Kami sudah selesai memasang semuanya yang mulia" Ucap salah satu kesatria.
"Bagus, sebentar lagi malam. Kita lihat hasil kerja kalian selama berbulan-bulan ini" Jawab sang raja.
Matahari terbenam sekitar tiga puluh menit lagi, dan mereka sudah sangat tidak sabar melihat hasilnya.
"Semoga mereka berhasil.." seru Angela.
"Jelas mereka berhasil jika mereka mengikuti tata cara yang kita berikan..!!" Jawab Neftaza.
Jeng jeng jeng...
"Ceklek.." Suara listrik hidup.
Seketika kerajaan mereka menjadi sangat terang.
"Kita berhasil ayah..." Ucap Angela dan Neftaza gembira.
Orang-orang yang berada di kerajaan itu sangat terkejut dengan cahaya terang itu.
__ADS_1
"Wah,,, ini sangat terang seperti bintang-bintang di langit bahkan ini lebih terang" Ucap salah satu prajurit.
"Hasil kerja kita sungguh mengagumkan.." Ucap salah satu kesatria.
"Sungguh luar biasa"
"Sangat terang.."
"Jika seperti ini kita tidak akan sulit bekerja pada malam hari.."
"Putriku, kalian sungguh cerdas... lihatlah lampu-lampu ini,,, ini.. ini... sungguh sangat terang , ayah bangga kepada kalian..." Ucap sang raja bahagia.
"Benar yang di ucapkan ayah, kalian sungguh berhasil.." Sambung pangeran Hasper .
"Kita sungguh mempunyai putri yang sangat cerdas..." Ucap pangeran Casper.
"Ini sudah kewajiban kami sebagai putri ayah, kami juga harus ikut serta dalam meningkatkan kerajaan kita, maka dari itu kami bersungguh-sungguh belajar untuk meningkatkan kerajaan kita." Jawab Neftaza tersenyum.
"Iya ayah,,, selebihnya kami akan memberikan apapun yang terbaik untuk kerajaan Rosewaltz ini." Sambung Angela.
"Terimakasih sayang,,, umur kalian masih sangat muda tetapi kalian memiliki otak yang sangat cerdas, ayah bangga kepada kalian putra-putri ku..." Ucap sang raja terharu.
Mendengar sang raja berbicara seperti itu, hati kedua pangeran dan kedua putri itu menjadi sangat hangat karena memiliki ayah yang sangat sayang kepada mereka.
Kenapa sang raja bilang jika mereka masih sangat muda? Iya karena mereka (Angela dan Neftaza) masih berumur 16 tahun, sedangkan pangeran Casper berumur 17 tahun dan pangeran tertua mereka pangeran Hasper berumur 18 tahun.
Kembali ke keadaan istana dimana para kesatria sedang berbicara.
"Yang mulia putri sungguh cerdas bisa memiliki ide seperti ini.." Ucap kesatria Hilari (termasuk sepuluh kesatria yang Angela dan Neftaza latih)
"Ya, memang sangat cerdas. Apalagi mereka juga melatih kita dengan bela diri ciptaan mereka berdua.. Ini sungguh luar biasa.." Jawab kesatria River
"Putri yang sangat mengagumkan..!" Seru kesatria Bakir dengan ekspresi dingin. Ya, dia memang memiliki sifat dingin yang sangat kental.
________
"Ayah,,, boleh tidak jika kami mendesain ulang istana ini?" Tanya Neftaza riang.
"Mendesain?" Tanya sang raja.
"Maksud Neftaza , kami ingin membuat istana ini menjadi istana yang sangat indah ayah.." Jawab Angela memberitahu.
"Hemm,,, baiklah, jika itu bisa membuat istana ini menjadi indah lakukan saja putriku.." Ucap sang raja.
"Terimakasih ayah,,, ayah memang yang terbaik...!" Jawab Neftaza dengan memberi dua jempol ke arah sang raja.
'Hemm,,, mereka sungguh memiliki pemikiran di luar nalar' Benak sang raja.
__ADS_1
'Aku ingin memiliki istri seperti merdeka' Benak pangeran Hasper.
'Jika mereka bukan adikku, aku sudah akan menikahi mereka , huh' Benak pangeran Casper.
Kemudian mereka kembali ke kamar masing-masing.
"Lo udah ngerancang desain nya?" Tanya Neftaza..
"Udah, tenang aja... Ini bakal keren banget..."
"Lo sendiri udah gambar alat-alat canggih?" Tanya Angela balik.
"Udah dong, ini gue mau ngelanjutin ngegambar sofa, lampu hias, dan yang lainnya. Sebenarnya gue bisa aja ngambil peralatan itu di jam kita, tapi gue takut kalau di tanya mereka, kitadapat darimana, kalau kita jawab kita buat sendiri ya gak mungkin, orang kerjaan kita cuma itu-itu aja, gak ada waktu buat beginian, jadi gue repot-repot bikin deh..." Kesal Neftaza panjang lebar.
"Haha... iya sih, makanya itu kita harus ekstra hati-hati berada di sini.." Jawab Angela.
Mereka meneruskan menggambar desain istana dan mereka ingin mengubah suasana istana menjadi modern. Setelah mereka selesai menggambar, mereka memanggil beberapa kesatria.
"Hormat hamba yang mulia putri Zenquille Angela dan Zenquille Neftaza..!" Ucap kesatria Hilari dan di ikuti oleh kesatria yang lain.
"Kamu pergi ke toko kerajinan.." Menunjuk kesatria Hilari sambil memberikan beberapa lembar kertas.
"Kamu pergi ke toko pakaian..!" Ucap Angela memberikan beberapa lembar kertas yang berisikan gambar gorden dan yang lain tentang kain.
"Kamu pergi ke toko pandai besi"
"Kamu pergi ke toko hias"
Dan bla bla bla...
"Baik putri, perintah anda adalah perintah mutlak untuk kami..!" Jawab mereka sembari unduru diri.
"Jika di lihat dari kemampuan mereka, mungkin mereka bisa membuat benda-benda itu sekitar dua Minggu?" Seru Neftaza..
"Ya, sekitar itulah, kita lihat saja hasilnya.." Jawab Angela.
"Gue puas sama kerajaan ini sekarang, gak gelap lagi... huhh,,, kenapa coba gak dari dulu..." Kesal Neftaza.
"Lo blo*n ya,,, orang zaman ini mah kagak ngerti yang begituan.." Celetuk Angela kesal.
"Wkwk... jangan marah dong sayang..." Neftaza mencoba merayu Angela.
"Hemmm..."
Jangan lupa like, vote dan komen yah...
❤❤❤
__ADS_1