
Ku tatap orang-orang yang berlalu lalang di hadapan ku, dengan pakaian berwarna putih seperti sehabis berduka.
Apa yang terjadi?
Kami berempat menyamar sebagai saudagar kaya dari kerajaan tetangga untuk sekedar singgah.
Kami berjalan ke arah sebuah restauran yang cukup ramai berada di pusat kota.
"Selamat datang tuan..." Ucap pelayan yang tiba-tiba muncul di hadapan kami.
Kami hanya mengangguk, mencari tempat duduk yang bagus untuk kami mencari informasi.
Aku menatap sebuah meja yang berada di pojokan dekat jendela.
"Kami akan duduk di sana..." Ungkap ku yang di angguki oleh pelayan itu.
Kami berempat berjalan menuju meja itu namun terdengar seseorang membicarakan masalah tentang kematian seorang putri kerajaan, namun aku tidak mendengar dengan jelas nama kerajaan nya.
"Silah kan tuan..." Ungkap pelayan itu.
"Kami memesan makanan yang paling enak di sini..." Ungkap Neftaza.
Pelayan itu menunduk sebelum pergi meninggalkan kami.
"Apa kau mendengar putri dari kerajaan sebelah? Dia meninggal dengan sangat tragis!!!"
Kerajaan sebelah? Kerajaan Everlatz? Putri Daffania Alfonsa? What? Seriously? What happened?
"Dan sekarang apa yang terjadi dengan para putri dan pangeran kerajaan Rosewaltz? Bukankah mereka menghilang?" Ungkap seorang laki-laki yang memakai pakaian mahal.
"Aku sangat kasihan dengan keluarga kerajaan, pasti mereka sangat mencemaskan keadaan mereka..." Ucap seseorang yang berada di hadapan laki-laki tadi.
Tiba-tiba datanglah pelayan tadi dengan satu pelayan lain di belakangnya membawa kan beberapa makanan yang di letakkan di atas meja milik kami.
"Selamat menikmati tuan dan nona...!?!" Ungkap pelayan itu tersenyum seraya berbalik pergi.
"Tunggu..." Ungkap Neftaza.
Salah satu pelayan itu berhenti dan monoleh ke arah kami.
"Apa ada yang lainnya nona?"
"Aku ingin bertanya tentang sesuatu yang mereka bicarakan!" Ungkap Neftaza seraya menyuruh pelayan itu untuk mendekat.
"Apa kau tau tentang putri kerajaan sebelah yang meninggal?"
"Saya hanya mendengar dari desas-desus, kalau putri Daffania Alfonsa meninggal dengan sangat tragis..."
"Apa kau tidak mengetahui penyebab pastinya?"
Pelayan itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Lalu kenapa putri dan pangeran kerajaan ini menghilang?" Ucap ku penasaran.
"Aku hanya mendengar, ketika mereka ingin berkunjung untuk menghadiri upacara kematian putri Daffania, mereka menghilang tanpa jejak seperti mereka tidak pernah berada di sana nona..."
__ADS_1
"Lalu, kenapa ketika aku datang kesini, aku banyak melihat para rakyat memakai pakaian serba putih?" Ungkap Neftaza yang menatap sekitar.
"Kami melakukan do'a di kuil untuk keselamatan putri dan pangeran kerajaan Rosewaltz..."
"Apa kau mendengar kabar tentang raja Zeenatver?"
"Beliau sangat kehilangan, sehingga beliau beserta para kesatria masih berada di kuil untuk mendoakan keselamatan para putri dan pangeran..."
"Baiklah terimakasih..."
"Saya permisi nona..."
Ungkapnya, pergi.
Kami berempat mencoba bersikap netral dan mulai memakan makanan yang cukup enak.
____________
Sekarang kami berada di sebuah gazebo di taman kota yang tidak terlalu banyak orang berlalu-lalang.
"Gue gak tau kenapa Daffania meninggal, bukankah itu aneh? Secara dia tunangan putra mahkota kekaisaran, Alverdine Bleferald." Ungkap Neftaza yang tak habis pikir seraya bersandar di dinding gazebo.
"Hemmm..." Kami bertiga hanya bisa memikirkan sebenarnya apa yang terjadi.
"Ini benar-benar sangat aneh, seharusnya pihak kekaisaran melindungi sekutunya sekaligus calon permaisuri masa depan kekaisaran." Ungkap Neftaza lagi.
"Terlalu banyak teka-teki di sini? Bunga mawar api hitam, kematian Daffania. Jelas-jelas ini membuat kita semakin bingung." Ungkap ku yang menatap mereka bergantian.
"Apa kita akan menemui ayah?" Ungkap Neftaza serius.
"Tunggu, lebih baik kita bersembunyi..." Ungkap Hasper yang mengusulkan.
Kami semua hanya mengangguk menyetujui perkataan Hasper.
"Dimana kita tinggal? Gak di hutan kan?" Ungkap Neftaza absurd.
"Kita akan menginap di penginapan Ribery.." Ungkap Casper
"Ribery?"
"Dia teman yang bisa di percaya..." Ungkapnya lagi.
"Baiklah, kita akan menginap di sana..." Ungkap Neftaza yang langsung turun dari gazebo.
Aku beranjak turun dari gazebo melangkahkan kaki mengikuti mereka yang berjalan ke arah kanan kota menuju ke tempat penginapan milik Ribery.
Cukup lama kami berjalan, kami berada di depan sebuah penginapan yang bertingkat dengan dua lantai, tempat penginapan yang sangat klasik.
"Penginapan Ribery!!" Ungkap Neftaza yang membaca tulisan di pamplet gerbang pintu.
Ku tatap Casper yang berjalan masuk ke dalam dengan di sambut oleh seorang laki-laki tampan yang gemulai.
"Bencong?" Ucap Neftaza to the point.
"Haha... Gue udah mikir tadi, namanya aja aneh ternyata orang nya juga aneh..."
__ADS_1
"Ganteng sih, tapi sayang kenapa gitu pulak?" Ungkap Neftaza yang sedikit jijik.
"Husthhh... Jaga perkataan kalian..." Ungkap Hasper datar seraya berjalan masuk mengikuti Casper dan Ribery yang sudah melangkah kan kaki nya masuk ke dalam penginapan.
"Ayok lah..."
Ku langkah kan kaki ku masuk ke dalam penginapan dengan cepat mengikuti mereka bertiga. Aku menatap sekitar penginapan, yang sama persis dengan penginapan yang ada di buku novel zaman kerajaan, cuma di sini bedanya semua peralatan sudah semakin canggih berkat kami berdua.
"Mirip hotel klasik ini mah..." Ungkap Neftaza yang berhenti di samping ku.
"Bagus desainnya, tempat yang klasik namun gak tua..." Ungkap nya lagi.
"Gak tua? Lo ngomong apaan?"
"Gak tau, gue cuma ngomong aja..." Ungkap nya yang beranjak berjalan mengikuti Casper dan Hasper yang sedang menaiki anak tangga menuju ke lantai dua.
"Huhhh,,, dasar sahabat luknut..."
Ku langkahkan kaki ku mengikuti mereka semua yang berjalan ke arah kamar yang berada di ujung lorong penginapan.
Ku tatap Ribery yang membuka kunci pintu kamar itu yang terlihat sangat megah dari pintu yang lain, bahkan ini terlihat lebih besar.
Ceklek....
Suara pintu terbuka, ku langkah kan kaki ku mengikuti mereka yang berjalan masuk ke dalam kamar. Tak lupa pula aku mengunci nya kembali dan mulai menatap sekeliling kamar.
"Nj*r, apaan nih... " Ungkap ku yang terpesona akan kemewahan kamar.
"Wow,,, Daebak..." Ungkap Neftaza yang juga terpesona akan kamar nya.
"Lebay banget lu pake bahasa Korea segala..."
"Gak usah menyibuk deh..." Ungkap nya yang berjalan melihat sekeliling kamar.
Aku menatap Ribery yang tiba-tiba berjalan tegap dan duduk di kursi dengan tubuh yang terlihat berbeda dari pertama yang ku lihat.
"Bagaimana desain kamar nya? Ini khusus untuk kalian..." Ungkap nya dengan suara bariton yang terdengar sangat sexy.
Omg? Apaan nih? Tiba-tiba jadi keren gitu?
Neftaza yang sedang sibuk melihat-lihat saja terdiam mendengar tutur kata Ribery yang menjadi sangat So Cool...
_
_
_
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
❤❤❤
(Maaf nih telat update, soalnya lagi minim ide😂)
__ADS_1
Selamat membaca guys ❤❤❤