TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 15


__ADS_3

Udara pagi menusuk kulitku. Aku terbangun, duduk sembari tanganku menghalangi cahaya yang mengenai mataku. Perih. Aku melihat ke arah Neftaza, ia masih tertidur sangat nyenyak. Aku beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Entahlah... ku rasa hari ini akan menjadi awal keseriusan kami berdua hidup di dunia ini.


Aku berendam di air yang penuh dengan kelopak mawar. Sangat harum. Ini sangat menenangkan. Aku melamun, memikirkan masalah yang menimpa kerajaan kami. Ku rasa perang akan terjadi, aku tidak tau itu kapan. Sepuluh tahun lagi? Lima tahun lagi? atau satu tahun lagi? entahlah. Apakah ini hanya tebakanku saja? Tapi perasaan ini sungguh membuatku takut.


Sejenak lamunan ku berhenti karena suara Neftaza yang mengagetkan ku.


"Huh,,, aku sangat lelah..!" Seru Neftaza lesu.


"Lo kenapa? ucapan mu formal gitu? Lo ke sambet?" tanya Angela heran.


"Hemm... ntahlah..." Jawab Neftaza sembari menuju ke bak mandinya..


"Lo kepikiran juga kan masalah yang menimpa kerajaan kita?" tanya Angela.


"Ya, itu terlihat sangat jelas di wajah ayah dan pangeran.." Jawab Neftaza sembari memejamkan mata.


"Aku khawatir,,, dan aku pun merasa takut.." Seru Angela sendu.


"Bicara mu juga formal..!" Seru Neftaza membuka mata sembari menoleh ke arah Angela.


"Kita lagi serius, sikap barbar kita hilang tanpa kita sadari..." Jawab Angela.


"Iya sih,,, kebiasaan kita yang aneh..." Ucap Neftaza.


"Apa kegiatan kita hari ini?" Tanya Angela.


"Hemm,,, ntahlah..."


"Btw, kita hidup di dunia ini udah hampir satu tahun kan?" Seru Neftaza.


"Hemm... ngerasa aneh gak? selama kita di sini gak ada masalah yang berarti atau mungkin masalah itu datang sebentar lagi?" seru Angela.


"Kita harus hati-hati,,," Jawab Neftaza mengakhiri pembicaraan itu.

__ADS_1


-------------


Kami keluar menuju ruang makan. Suasana pagi hari ini terlihat berbeda. Suram? Iya, sangat suram walau sinar matahari menyinari dunia ini. Kenapa? entahlah..


Aku melihat raut wajah ayah dan pangeran tidak terlihat bahagia. Mereka memiliki masalah yang cukup rumit.


"Ayah...!"


"Iya sayang..!" Jawabnya.


"Suasana pagi hari ini sangat berbeda, apa ada hal yang tidak kami ketahui?" terdengar Neftaza bertanya.


"Hemm,,, kita makan lah dahulu, setelah itu ayah akan menceritakan kepada kalian." Jawabnya.


Kemudian kami makan. Di ruangan itu yang terdengar hanyalah suara sendok yang mengambil makanan di atas piring. Itu sangat suram. Seperti ada kehidupan namun tidak ada kehidupan.


Tak butuh lama, kami pun selesai. Para pelayan mengambil piring-piring sisa kami sarapan pagi. Sekarang meja itu hanya terdapat teko dan gelas kaca di atasnya.


Aku memperhatikan raut wajah ayah dan pangeran mereka terlihat ragu-ragu untuk menceritakan masalah itu.


Kami berdua hanya memperhatikan mereka bingung.


"Apakah kalian pernah mendengar kisah kaisar?" Tanya ayah.


Aku hanya mengernyitkan dahi. Aku tidak pernah mendengar.


"Entahlah ayah,,, sepertinya kami belum pernah mendengarnya!" Terdengar Neftaza menjawab.


"Ayah pernah mendengar kisah kaisar terdahulu dari kakek kalian.. Kaisar terdahulu adalah kaisar yang sangat kejam, namun dengan berjalan nya waktu kerajaan-kerajaan besar tidak menghormati kaisar itu karena kaisar sangat jahat di mata mereka. Kerajaan-kerajaan itu sangat menentang peraturan kaisar sehingga membuat kaisar yang tadinya kejam menjadi kaisar yang semakin bengis. Ayah dengar kaisar bersekutu dengan iblis. Kaisar pun menghancurkan kerajaan-kerajaan itu dengan bantuan para iblis. Namun, ternyata ada sebuah kerajaan yang memiliki sihir. Dan saat itulah terjadinya perang besar di benua ini. Mereka saling membunuh dan akhirnya salah satu sihir itu menyegel iblis-iblis itu sampai sekarang.


Mereka semua mati kecuali para keturunan yang masih hidup karena bersembunyi." Ucap ayah panjang lebar. Kami mendengar kan dengan sangat serius.


"Peraturan apa yang membuat mereka memberontak ayah?" Tanyaku penasaran.

__ADS_1


"Peraturan yang sangat membuat ayah marah. Kaisar memerintahkan jika perempuan yang tidak menikah pada usia 17 tahun maka ia akan di penggal. Maka dari semenjak perempuan baru lahir sebelum berumur 17 tahun mereka sudah memiliki tunangan. Namun jika tunangan laki-laki tersebut tidak ingin menikahi perempuan itu maka perempuan itu di penggal.Ya seperti dimana perempuan tidak di hargai sama sekali oleh laki-laki. Itu peraturan kaisar, sehingga banyak kerajaan yang menentang, namun mereka tidak bisa melawan kaisar dengan mudah." Ucap ayah menjelaskan.


Kemudian terdengar pangeran Hasper menimpali ucapan ayah.


"Peraturan itu masih di teruskan oleh para keturunan kaisar sampai sekarang, namun mereka menghapuskan beberapa hal." Ucap pangeran Hasper serius.


"Jadi apa itu Gege?" Tanya Neftaza penasaran.


"Tapi kita tidak mempunyai tunangan dan sebentar lagi umur kami 17 tahun.." Seruku kemudian menatap mereka.


"Mereka menghapuskan itu, namun setiap kerajaan hanya boleh memiliki satu permaisuri dan harus memiliki anak sebanyak empat anak. Ketika ayah mengadopsi Jessi ayah menyembunyikan itu dari kaisar sehingga kerajaan kita menjadi aman." jawab pangeran Hasper.


"Dan faktanya jika raja kehilangan permaisuri mereka tidak di izinkan untuk menikah lagi jika mereka mengabaikan peraturan itu maka kerajaan itu akan di hancurkan oleh kaisar.." Pangeran Casper menimpali.


"Bukankah itu sangat kejam? Mereka tidak menghargai perempuan sama sekali..!" Ucapku marah.


"Bahkan kaisar yang membunuh permaisuri nya sendiri dengan cara di penggal, mereka memang sangat tidak menghargai perempuan, mereka pikir tugas seorang perempuan hanya melahirkan keturunan mereka, setelah mereka mendapatkan keturunan laki-laki mereka membunuh perempuan itu. Namun peraturan itu di hapus karena para keturunan kaisar dan kerajaan-kerajaan itu memiliki kesepakatan sehingga sampai sekarang mereka bisa hidup damai walau pada akhirnya mereka memiliki kecemasan yang sangat membuat mereka takut." Ucap sang raja.


"Maksud ayah?" Tanya Neftaza bingung.


"Ayah tidak yakin jika kaisar yang sekarang tidak memiliki niat itu lagi. Jika itu terjadi maka kalian lah para perempuan yang menjadi incarannya.." Ucap ayah sendu.


"Dan bukan kah kaisar terdahulu memiliki sekutu iblis? Bukan berarti semua iblis itu menghilang, namun mereka hanya bersembunyi di bawah lindungan kaisar yang sekarang." Terdengar ucapan pangeran Hasper menimpali.


"Jadi hal ini yang membuat kalian cemas ayah, Gege?" Ucap Neftaza.


"Iya sayang,,, ayah dengar beberapa kerajaan di risau kan dengan sebuah kerajaan kecil yang di hancurkan oleh kaisar karena memberontak peraturan itu. Dan ini membuat ayah sangat khawatir jika nanti akan terjadi perang yang menghancurkan seluruh benua ini..." Ucap ayah menunduk dengan raut wajah sendu.


"Jika seperti itu, bukan kah kita harus memperkuat kerajaan kita ayah? Jika masalah Jessi sampai terdengar oleh Kaisar bukankah mereka akan menghancurkan kita karena kita di anggap memberontak?" Ucapku tegas.


"Iya ayah,, tak hanya itu kita harus mencari sekutu untuk menghancurkan kaisar.." sambung Neftaza menimpali.


Jangan lupa like vote dan komen yah...

__ADS_1


❤❤❤


__ADS_2