
"Kau... Aku hampir takut kau mati Hazel..." Teriak Neftaza marah.
"Aku masih hidup." Jawab Hazel dengan suara yang masih sedikit lemah.
"Aku lelah, aku akan menceritakan nya besok pagi..." Ucap Hazel kembali berbaring.
"Baik lah, kau istirahat lah... Ceritakan semua nya kepada kami besok." Ucap ku mengangguk.
Kami berdua keluar dari kamar Neftaza, maksud ku aku dan pangeran Darren. Aku berjalan mendahului nya dan langsung masuk ke kamar ku saat sudah berada di depan pintu.
"Selamat malam putri..." Terdengar suara nya yang terdengar melenggang pergi.
Aku hanya terdiam, aku tak ingin menjawab nya. Aku benar-benar kesal saat ia berteriak di hadapan ku.
Sialan.
Aku berjalan bergegas ke arah kamar mandi, aku ingin merendam tubuh ku untuk menghilangkan bau keringat yang menempel di tubuh ku, setelah selesai dengan kegiatan mandi ku aku keluar dari kamar mandi.
Ku langkah kan kaki ku berjalan ke arah tempat tidur ku, ku baringkan tubuh ku dengan nyaman seraya ku tarik selimut untuk menyelimuti tubuh ku. Ku tatap sebuah lukisan yang ada di atas dinding kamar ku, itu adalah sebuah lukisan yang sangat ku sukai.
"Yah setidaknya kau menenangkan ku."
Ucap ku seraya ku pejamkan mata ku. Aku tertidur.
_________
Aku mendengar suara berisik yang menggema di telinga ku, terpaksa aku membuka mata ku untuk menatap apa penyebab suara berisik tersebut.
"Putri... Bangun lah..." Teriak Esmeralda yang sudah berdiri di samping tempat tidur ku.
"Lihat lah kekacauan di luar..." Ucap Esmeralda panik, aku segera sadar dan mencari alasan kenapa putri Esmeralda membangun kan.
Aku bergegas berlari keluar dari kamar ku saat aku mendengar sebuah pecahan di ruang utama, aku berlari menuruni tangga dengan cepat.
Saat pandangan mata ku menatap ke arah keributan itu, aku terkejut ketika melihat Neftaza sedang melempar sebuah vas bunga ke arah Hazel.
"Apa yang Lo lakuin pagi-pagi begini Neftaza..." Teriak ku menggema di seluruh ruangan, ia menatap ku dengan tatapan kekesalan.
__ADS_1
"Tanya lah kepada nya..." Ucap nya seraya ia berjalan melewati ku, ia menaiki tangga dan kembali ke dalam kamar nya.
Aku menghampiri Hazel yang sedang memegang dada nya dengan suara nafas yang terdengar ngos-ngosan.
"Apa yang kau lakukan Hazel? Kau membuat masalah?" Ucap ku menatap nya penuh tanya, ia mencoba terbang meninggalkan ku.
"Jangan coba-coba kau pergi Hazel, atau aku akan mengusir mu pergi..." Ucap ku serius, ia berhenti kemudian menatap ku ketakutan.
"Aku tak melakukan apapun, tapi aku tak sengaja mencampur shampoo milik Neftaza dengan sesuatu yang ku buat..." Ucap nya menunduk.
"Lalu apa yang terjadi?" Ucap ku.
"Beberapa rambut nya berubah menjadi putih, dia menjadi beruban..." Ucap nya sedikit tertawa.
Pantas saja dia kesal, dia membuat mahkota kesayangan nya beruban.
"Lebih baik kau kembalikan rambut nya menjadi semula, sebelum kau di usir dari sini Hazel..." Ucap ku serius, ia mencoba menatap ku dengan keberanian yang tinggal sedikit itu.
"Dan jangan lupa, kau belum menjelaskan apa yang terjadi malam tadi kepada kami." Ucap ku lagi, ia mengangguk.
"Baik lah aku akan membuat ramuan untuk mengembalikan rambut Neftaza, setelah itu aku akan menceritakan kejadian tadi malam kepada kalian semua." Ucap nya, kemudian ia terbang ke arah kamar Neftaza.
"Putri Neftaza jika marah sangat mengerikan yah..." Ucap Gazelle bergidik ngeri.
"Jangan salah, kau akan di lahap nya habis jika kau mengganggu nya." Ucap ku menggoda nya.
"Putri jangan lupa, rambut mu..." Ucap Esmeralda membuat ku menjadi parno.
"Rambut mu juga beruban putri." Sambung pangeran Crystaldy tersenyum.
Aku berlari ke arah cermin yang ada di atas meja, aku benar-benar terkejut apa yang ku lihat sekarang. Sebagian rambut ku menjadi putih, dan jelek.
"Dasar sialan kau Hazel..." Teriakku saat ku pastikan rambut ku bermasalah.
Aku segera berlari menyusul Hazel yang sudah berada di dalam kamar Neftaza, aku membuka pintu kamar itu dengan kesal.
"Hazel..." Teriak ku marah.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku lupa memberitahu mu jika shampoo yang kalian gunakan memiliki ramuan yang sama..." Ucap nya tersenyum namun sedikit mengejek.
"Dasar sialan kau Hazel... Kembalikan rambut ku seperti semula, aku tak mau tau..." Teriak ku lagi, aku menatap nya dengan kedua tangan ku, ku letak kan di pinggang ku.
"Tenanglah, aku sudah membuat ramuan penghilang uban itu..." Ucap nya seraya menyerahkan botol kecil kepada ku, aku menerima nya dengan cepat.
"Awas jika ini tak berhasil, aku akan mengusir mu." Ucap ku kesal, dengan segera aku berbalik ke arah pintu dan kembali ke kamar ku.
"Diam kan lima menit setelah kau menggunakan nya..." Teriak nya.
Dengan cepat aku masuk ke dalam kamar mandi dan langsung mencuci rambut ku dengan ramuan yang ada di dalam botol kecil itu.
Aku menunggu selama lima menit, kemudian aku membilas nya di menit ke enam. Akhir nya rambut ku kembali normal, uban-uban itu menghilang dalam sekejap.
"Aku harus hati-hati sekarang, aku menyesal menerima shampoo yang di bawakan Hazel kepada ku kemarin."
Ku kering kan rambut ku dengan hydryer, setelah kering aku kembali ke tempat tidur ku. Aku ingin tidur beberapa saat lagi. Karena tadi malam aku tak sempat tidur dengan nyenyak, bahkan aku tidur sekitar pukul dua pagi.
_________
"Zu, apa yang terjadi pada kalian?" Ucap ku saat melihat nya bercucuran darah dengan beberapa orang berada di atas tubuh nya.
"Maaf kan aku putri, aku tak bisa menjaga mereka..." Ucap nya lemah, ia menurunkan beberapa orang dari punggung nya ke hadapan ku. Setelah nya Zu melemah dan ambruk tepat di belakang orang-orang itu.
"Zu..." Panggil ku saat tak percaya apa yang ku lihat sekarang.
Aku terduduk lemas ketika melihat beberapa orang yang bersimbah darah di antara nya adalah Hasper dan Casper, aku terjatuh tatkala tak mendengar suara detak jantung di tubuh mereka.
"Apa yang terjadi? Bangun lah..." Teriak ku kencang, namun aku tak mendapat balasan...
"Hasper... Casper... Kalian jangan bercanda pada ku, tolong lah bangun..." Teriak ku lagi, namun mereka tetap tak bisa mendengar ku.
Aku menangis tak tau apa yang harus aku lakukan, aku hanya bisa meratapi kesedihan. Aku menyesal tak mengikuti mereka, aku menyesal membiarkan mereka pergi tanpa ku.
_
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️