TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 192


__ADS_3

Angin malam terasa begitu menyakit kan di kulit ku, itu terasa dingin dan menyejukkan namun di sisi lain itu bisa menghancurkan kulit ku.


Aku hanya bisa termenung menatap betapa indah nya bulan di malam ini, aku tidak akan bisa menikmati hal itu beberapa waktu lagi. Semua nya akan kembali normal, aku janji itu. Aku harus mendapatkan apa yang seharusnya ku dapat kan.


"Apa yang kau lamun kan?" Ucap seseorang yang sangat ku kenal. Aku menoleh ke arah nya. Ia membawa sebotol wisky di tangan kanan nya serta membawa dua gelas di tangan kiri nya.


Ia meletakkan gelas itu di atas meja seraya di buka nya botol wisky itu, ia menuangkan nya dan memberikan nya kepada ku.


"Dengan senang hati..." Ucap ku tersenyum, aku meminum nya aku menghabis kan nya dalam sekali tegukan.


"Bagaimana keadaan mu Ela?" Ucap nya yang mendekat ke arah ku.


"Aku baik-baik saja Gege..." Ucap ku tersenyum. Keadaan nya sudah membaik beberapa hari ini. Aku bisa melihat senyuman tenang nya di sudut bibir nya.


"Luka Gege berhasil pulih, berkat Hazel..."


"Sangat hebat bukan? Dia bisa menyembuhkan luka hanya dengan menggunakan sihir ya walau tak sehebat Zu..." Aku tertawa, aku melihat ke arah nya. Ia menatap ku dan mengangguk tersenyum.


"Kau terlihat sedikit berbeda Gege, tapi kau semakin mempesona..." Ucap ku, aku hanya memuji nya sekarang.


"Wahhhh... Kau merona Gege... Lihat lah, wajah mu memerah..." Aku hanya tertawa melihat apa yang ada di hadapan ku sekarang.


"Apa yang kalian berdua lakukan di sini?" Ucap seseorang, aku menoleh ke arah nya. Itu Neftaza. Ia duduk di kursi yang ada di belakang kami berdua.


"Dimana Casper?" Ucap ku seraya berjalan aku ke arah nya, aku duduk di samping kanan nya.


"Gue gak tau... Besok kita berangkat?" Ucap nya yang sedikit ragu.


"Sudah waktu nya..." Jawab ku tersenyum.


"Baik lah..." Ucap nya, ia beranjak berdiri meninggalkan ku dengan Hasper yang menatap ke arah ku khawatir.


"Percayalah semua nya akan baik-baik saja Ela..." Ucap nya, ia mendekat ke arah ku.


Aku hanya menatap ke arah nya, aku memperhatikan bagaimana bentuk wajah nya yang terlihat sangat sempurna itu.


"Ada apa dengan ku? Apakah aku mabuk?" Ucap ku, aku beranjak berdiri. Berjalan aku ke arah nya. Aku langsung memeluk tubuh nya.


"Ada apa Ela? Apa kau sakit?" Ucap nya yang terdengar mengkhawatirkan ku.


"Aku ingin mencium mu Hasper..."


"Hemmm... Jika aku membuat kesalahan apa kau akan memaafkan ku Gege?" Aku melepaskan pelukan itu. Aku menatap nya penuh harap.

__ADS_1


"Apapun itu, Gege akan memaafkan mu Ella... Kau adalah adik Gege yang paling Gege sayang..." Ucap nya, ia tersenyum ke arah ku.


"Adik?" Kata itu membuat hati ku sangat sakit.


"Maafkan aku..." Ucap ku.


Aku mencium nya, tubuh nya tegang karena tindakan yang ku lakukan sekarang. Aku terus menarik nya, aku ingin balasan dari nya.


"Balas aku..." Aku mencium nya lagi, namun aku tak mendapat balasan dari nya. Itu sangat mengecewakan.


Aku berhenti, aku menatap ke arah nya. Tatapan nya terlihat ambigu dan kebingungan. Aku berjalan mundur, aku berjalan meninggalkan nya di sana sendirian. Aku menangis. Aku berlari tak tentu arah, aku masuk ke dalam kamar ku dan menghantam kan tubuh ku ke atas kasur. Aku menangis dan tertidur.


___________


"Andira bangun...."


Suara teriakan itu terdengar sangat berisik di telinga ku. Dengan terpaksa ku buka mata ku perlahan, sesekali ku perjapkan mata ku beberapa kali.


"Ada apa?" Ucap ku lesu, aku terduduk seraya mengucek-ngucek mata ku.


"Aku berhasil berkomunikasi dengan Ryu..." Teriak nya kegirangan.


"Bagus lah..." Ucap ku, kembali ku baring kan tubuh ku dengan nyaman.


"Baik lah aku akan tidur lagi..."


Namun beberapa detik kemudian aku mengingat sesuatu yang sangat aneh, apakah itu halusinasi ku?


"Aaaaaaaaaa..... Kau gila Ela... Kau gila...."


"Ada apa?" Teriak Neftaza yang kembali datang menghampiri ku.


"Aaaaahhhhhh... Aku benar-benar gila, apa yang ku lakukan tadi malam? Aaahhhhhhh.... Ya Tuhan tolong putar ulang waktunya...."


"Lo bener-bener gila, pagi-pagi udah teriak macem orang gila beneran. Udah ah gue balik ke kamar, bye..."


"Mampus gue, mampus... Astaga ini bukan waktu nya ada kiss scene di kehidupan gue... Gue bener-bener gila... Aahhhhhh...."


"Nefta, dimana Hazel?" Teriak ku, aku berlari menyusul nya keluar dari kamar.


"Di dalam kamar..." Ucap nya yang baru saja membuka pintu kamar nya. Aku langsung masuk tanpa menghiraukan kan nya.


Tatapan ku menatap ke sekitar dengan tajam, aku langsung berlari ke arah Hazel ketika ku lihat ia sedang berada di atas meja samping tempat tidur.

__ADS_1


"Hazel, apa kau punya sihir untuk menghilangkan ingatan?" Teriak ku, ia menatap ke arah ku dengan terkejut.


"Hemmm... Tunggu..." Jawab nya seraya berpikir mencoba mengingat.


"Nah..." Ucap nya, seraya memberikan sebuah botol kecil kepada ku.


"Apa ada efek samping nya?" Tanya ku lagi.


"Tidak, tapi ingatan nya akan kembali sebagai mimpi." Ucap nya yang sedikit membuat ku lega.


"Tapi, buat siapa ramuan itu? Lo baru ngelakuin apa?" Teriak Nefta yang mendekat ke arah ku dengan penasaran.


"Gak usah kepo..." Ku tepis tangan nya yang menunjuk-nunjuk ke arah ku.


"Bagaimana cara melakukan nya Hazel?"


"Campur kan itu ke dalam minuman nya, dan bacakan dimana tepat nya ia harus kehilangan ingatan itu." Jelas nya.


"Gue pergi dulu..."


Aku kembali berlari ke arah kamar ku, aku harus segera memberikan ramuan ini kepada Hasper apapun yang terjadi.


"Baik lah... Tenang.... Aku harus tenang... Lebih baik aku mandi dulu."


Ku letak kan ramuan itu di atas meja samping tempat tidur ku, aku bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh ku. Aku harus berusaha serileks mungkin.


___________


Ku tatap seorang pelayan yang sedang berjalan ke arah kamar Hasper seraya membawa nampan dengan air minum di atas nya. Aku menghampiri nya dengan langkah cepat.


"Apakah ini untuk tuan yang ada di kamar itu? Biar aku yang membawa nya." Ucap ku tersenyum ke arah nya seraya ku pegang nampan itu dengan cepat.


"Baik lah putri, saya permisi." Ucap nya menunduk, ia bergegas pergi setelah memberikan nampan itu kepada ku.


Aku meneteskan tiga tetes ramuan itu ke dalam gelas, seraya ku bacakan waktu tepat nya di mulai hilang ingatan itu. Setelah nya aku langsung bergegas mengetuk pintu kamar nya.


_


_


_


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2