TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 174


__ADS_3

Neftaza pov-


Entah apa yang terjadi, tiba-tiba Angela mengabari ku jika mereka sedang dalam bahaya.


Sepanjang perjalanan aku, Crystaldy dan Esmeralda tidak mengalami hal genting apapun. Hanya terdapat beberapa kendala yang tak terlalu serius. Misal nya seperti tadi, saat kami dalam perjalanan, beberapa orang menghadang. Ya mereka adalah perampok, aku bisa menghabisi mereka dalam satu tembakan dan hanya dalam hitungan detik.


"Apa yang terjadi putri?" Ungkap Esmeralda yang menatap ku dengan serius, aku hanya menatap nya jengah.


"Mereka mengalami gangguan sedikit." Jawab ku malas, seraya ku tarik tali kekang kuda ku lebih kuat.


Hak... Hak... Hak...


Terdengar suara Crystaldy yang menunggangi kuda dengan cepat ke arah sisi utara hutan. Ku tatap ia yang sedang fokus menatap sekitar dengan memakai jubah berwarna hitam pekat yang menutupi tubuh nya di kegelapan malam. Sesekali aku melihat nya menoleh ke belakang. Ku tarik tali kuda ku dengan cepat mengikuti Crystaldy dan Esmeralda yang sudah berada di belakang nya.


Kami sudah menempuh perjalanan selama kurang lebih enam jam sejak pergi dari mansion utama, sekarang kami beristirahat di bawah pohon besar yang menghadap langsung ke sebuah danau yang cukup luas di hadapan kami. Aku sama sekali tidak tau tepat dimana kami sekarang. Mungkin kah sudah dekat dengan kerajaan itu? Entahlah...


Aku duduk bersandar di dahan pohon besar yang tumbang dengan sebuah air minum berada di genggaman tangan ku. Ku tatap Esmeralda yang berdiri mengambil beberapa bungkusan di atas kuda, tampak ia berbalik dengan membawa bungkusan itu di kedua tangannya.


Sinar matahari sebentar lagi tampak di ufuk timur, hawa dingin yang menusuk pori-pori kulit ku membuat tubuh ku sedikit menggigil.


Aku menatap pangeran Crystaldy yang sedang membuat perapian dengan alat yang pernah ku berikan padanya, beberapa menit kemudian perapian itu berhasil menghangat kan tubuh kami.


Sinar mentari benar-benar telah menyinari seisi semesta, aku hanya berharap kami cepat menemukan bang Andara dan yang lain.


Aku duduk termenung, menunggu pesan dari Angela dan yang lain. Namun tak satu pun dari mereka mengabari ku.


"Apa kau tidak makan putri?" Tukas Esmeralda sembari memberikan ku sebuah potongan apel yang ia kupas.


"Terimakasih..." Ucap ku, seraya memakan potongan apel itu.


"Hazel, keluar lah..." Ucap ku kembali, tampak Hazel keluar dari ruang dimensi ku dengan wajah yang cukup menyedih kan.


"Makanlah..." Ucap ku, seraya menyodorkan potongan apel kecil kepada nya.


Ia meraih potongan apel itu dan langsung melahap nya dengan cepat. Tanpa berbicara sepatah kata apapun ia kembali ke ruang dimensi ku dengan diam.


"Ada apa dengan nya?" Ucap pangeran Crystaldy yang datang berjalan menghampiri kami berdua.

__ADS_1


"Entahlah..." Ucap ku, seraya mengedikkan bahu tak mengerti.


"Apa kau tau tepat letak kerajaan itu Gege?" Ucap Esmeralda seraya memberikan potongan apel kepada pangeran Crystaldy.


"Gege hanya pernah mendengar, jika kerajaan kecil itu tak jauh berada di Utara. Mungkin, sebentar lagi kita akan menginjakkan kaki di wilayah kerajaan itu." Jawab nya, seraya ia menatap ke arah danau yang ada di hadapan kami.


"Apa keistimewaan kerajaan itu pangeran?" Ucap ku, aku mengharapkan jawaban yang lebih.


"Aku pernah mendengar sebuah rumor, jika mereka memiliki beberapa penyihir yang cukup kuat. Maka dari itu tuan Fegis memutuskan untuk mencari sekutu ke kerajaan itu." Jelas nya.


"Bisa di bilang kerajaan itu adalah kerajaan penyihir bukan?" Tanya ku lagi.


Pangeran Crystaldy mengangguk.


"Namun itu hanya rumor, kita jangan terlalu percaya akan rumor seperti itu..." Jawab nya menatap kami berdua serius.


"Tapi, bisakah kita memikirkan alasan kenapa mereka tak bisa di hubungi? Bahkan aku dan naga ku kehilangan komunikasi." Ucap ku, mereka berdua tampak terdiam.


"Entahlah... Jika rumor itu benar, maka bisa jadi penyihir di kerajaan itu belum tentu merupakan penyihir yang baik. Bisa di katakan jika nyawa kita berada dalam bahaya sekarang." Jawab Esmeralda khawatir.


"Aku tahu ketika dia melakukan sesuatu kepada mansion kita..." Lanjut nya.


"Baiklah... Lalu kenapa jika tuan Fegis seorang penyihir?" Tanya ku mengabaikan perkataan nya tadi.


"Apa putri tak pernah mendengar, sebagian penyihir bisa merenggut sihir yang di miliki oleh penyihir lain." Ucap nya.


"Maksud pangeran?" Tanya ku tak mengerti.


"Iya, penyihir yang memiliki niat jahat. Maksud ku ketika mereka di kuasai oleh keserakahan, mereka bisa merebut sihir milik penyihir lain dengan memakan jantung penyihir itu."


Jelas nya lagi.


"Are you creazy? Why... Itu menjijikkan... Iuhhhhh....." Teriak ku, aku refleks berdiri.


"Itu hal biasa untuk mereka putri..." Ucap pangeran Crystaldy, ia beranjak berdiri berjalan ke arah kuda nya.


"Aku tak pernah berpikir untuk memakan jantung manusia jika aku menjadi penyihir..." Ucap putri Esmeralda yang tak kalah jijik nya dengan ku, ia berjalan ke arah kuda nya.

__ADS_1


Aku hanya terdiam menatap mereka berdua dengan tatapan kesal, aku hampir saja mengeluarkan makanan yang sudah ku telan.


"Cepat lah putri, kita akan melanjutkan perjalanan lagi..." Teriak Esmeralda kepada ku.


Tanpa menjawab nya, aku berjalan ke arah kuda ku. Aku menunggangi nya, dengan tatapan ku tak sengaja menatap ke arah seberang danau. Aku melihat seseorang menunggangi kuda menatap ke arah kami, kemudian tampak ia kembali masuk ke dalam hutan.


"Siapa dia?" Ucap ku, ku arah kan pandangan mata ku menatap ke arah pangeran Crystaldy yang melihat seseorang itu juga.


"Sepertinya sesuatu akan terjadi kepada kita..." Ucap nya menoleh menatap ke arah ku serius.


Hak... Hak... Hak...


Teriak pangeran Crystaldy menunggangi kuda nya dengan kencang, aku dan Esmeralda mengikuti kecepatan kuda pangeran Crystaldy dengan tergesa-gesa.


Saat ku arah kan pandangan mata ku menatap ke arah belakang, aku bisa melihat sekumpulan orang yang memakai pakaian prajurit kerajaan mengejar kami dengan sebuah pedang bertengger manis di pinggang mereka.


"Bukan kah ini terlalu cepat? Maksud ku kenapa mereka mengejar kita tanpa tanya apapun?" Teriak ku seraya menatap mereka berdua.


"Kita itu penyusup..." Jawab Esmeralda dengan teriakan juga.


"Penyusup? Astaga, kita enggak gila juga bisa di katain penyusup..." Teriak ku.


"Bukan kita, tapi mereka yang gila putri..." Jawab Esmeralda tak kalah kencang dari ku.


Hak... Hak... Hak...


"Apa kau tak melihat mata mereka putri?" Teriak pangeran Crystaldy, ia menoleh sekilas ke arah ku.


Aku hanya terdiam, tak mengatakan apapun. Sekarang aku mengerti kenapa mereka mengejar kami.


_


_


_


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2