
Ku buka mata ku perlahan seraya ku arah kan pandangan ku menatap ke sekitar, aku berada di sebuah tempat yang terasa begitu panas. Menatap aku ke bawah, aku begitu terkejut dengan apa yang ku lihat.
Sesuatu yang begitu besar terlihat di sana, ia sedang menjaga sesuatu yang terlihat seperti sebuah kunci yang sedang melayang di udara. Makhluk yang ku lihat itu terpejam dengan tubuh nya yang tak bergerak sedikit pun seperti sebuah patung yang begitu indah namun mengerikan.
"Mungkin kah itu hanya patung? Tapi dimana aku sekarang?"
Berdiri aku seraya mendekat ke arah pinggir kawah yang menyembur kan lava ke udara, aku berada di dalam gunung berapi saat ini.
"Aku gak mimpi? Kenapa ini terasa sangat panas? Tapi bagaimana bisa aku berada di tempat ini di dalam gunung berapi lagi."
Makhluk yang berwujud seperti kelelawar yang sangat besar itu menggantung di bebatuan yang menempel di pinggir kawah gunung, makhluk itu sangat besar dan yang pasti jika dia adalah penjaga kunci itu dan hidup maka aku akan kalah bukan?
"Dia terbang dan kunci itu melayang, aku gak tau kunci apa itu tapi aku harus mendapatkan nya."
Menatap aku ke sekitar, aku tak melihat benda apapun yang bisa ku gunakan.
"Bagaimana bisa kunci itu berada di dalam gunung berapi? Kau ingin membunuh ku Dewa? Kau begitu kejam menyusah kan ku seperti ini."
Dooommmm....
"Sumpah aku kaget...."
Aku jatuh terduduk ketika semburan lava itu menyembur dengan suara ledakan yang begitu keras, bahkan percikan-percikan lava itu hampir mengenai tubuh ku.
"Maafkan aku, aku tak akan membuat mu marah lagi... Ku mohon maafkan aku..."
Aku menyalahkan diri ku sendiri atas kebodohan menghina dewa, bagaimana bisa mulut ku ini mengatakan hal yang tidak-tidak kepada nya. Maafkan aku.
_____________
"Yaaa.... Sebentar lagi...." Aku terus memegang pancing ku dengan gemetar, keringat sudah bercucuran di seluruh tubuh ku tanpa henti.
Kail pancing ku selalu gagal menarik kunci itu.
"Dewa ku mohon bantu lah aku...."
"Yakkkk.... Dapat...." Aku langsung menarik nya dengan cepat, di saat bersamaan suara dentuman semburan lava itu semakin kuat dengan kelelawar besar itu membuka mata nya yang memiliki manik mata berwarna merah. Aku sangat ketakutan.
Ku genggam kunci itu dan langsung memasukkan nya ke dalam ruang dimensi ku, aku mencari cara untuk keluar dari gunung berapi yang sudah bergetar hebat ini.
"Zuuuu.... Bantu aku...." Teriak ku cemas, aku berusaha naik ke atas untuk keluar dari gunung ini. Namun tiba-tiba semburan api datang dengan tiba-tiba menyerang ku. Aku menoleh ke asal api itu, ternyata kelelawar itu lah yang menyembur kan api ke arah ku.
__ADS_1
"Sial..."
Aku berusaha sekuat tenaga untuk cepat keluar dari gunung berapi ini.
Setelah berusaha beberapa kali aku berhasil naik dan segera berlari aku menuruni gunung itu dengan sedikit terpontang-panting karena gunung berapi yang sudah bergetar dengan cukup hebat itu mulai menimbulkan getaran yang lebih dahsyat lagi.
Duaarrrr...
Aku menoleh ke belakang, gunung api itu meledak dan menyemburkan lava ke arah hutan sekitar nya.
Aku terus berlari sembari memanggil Zu, namun aku tak mendapatkan jawaban apapun dari nya.
"Neftaza.... Kalau ini cuma mimpi, bangunin gue.... Aaaaahhhhhh...." Aku tergelincir dan menggelinding jatuh ke bawah.
Brukkk....
"Awww.... Tulang gue patah...."
Suara kepakan sayap kelelawar terdengar mulai mendekat di belakang ku, semburan api tepat mengenai pohon di mana aku terjatuh.
"Neftaza.... Bangunin gue...."
Aku beranjak berdiri dan berlari tanpa menoleh ke belakang, aku terus berlari tanpa memikirkan apapun. Tubuh ku yang terasa panas dan juga nyeri membuat tubuh ku semakin lemah dan kesakitan.
Brukkkk....
"Awww...."
Ku rasakan semak-semak belukar dimana aku terjatuh, tak hanya sampai situ tubuh ku menggelinding begitu saja. Aku hanya pasrah sampai dimana tubuh ku tercebur ke dalam air danau. Aku tenggelam tanpa bisa berenang ke atas, kegelapan benar-benar menghantui ku.
__________
"Woiiii.... Bangun...."
Terdengar suara samar-samar mengganggu tidur ku. Ia mengguncang tubuh ku dengan sangat kuat.
"Aaahhhhhhhh...." Aku terbangun karena mengingat sesuatu.
"Sialan, Lo ngagetin gue Ell.mm" Ucap Neftaza yang terlihat memegang dada nya.
"Gue mimpi ngeri banget sumpah, untung gue cuma mimpi..." Jawab ku, seraya menatap aku ke arah nya dengan bersyukur.
__ADS_1
"Perasaan Lo mimpi buruk mulu deh seinget gue Ell..." Jawab nya seraya duduk di kursi tepat di samping kanan tempat tidur ku.
"Lupa baca doa kali Lo..." Tambah nya lagi.
"Lo ngapain bangunin gue? Tumben-tumbenan Lo udah mandi jam segini. Kayaknya ada sesuatu deh sama Lo."
"Hemmm... Mood gue lagi baik aja hari ini. Ini udah jam delapan woi, sampai kapan Lo mau tidur? Gue udah nungguin dari tadi juga. Misi kita itu nyari bunga mawar api hitam itu bukan buat molor." Ucap nya ketus.
"Iya deh iyaaa... Dimana Hazel? Lo masih sembunyiin dia kan? Jangan sampai Lo ngasih tahu keberadaan dia ke mereka."
"Tenang aja, gue gak bego... Udah deh gue balik dulu ke kamar, entar kalau udah siap langsung ampirin gue..."
Ia beranjak berdiri berjalan ke arah pintu, di buka nya pintu itu dengan perlahan ia keluar dari kamar ku tanpa melupakan menutup pintu itu kembali.
"Baiklah... Itu hanya mimpi, lebih baik aku segera mandi."
_________
Aku menatap sekitar kamar Neftaza, aku mencari keberadaan Hazel namun aku tidak melihatnya. Mungkin kah dia masih berada di ruang dimensi milik Neftaza?
"Dimana Hazel..???" Ungkapku menatap Neftaza yang masih sibuk merapikan rambut nya.
"Ohhh,,, Hazel di ruang dimensi gue, tenang aja..." Ungkapnya santai.
"Gue mau ke kamar mereka berdua,,," Ungkap ku seraya berbalik pergi aku meninggalkan nya...
"Ehhh.... Tunggu dong, gue ikut..."
Ungkap nya berlari menghampiri ku.
Aku melangkahkan kaki ku tanpa menghiraukan kan nya. Ku ketuk pintu Hasper beberapa kali, namun aku tak mendapat kan jawaban dari dalam, akhir nya aku masuk begitu saja ke dalam kamar Hasper namun saat ku lihat sekeliling kamar ia tak berada di sana.
"Ahh... mungkin di kamar Casper..." Ungkap Neftaza seraya berbalik keluar ia dari kamar.
Kembali ku langkahkan kaki ku ke kamar Casper, namun ketika kami membuka kamar nya kami tidak melihat mereka berdua di kamar.
"Mungkin mereka ketemu sama mereka kali." Jawab ku. Kami berdua memutus kan untuk turun mencari mereka. Bisa saja mereka sedang berdiskusi dengan para pangeran.
_
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️