TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 160


__ADS_3

Ku arah kan pandangan mata ku menatap ke arah jam dinding yang masih menunjukkan pukul enam sore. Hujan berhenti beberapa menit yang lalu dengan perasaan ku yang ku abaikan beberapa detik yang lalu juga.


Ku langkah kan kaki ku berjalan ke arah kamar mandi, seraya ku lepaskan semua pakaian ku kemudian kembali ku langkah kan kaki ku masuk ke dalam bak mandi yang sudah ku beri beberapa bunga dan pengharum.



Ku pejam kan mata ku seraya ku hirup udara segar yang masuk ke dalam Indra penciuman ku.


Lima belas menit sudah aku berendam dengan perasaan yang membuat ku semakin tenang dan terkendali. Aku bangkit seraya mengambil handuk di dekat kaca kamar mandi.


Aku mengeringkan rambut ku menggunakan hairdryer yang berada di samping kanan ku. Ketika sudah cukup kering aku keluar dari kamar mandi menuju ruang ganti.



"Ahhh kebanggaan ku..." Teriak ku setelah melihat ruang ganti yang sudah lama ku lupakan, sekarang berada di hadapan ku dengan mewah nya.


Aku berjalan berkeliling mencari baju yang ingin ku gunakan dengan santai, akhir nya aku berhenti di depan sebuah pakaian yang sangat nyaman.



Aku mengenakan nya dengan senyuman.


"Aku memang selalu cantik..." Ucap ku sedikit narsis.


Aku kembali berjalan ke arah meja samping tempat tidur ku, aku mengambil handphone ku dan berencana turun ke bawah.


Saat ku langkah kan kaki ku berjalan ke arah pintu, seseorang membuka pintu itu dengan sedikit cepat. Aku menatap nya dengan penuh kekesalan.


"Ayo makan..." Ucap nya, seraya ia pergi meninggalkan ku terlebih dahulu.


"Gue juga mau ke sana..." Ucap ku seraya menyusul nya tak lupa menutup pintu kembali.



Ku tatap Neftaza yang menggunakan pakaian yang cocok dengan kepribadian nya, sedangkan di tangan kanan nya ia memegang sebuah pistol yang ia mainkan dengan cara di putar-putar.


"Ngapain Lo bawa pistol segala?" Ucap ku berjalan ke arah nya seraya aku menepuk pundak nya dengan sedikit keras.


"Gue mau latihan..." Ucap nya menoleh ke arah ku dengan tatapan tersenyum, kemudian ia menyimpan pistol nya di belakang baju nya.

__ADS_1


Kami berdua menuruni anak tangga dengan cepat seraya pandangan mata kami menatap beberapa pangeran sudah berada di ruang utama, mereka duduk di sofa dengan pakaian yang masih sama seperti sebelum nya.


"Nef, bukan nya di kamar mereka ada banyak baju ya?" Ucap ku menatap ke arah Neftaza yang menatap mereka dengan tatapan aneh.


"Iyaa, gue udah siapin..." Ucap nya mengedik kan bahu.


"Ahhh mungkin mereka baru latihan atau gimana gitu..." Ucap ku seraya mendekati mereka semua.


"Ella, Nefta... Bisakah kalian menggunakan pakaian yang lebih tertutup? Lihat lah muka mereka, bersemu merah seperti kepiting rebus..." Ucap Casper yang berjalan ke arah ku dengan tatapan khas nya.


"Bukan kah kalian tahu ini adalah pakaian sehari-hari kami seharus nya..." Ucap ku seraya mengedip kan mata kanan ku menggoda nya, ia juga mengalami hal yang sama seperti mereka. Pipi nya bersemu merah.


"Tenang lah, kalian akan terbiasa..." Ucap ku seraya duduk di samping Hasper yang sedang menatap kami dengan malas.


"Gege, bukan kah Neftaza sudah menyiapkan pakaian untuk kalian? Kenapa kalian tak berganti pakaian?" Ucap ku menatap nya ragu.


"Kami baru selesai berdiskusi, nanti kami akan berganti pakaian." Ucap nya menatap ku lekat.


"Ohh baik lah..." Ucap ku mengangguk.


Dari salah satu kamar yang berada di lantai bawah, aku melihat seorang laki-laki tampan berjalan ke arah ku dengan senyuman. Laki-laki itu tak lagi mengenakan topeng khas nya, ia tersenyum dengan sangat cerah.


"Dia tuan Fegis, Gege..." Ucap ku, ia menatap ku dengan tatapan dingin. Namun ia kembali melunak, dan duduk dengan tenang.


"Bang, udah lama gak make baju yang begituan kan?" Ucap ku menatap nya, ia berjalan ke arah ku. Ia duduk di samping ku dengan Neftaza mengikuti nya di belakang.


"Yah... Udah lama banget..." Ucap nya tersenyum.


"Abang juga udah lama gak lihat kalian berdua yang fresh begini..." Ucap nya menatap ku dan Neftaza bergantian.


"Tuan Fegis, ternyata kau terlihat sangat tampan jika tak menggunakan topeng mu itu..." Seru Casper di angguki oleh yang lain.


"Hahaha... Aku hanya menyembunyikan nya untuk menghindari orang lain agar tak mengenali ku saja..." Ucap bang Andara sopan.


Obrolan itu terhenti saat Gazelle dan Esmeralda turun bersamaan dengan anggun, mereka berdua memakai pakaian yang sangat cocok untuk mereka.


"Lihat lah putri Gazelle dan putri Esmeralda yang terlihat sangat cantik setelah sekian lama..." Ucap Neftaza beranjak berdiri menghampiri kedua nya dengan senyuman menggoda nya.


"Bagaimana apa kalian suka dengan pakaian yang aku siapkan?" Ucap nya lagi.

__ADS_1


"Aku sangat menyukai nya putri..." Ucap Gazelle tersenyum senang namun sedikit malu-malu ketika semua penghuni rumah ini menatap nya dengan tatapan penuh kagum.



Ia menggunakan pakaian yang sangat cocok untuknya, seseorang yang berada di samping ku menatap nya dengan tatapan penuh minat. Aku menyelidiki nya beberapa detik, seperti nya bang Andara menyukai Gazelle pada pandangan pertama.


Setelah sekian lama, akhirnya kau menemukan pujaan hati mu bang.


"Bagaimana dengan mu putri Esmeralda?" Ucap ku beranjak berdiri berjalan ke arah nya.


"Aku sangat senang, aku sangat menyukai pakaian seperti ini..." Ucap nya seraya tersenyum menatap ku.



Pakaian itu memang sangat cocok untuk nya, seperti memang sudah di desain untuk nya.


Ku tatap kedua nya yang berjalan ke salah satu tempat duduk di samping pangeran Felis dan pangeran Crystaldy.


"Nef, ayo nyiapin makanan..." Bisik ku pelan, ia mengangguk.


Kemudian ia menyuruh mereka yang belum mandi untuk segera mandi, sedang kan kami berdua menyiapkan makanan untuk makan malam.


Ku tatap Neftaza yang sudah berbalik berjalan ke arah meja makan yang berada di dekat dapur, dari tempat ku berdiri aku melihat sebuah meja makan yang masih terlihat kosong tanpa makanan apapun.



"Apa yang akan kita siap kan?" Ucap Neftaza bingung.


"Apapun!!!" Ucap ku seraya mengeluarkan beberapa makanan yang memang sudah mereka kenal. Di antara nya steak daging sapi, salad, dan makanan berat yang lain. Tak lupa kami menyiap kan minuman untuk mereka.


Setelah menunggu beberapa saat akhir nya kami semua makan dengan begitu lahap.


_


_


_


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2