TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 168


__ADS_3

"Apa yang terjadi?" Teriak seseorang, aku membuka mata ku menatap nya terkejut.


"Apa yang kau lihat?" Ucap nya khawatir.


"Aku melihat mereka tak bernyawa Hazel..." Teriak ku, ia menatap ku nanar.


"Apa kau tak bisa memanggil Zu?" Ucap nya lagi.


Aku menggeleng kan kepala ku, aku beranjak berjalan ke arah kamar mandi. Ku cuci muka ku dengan cepat, seraya ku lihat cermin yang ada di hadapan ku.


"Tidak... Ini hanya mimpi tapi kenapa begitu terlihat nyata? Aku harus mencari mereka..."


Ku langkah kan kaki ku berjalan ke luar, ku arah kan pandangan mata ku menatap ke arah Hazel yang sedang terbang ke arah ku.


"Tenang lah, kita harus tetap di sini... Jangan gegabah Ella, aku tak mau kita semua dalam bahaya..." Ungkap nya, aku tak bisa berpikir dengan jernih sekarang.


Aku terduduk lemas, tak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang.


"Bukan kah mereka membawa handphone? Coba lah telepon mereka Ella..." Ucap nya mengingat kan ku.


Dengan segera aku meraih handphone ku yang ku letakkan di atas meja samping tempat tidur ku. Ku buka handphone ku, kemudian aku memanggil nama Hasper yang tertera di sana.


Setelah menunggu hitungan detik, tetap tak ada jawaban dari nya. Aku semakin khawatir tatkala panggilan ke tiga ku tak mendapat jawaban dari mereka.


Aku menelepon Casper, Felis dan Airen tanpa henti tapi tak dapat jawaban apapun dari mereka.


"Mungkin kah mereka berada di suatu tempat yang sangat jauh? Sampai kau tak bisa menghubungi nya?" Ucap Hazel, ia berusaha untuk terlihat setenang mungkin.


"Entah lah... Aku akan mencari tahu tentang keberadaan mereka Hazel..." Ucap ku berjalan ke arah pintu keluar.

__ADS_1


"Tunggu Ella, kau harus tenang... Jangan gegabah..." Teriak nya, ia menyusul ke arah ku.


Aku menatap nya diam, Hazel benar aku tak boleh gegabah karena sebuah mimpi yang aneh.


"Ikut lah aku, aku akan menjelaskan kejadian yang menimpa ku kemarin..." Ucap nya, ia mengajak diri ku untuk turun ke lantai bawah.


Sesampainya di sana, aku melihat mereka semua sudah berada di sana dengan raut wajah yang sulit di tebak. Aku duduk di samping Neftaza dengan putri Gazelle dan putri Esmeralda berada di kanan tubuh ku.


"Dengar kan aku, mereka datang ke tempat ini bukan karena alasan. Benar perkiraan mu Ella, mereka mencari tuan Fegis untuk di bunuh... Dan sepertinya ada seseorang yang menyamar sebagai kalian di antara kita." Jelas Hazel, kami semua terdiam termenung mendapat informasi yang sangat merugikan kami.


"Tapi aku tak menemukan kecurigaan apapun Hazel!" Jawab Neftaza, aku mengangguk menyetujui nya.


"Dari awal aku tidak menghiraukan perbedaan itu Ella... Apa kalian tak melihat tingkah laku Casper yang tidak seperti biasa nya saat berada di penginapan?" Sambung nya lagi.


"Pangeran Casper? Aku tak melihat perbedaan apapun dari nya." Jawab pangeran Crystaldy memikirkan sesuatu.


"Tapi, aku pernah berpapasan dengan nya dan dia terlihat sedang marah kepada ku." Sambung nya lagi.


"Aku tak mengingat nya, tapi itu saat kita masih berada di penginapan di desa pemberontak putri..." Ucap nya mengingat.


"Jadi menurut kalian, waktu itu mereka menyamar sebagai Gege ku? Lalu dimana Gege ku saat itu? Tunggu... Lalu yang berada dengan kita di mansion ini bukan Casper yang sebenarnya?" Tanya Neftaza serius.


"Dia adalah pangeran Casper yang asli putri, entah saat dimana semua nya kembali normal saat kita sampai di sini..." Sambung pangeran Darren menimpali.


"Maksud mu? Mereka hanya menyamar saat di penginapan itu, tapi tak melanjutkan penyamaran nya?" Tukas ku menatap mereka semua.


"Benar putri, sepertinya mereka hanya mencari informasi tentang keberadaan kita." Sambung pangeran Crystaldy.


"Berarti mereka semua sudah tahu jika kita masih hidup? Bukan kah ini sangat berbahaya?" Teriak Gazelle khawatir.

__ADS_1


"Ku harap tidak putri. Aku belum menceritakan itu semua kepada kalian. Ada saat dimana aku, pangeran Hasper dan pangeran Casper pergi keluar untuk mencari sesuatu bukan? Ternyata pangeran Hasper sudah mengetahui jika yang berada di dekat nya bukan lah pangeran Casper yang asli, karena tanpa sengaja ia melihat pangeran Casper yang asli sedang berada di sebuah gudang penginapan saat ia melihat seseorang mencurigakan yang membawa pangeran Casper ke arah gudang tersebut." Jawab pangeran Darren, kami semua terkejut. Kenapa dia tak menceritakan semua nya dari awal?


"Pangeran Casper pingsan, tidak. Lebih tepat nya ia tertidur di dalam gudang tersebut. Entah apa yang terjadi setelah ia terbangun ia tak mengingat apapun. Tapi pangeran Hasper menyuruh nya untuk kembali ke kamar penginapan dengan hati-hati sedangkan pangeran Hasper telah merencanakan sesuatu kepada pangeran Casper yang palsu." Sambung nya lagi.


"Saat itu kami bertiga berada di tengah hutan, lalu pangeran Hasper tiba-tiba melakukan sesuatu yang membuat ku sangat terkejut karena pada saat itu aku belum mengetahui kebenarannya. Ia menembak tepat ke jantung pangeran Casper, dan dengan tiba-tiba tubuh nya terbakar dan menghilang."


"Kenapa dia bisa terbakar hanya karena peluru menembus jantung nya?" Tanya putri Esmeralda penasaran.


"Bukan kah Hazel pernah memberikan sebuah botol kecil untuk membinasakan roh kegelapan yang selalu mengejar kita? Pangeran Hasper memakai itu, ia mengoles kan cairan itu di peluru yang ia gunakan." Jawab nya, ia menjelaskan dengan tenang.


"Kenapa kalian tak menceritakan semua itu kepada kami?" Tanya ku menatap nya lekat.


"Kami tak ingin membuat kalian takut..." Jawab nya simple.


"Tapi sejak kapan Gege ku sepintar itu? Maksud ku ia sudah mengetahui jika makhluk itu bukan lah pangeran Casper yang sebenarnya? Bahkan ia tak mengalami keraguan sedikit pun." Tanya Neftaza, ia melirik ke arah ku.


"Ketika kau sudah dekat dengan seseorang kau pasti mengetahui cara ia melakukan sesuatu bukan? Dan Hasper adalah tipe manusia yang sangat peka, apalagi roh kegelapan itu menyamar sebagai adik nya sendiri. Bukan kah mereka bodoh?" Sambung Hazel, ia berbicara dengan suara sedikit keras namun padat.


"Dan ternyata roh kegelapan sampai ke tempat kita dengan menyamar seperti itu." Ucap ku.


"Tapi aneh nya, Zu dan Ryu tak merasakan keberadaan nya kan Nef?" Ucap ku lagi seraya ku arah kan pandangan mata ku menatap nya.


"Roh kegelapan itu di lindungi oleh pangeran Reverdine Bleferald Ella, tak semudah itu mereka merasakan sihir hitam dengan cermat. Apalagi kalian tuan nya, tidak memperhatikan sekitar dengan detail."


"Kau memang tak pernah salah Hazel." Ucap ku dingin. Ia hanya menyombong kan diri nya.


_


_

__ADS_1


_


❤️❤️❤️


__ADS_2