TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 107


__ADS_3

Dengan samar-samar aku mendengar seseorang berbicara di luar air, segera aku menghentikan kegiatan dan keluar untuk melihat siapa yang berbicara.


"Aku menemukan celah di sekitar sini..." Ungkap Neftaza yang terlihat sangat senang.


Aku berenang menghampiri Neftaza yang berada di ujung kanan gua. Sesampai nya di dekat nya aku menyelam untuk melihat celah yang di tunjukkan Neftaza.


Aku bisa melihat bahwa terdapat sebuah lubang yang tertutup bebatuan besar. Sehingga kami harus menyingkirkan batu itu yang menghalangi lubang tersebut.


Aku kembali ke luar dari dalam air. Tampak Hasper dan Casper mulai menyingkirkan batu itu dengan cukup kesulitan, dengan cepat aku dan Neftaza membantu nya.


Untuk menyingkirkan batu saja membutuhkan waktu yang cukup lama, karena hantaman ombak masih membuat kami harus ekstra hati-hati.


Batu besar itu bergeser sedikit demi sedikit memperlihatkan lubang yang cukup besar, setidaknya itu muat untuk satu orang yang berbadan besar.


"Huhh... Akhirnya..."


Booommmmm....


Lagi-lagi air menghantam tubuh kami.


Ku arahkan pandangan mata ku ke arah raksasa yang tergeletak di sana, hanya tampak kaki nya yang tenggelam di dalam genangan air. Ah itu bukan tenggelam... Sepertinya raksasa itu kalah dari raksasa satunya.


Tanpa ku sadari, raksasa itu melihat kami bersembunyi di sini. Dengan segera aku mendesak mereka untuk segera masuk ke dalam lubang itu karena raksasa itu bangkit dan berjalan ke arah kami.


Aku menyuruh Neftaza terlebih dahulu untuk masuk karena waktu nya tidak banyak.


"Gege Casper cepatlah masuk..." Ungkap ku tergesa-gesa menyuruhnya masuk terlebih dahulu setelah Neftaza sudah tak tampak di lubang itu.


"Gege langsung masuk ketika aku masuk ok..." Ungkap ku menatap Hasper yang berada di samping ku.


"Ok..."


Aku segera mengambil nafas sebanyak-banyak nya untuk menyelam masuk ke dalam lubang yang cukup gelap, aku menggunakan senter untuk bisa melihat ke arah depan ku.


Sesekali aku menoleh ke belakang untuk memastikan Hasper benar-benar berada di belakang ku.


Kami berdua berenang dengan cepat masuk ke dalam lubang itu. Terdengar suara berat dari belakang ku yang membuat lubang ini menjadi terguncang kuat. Aku berenang dengan cepat karena kami harus mengambil nafas.


Sekitar sepuluh meter, akhirnya kami berhasil keluar dari lubang itu dan bisa mengambil nafas. Saat ku arahkan pandangan mata ku ke sekitar, aku bisa melihat bahwa sekarang aku dan Hasper berada di sebuah kolam yang terhubung langsung dengan sungai yang mengalir ke arah barat.



Namun sepanjang aliran terdapat di sebuah lorong gua yang sangat panjang. Ku arahkan pandangan mata ku ke arah Neftaza dan Casper yang berdiri di dekat dinding dengan batu permata yang berwarna-warni memenuhi dinding gua tersebut.


"Permata? Atau berlian?" Ungkap ku seraya beranjak berjalan ke arah mereka di ikuti Hasper.


"Ini berlian..." Ungkapnya tersenyum senang menoleh ke arah ku.


"Berlian?"

__ADS_1


Aku mengambil satu buat berlian yang di berikan Neftaza kepada ku.


Aku tersenyum senang menatap batu itu yang ternyata benar-benar sebuah berlian yang sangat mahal.



Ku arah kan pandangan mata ku ke sekeliling dinding gua yang ada di hadapan ku. Bahkan ini sangat banyak. Berbagai jenis berlian ada di sini.


"Buat oleh-oleh..." Ungkap Neftaza yang mengambil beberapa berlian dan memasukkan nya ke dalam ruang dimensi nya.


Aku tak ingin kalah, dengan cepat aku juga mengambil beberapa berlian yang memiliki nilai yang sangat tinggi. Aku memasukkan berlian itu ke dalam ruang dimensi ku sebanyak yang menarik perhatian ku.


"Aku menyukai semuanya... Ahhh..." Teriak ku frustasi karena tidak ada habisnya.


"Dasar perempuan." Terdengar suara Casper yang menghela nafas.


"Ambil saja secukupnya..." Ungkap Hasper dengan raut wajah datar yang sedang duduk di atas bebatuan tak jauh dari tempat ku berdiri.


"Baiklah...." Ungkap ku tersenyum.


Ku tatap Neftaza yang sudah berhenti dan berjalan ke arah ku dengan senyum kebahagiaan.


"Gue udah selesai..." Ungkapnya santai.


Tiba-tiba ia mengeluarkan sebuah handphone dan memotret semua berlian yang ada di sini, kemudian ia mengajak kami bertiga untuk berfoto bersama.


"Kalian sudah puas bukan? Lebih baik kita segera pergi..." Ungkap Casper yang menatap kami berdua bergantian.


Aku dan Neftaza saling tatap kemudian mengangguk.


"Sebenarnya aku gak rela meninggalkan kalian, tapi aku harus segera pergi..." Ungkap Neftaza tampak sedih menatap berlian-berlian yang berkilau terang terkena cahaya di sana.


"Gak usah drama..."


Kami berjalan melangkah dengan perlahan melewati pinggir sungai yang mengalir, sesekali ku arah kan pandangan mata ku ke sekitar gua yang sangat besar seperti lorong kereta bawah tanah.


Cukup lama kami berjalan, tampak sebuah cahaya di ujung lorong. Dan terdengar suara gemuruh seperti kami berada di pinggir laut. Kami bergegas berjalan untuk segera keluar.


Terlihat sebuah burung atau semacamnya terbang ke arah kami dengan cepat. Aku tak bisa melihatnya dengan jelas karena cahaya.


"Ahhh, kalian sungguh tega membuang ku di hutan..." Ungkap seseorang.


Seperti suara Hazel! Astaga itu benar-benar Hazel.


"Maafkan kami..." Ungkap Neftaza yang tersenyum canggung.


"Apa yang terjadi dengan mu?"


"Aku terlempar dan terjepit di antara ranting kayu, untung saja aku bisa terlepas dan menemukan kalian di sini..." Ungkapnya dengan raut wajah ekspresi yang sedikit marah.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kau menemukan kami?" Ungkap Neftaza yang penasaran.


"Aku tidak sebodoh itu untuk menemukan kalian." Ungkap Hazel sinis.


"Apa kau melihat raksasa itu berada di luar?"


Ungkap Casper.


"Tidak, aku tidak melihat mereka lagi..." Ungkap nya yang terbang ke arah Hasper dan duduk di pundaknya.


Kami berjalan kembali dengan cepat. Aku menghalangi pandangan mata ku yang silau karena cahaya matahari. Aku memejamkan mata ku dan membukanya agar terbiasa melihat cahaya yang ada di sekeliling ku.


Ku rasakan hembusan angin yang sangat kencang menyentuh kulit ku, aku bisa melihat dengan jelas bahwa sekarang aku berada di pinggir pantai melihat pemandangan laut yang sangat luas berada di hadapan ku.


"Laut?" Terdengar suara Neftaza yang sedikit kebingungan.


"Bukan kah seharusnya kita berada di hutan yang jauh dengan laut?" Ungkapnya lagi.


"Kalian tidak berada di dunia mereka lagi my lord."


Terdengar suara Zu yang berbicara jelas di pikiran ku.


"Lalu dimana kami sekarang?"


"Kalian berada di ujung benua worldlander my lord."


"Ujung benua?"


"Benar my lord, kalian hanya punya waktu beberapa hari lagi untuk bisa menemukan petunjuk mengenai bunga mawar api hitam sebelum kalian kembali ke benua tempat tinggal kalian."


"Maksudmu?"


"Dari awal, kalian hanya memiliki waktu sedikit untuk berada di sana."


"Kenapa gak bilang dari awal?"


"Maafkan aku my lord."


"Sialan, kita hanya punya waktu beberapa hari sebelum kita terusir dari sini..."


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2