
"Kau tau? Pangeran Hasper sangat ingin melindungi kalian. Lihatlah,,, sebelum aku bangun ia sudah berada di sana untuk berlatih pedang." Ucapnya seraya menatap pangeran Hasper yang sedang duduk bermandikan keringat.
"Aku beruntung mempunyai saudara seperti mereka terutama pangeran Hasper. Aku akan selalu berjuang bersama mereka, aku akan selalu melindungi mereka apapun yang terjadi." Ungkap ku seraya mengalihkan pandangan ku ke arah pangeran Hasper.
"Kau sangat beruntung El.." ungkapnya lagi menatap ke arahku.
"Aku memang sangat beruntung." Aku tersenyum hangat memikirkan seberapa beruntungnya aku memiliki mereka.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" Aku menoleh ke arah suara itu begitupun Airen.
"Kami hanya.." Ungkap Airen terhenti.
"Lebih baik kita masuk ke dalam gua." Ucap pangeran Darren kesal. What ada apa dengannya?
"Kami akan segera masuk ." Ucap Airen santai. Wah... Dia memang tipeku .
Aku memanggil pangeran Hasper untuk segera masuk ke dalam gua.
Aku melihat Neftaza sedang mengeluarkan beberapa jenis makanan khas Indonesia.
"Nasi goreng? Wah,,," Aku menghampiri nya begitupun Airen dan pangeran Hasper.
"Ini adalah sarapan yang bagus selain roti." Ungkap Neftaza mengarahkan agar mereka segera memakan makanan nya.
"Aku tak sabar mencobanya..!" Ungkap Esmeralda seraya mencoba satu suapan.
Kami semua mencicipi nasi goreng yang bertaburkan daging cincang berbumbu dan telur mata sapi di atasnya. Memang yang terbaik.
"Wah..." Ungkap mereka senang.
Kami menghabiskan sarapan dengan suasana hati yang senang. Kemudian kami memakan buah-buahan sebagai pencuci mulut nya, tak lupa meminum air mineral untuk menghilangkan rasa haus.
"Kalian, memang penuh dengan keajaiban, ah.. aku menyukai kalian." Ungkap Gazelle bahagia seraya memeluk kami begitupun Esmeralda.
"Dasar perempuan." Ejek pangeran Felis ketika memperhatikan kami.
Kami para perempuan sinis melihat ke arahnya.
"Aku hanya bercanda, jangan menatapku seperti itu." Ungkapnya lagi seraya menghindari tatapan kami. Kami semua tertawa dengan riang melihat tingkah seorang pangeran yang terhormat takut dengan tatapan seorang perempuan. Ih gemas deh... Hehe...
"Aku akan membagikan sebuah pistol ke kalian semua..!" Ungkapku seraya mengeluarkan beberapa pistol dan peluru untuk mereka gunakan.
__ADS_1
"Ini hanya untuk berjaga-jaga di saat kita mengalami kesulitan untuk bertahan maupun menyerang, kalian tau bukan cara menggunakan nya?" Ungkap Neftaza melihat ke arah mereka.
"Aku melihat kalian kemarin menggunakan benda itu dengan cara menarik pelatuknya." Jawab Esmeralda seraya memperhatikan pistol yang ada tangannya.
"Iya, kau benar. Ini seperti kita menggunakan panah. Kau hanya perlu fokus untuk membidik di bagian mana" Ungkapku serius.
"Jika kalian kehabisan peluru, lihat bagaimana cara aku memasukkan pelurunya." Ungkap Neftaza seraya mempraktekkan cara memasukkan peluru ke dalam pistol.
"Ya, kami mengerti." Ungkap mereka semua.
"Baiklah, kita harus hati-hati." Ungkap ku seraya memperhatikan sekitar.
"Kita ha.." Ungkap Gazelle berhenti.
"Husth..." Tiba-tiba pangeran Cristaldy menyuruh kami untuk terdiam.
Ia beranjak dari tempat duduknya untuk memeriksa sesuatu. Ia berjalan ke arah pintu gua dengan memegang pedang di tangan sebelah kanan nya kemudian di ikuti dengan pangeran yang lain.
Kami semua waspada seraya memegang senjata masing-masing. Aku dan Neftaza menggunakan pistol sedangkan Esmeralda dan Gazelle menggunakan panah. Sedangkan pistol yang kami berikan, mereka simpan di pinggang mereka untuk berjaga-jaga begitupun para pangeran.
Jleb...
Suara pedang pangeran Cristaldy menusuk salah satu makhluk yang menyerang nya secara tiba-tiba. Dia memiliki rasa kewaspadaan yang tinggi. Wah... Bukan waktu yang tepat untuk mengaguminya.
Dari kejauhan kami melihat sekumpulan makhluk besar yang tak berbeda jauh dari makhluk yang kami temui sebelumnya. Meraka sama-sama menjijikkan, hanya ukuran tinggi dan wujud kepala yang membedakan.
Kami mulai membidik mereka dari atas bebatuan besar di depan gua.
Trang Trang Trang...
Suara pedang yang di timbulkan para pangeran. Darah makhluk itu bertebaran dimana-mana mengenai tubuh pangeran yang berwarna hitam pekat seperti racun.
"Mereka terlalu banyak dan terlalu lincah, aku sulit memusatkan anak panah ku ke jantungnya." Ungkap Gazelle khawatir karena ia mulai kehabisan anak panah.
"Aku kehabisan peluru.." Ungkap Neftaza seraya memasukkan peluru dari genggaman tangannya dengan sedikit tergesa-gesa.
Kami tidak memperhatikan arah samping kami, dan saat itulah beberapa makhluk besar itu menyerang kami.
"Ahhkk..." Neftaza terluka di bagian tangan nya karena mendapat cakaran dari makhluk mengerikan itu. Pangeran Cristaldy serta pangeran Felis melihat kami di serang, kemudian mereka datang menghampiri untuk membantu kami.
"Lo gak kenapa-napa kan?" Tanyaku ke arah Neftaza yang sedang kesakitan menahan lukanya yang terlihat perih itu. Itu memang perih kampr*t.
__ADS_1
"Perih gobl*k,,," Ungkapnya kesal kemudian menyerang mereka dengan cepat begitupun denganku.
Aku terkepung oleh dua makhluk besar yang menjijikkan itu, aku mengambil sebuah pisau dari pinggangku untuk menyerang mereka.
"Kyakkk..." Teriakku seraya mengarahkan pisau ke mata salah satu makhluk itu.
Aku menendang dan menusuk mereka dengan pisauku. Aku menargetkan matanya agar mereka tidak bisa melihatku.
Jlep... Aku berhasil menusuk salah satu matanya. Makhluk itu terlihat kesakitan seraya menyentuh matanya yang penuh dengan cairan berwarna hitam.
Aku kembali menusukan pisau ke arah jantung nya, dan ya aku berhasil. Makhluk itu terjatuh dan mati. Sekarang tinggal satu lagi.
Aku mulai beraksi kembali, seperti makhluk sebelumnya aku mulai mengincar matanya. Ia menyerangku tapi aku menghindari nya dengan gesit. Saat ia lengah, aku mulai menargetkan pisauku ke arah matanya kemudian Jlep.. Aku berhasil menusuk tepat di jantung nya.
"Hah... Sungguh melelahkan..." Aku melihat ke arah Neftaza yang sedang kesusahan melawan satu makhluk menjijikkan itu. Aku melihat raut wajahnya yang kesakitan karena cakaran makhluk itu. Aku berlari ke arahnya dan membantunya.
"Lo bantu Gazelle dan Esmeralda, gue bisa tangani sendiri." Ungkapnya ketika aku akan membantu nya.
"Ok.." Aku percaya dengannya, kemudian membantu Gazelle dan Esmeralda yang kesusahan melawan makhluk-makhluk menjijikkan itu.
Aku mulai menargetkan matanya kemudian jantungnya. Karena kami bertiga, kami cukup cepat membunuh makhluk tadi.
"Sangat melelahkan.." Ungkap Gazelle menyeka keringat bercampur cairan hitam di wajahnya.
"Aku hampir terbunuh.." Ungkap Esmeralda sedikit gemetar.
"Kalian hebat untuk ukuran seorang putri kerajaan." Ungkapku menyemangati mereka.
"Kira harus bantu para pangeran." Ungkap ku seraya menarik pelatuk untuk membunuh makhluk-makhluk itu yang tak ada habisnya. Neftaza masih berupaya membunuh makhluk menjijikkan itu.
Dor.. Dor.. Dor...
Aku sangat kesal dengan makhluk-makhluk itu yang sangat sulit di lumpuhkan.
"Semuanya mundur.." Teriakku ke arah mereka seraya mengambil granat.
Para pangeran dan Neftaza berlari mundur, di saat itulah aku melempar granat ke arah makhluk-makhluk itu.
Bummm...
Granat itu menghantam tubuh mereka. Terlihat asap-asap mengepul di selingi dengan daging makhluk-makhluk menjijikkan itu terbang berceceran dimana-mana.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen yah...
❤️❤️❤️