
Kedua mataku terbuka saat sesuatu bergetar di bawah bantal ku. Aku mencarinya lalu melihat sebuah notifikasi alarm muncul di layar tepat pukul tujuh pagi. Tubuh ku berbalik menatap Nefta dan yang lain nya, mereka masih tertidur nyenyak di tempat tidur dengan memeluk bantal guling, beberapa dari pangeran sudah melakukan aktivitas masing-masing.
Terduduk aku seraya mengangkat tanganku ke atas, untuk merenggangkan tubuhku sebagai awal kegiatan pagi. Aku beranjak berdiri, pandangan mataku terjatuh pada ruangan yang gelap tanpa adanya sinar matahari pagi. Sangat di sayang kan.
Kembali ku arahkan pandangan mataku ke samping sudut, Casper dan Crystaldy masih tertidur sangat lelap dengan posisi nya yang terlihat elegan untuk kaum bangsawan. Memang jiwa-jiwa kaum kaya.
Aku berjalan ke arah kamar mandi, aku mencuci muka lalu mandi dengan air yang sudah tersedia di sana.
Huh,,, menyegarkan. Aku berjalan ke pintu kamar mandi dengan handuk sudah bertengger di leher ku, aku menatap ke sekitar kamar, tampak satu persatu sudah bangun dan Neftaza tampak berjalan ke arah ku dengan tergesa-gesa.
"Minggir..." Ucap nya dengan rambut yang acak-acakan.
"Bahkan, dia tak menjaga image nya di hadapan mereka semua..." Gumam ku, aku melanjutkan langkah ku ke arah tempat tidur.
Aku terduduk sebentar, kemudian beranjak berjalan ke arah tengah ruangan, aku menyiapkan sarapan pagi untuk kami semua.
Aku mengeluarkan beberapa potong sandwich dan jus buah di atas meja tengah, dan beberapa makanan yang lain. Aku menikmati sepotong sandwich dengan memegang handphone ku. Aku membuka galeri ku yang penuh dengan foto saat aku berada di zaman modern.
Aku meletakkan nya dan mengambil jus apel untuk ku minum.
"Hwahhhhhh...."
Ku gerakkan kepalaku menuju asal suara itu, tampak Gazelle menguap seraya merenggangkan tubuhnya.
"Tidur mu nyenyak putri?"
Ia mengangguk.
"Apa kita akan melanjutkan perjalanan panjang kita hari ini?.." Ungkapnya seraya beranjak berdiri berjalan ke kamar mandi.
"Iyaaa... Di dalam ada Neftaza..." Ucap ku mengingatkan nya. Ia berhenti, kemudian menoleh menatap ke arah ku. Ia terlihat sedang tersenyum canggung, dia melupakan sesuatu.
Pandangan mata nya menatap ke sekitar kamar, beberapa dari kami menatap nya dengan tatapan aneh. Mungkin ia lupa jika ia sekamar dengan kami.
Tampak lah ia melihat ke seluruh tubuh nya yang terlihat acak-acakan, sedetik kemudian ia berjalan ke arah ku dengan tergesa-gesa.
"Aku memang benar-benar bodoh..." Gumam nya pelan seraya duduk di samping ku.
"Hahaha... Kebiasaan mu sudah seperti kami, tak masalah... Kita kan keluarga..." Ucap ku memenangkan nya.
__ADS_1
"Tapi kan..." Ucap nya menggantung.
"Mulai nanti malam kita akan tidur terpisah." Ucap ku tenang.
"Benarkah? Apa itu tak berbahaya?" Ucap nya senang kemudian kembali mengkhawatirkan sesuatu.
"Tidak apa, semua nya aman... Aku akan membuat sihir perlindungan di seluruh rumah kita nanti..." Ucap ku tersenyum, seraya aku mengambil sebuah jus alpukat di meja, aku meminum nya.
"Sihir?" Ucap nya kebingungan.
"Seseorang akan membantu kita..." Ucap ku tenang.
"Baiklah..." Ucap nya mengangguk, kemudian ia mengambil segelas jus apel di atas meja dengan senyuman.
"Tuh... Neftaza udah kelar..." Ucap ku menunjuk ke arah Neftaza yang baru keluar dari kamar mandi.
Dengan langkah cepat, Gazelle berjalan ke arah kamar mandi tanpa menghiraukan apapun.
Neftaza kembali berjalan ke arahku dengan handuk di tangannya, ia membasuh mukanya dengan handuk itu ketika ia sudah duduk di sampingku. Kemudian ia berputar meletakkan handuknya di kursi belakangnya.
"Ini terlalu gelap.." Ungkap nya seraya mengambil sepotong sandwich di hadapannya.
"Apa tidur kalian nyenyak?" Tukas Hasper beranjak berdiri ke arah kami dengan di belakangnya Casper sedang berjalan mengikuti.
Aku dan Neftaza mengangguk.
Kembali ku arahkan pandangan mataku ke arah pundak Casper, tampak Hazel duduk dengan tubuh mungilnya yang terasa lesu setelah bangun tidur. Mungkin memang butuh waktu untuk mencerna segala sesuatu hal saat kita baru terbangun. Tapi jika di lihat lagi, mereka berdua memang mirip.
"Hazel,,, minumlah jus apel itu."
"Ok.." Ungkap nya seraya terbang ke arah meja.
Sedang kan Hasper dan Casper duduk di kursi yang ada di hadapan kami, mereka berdua mengambil makanan kemudian memakan nya dalam diam.
Ku alih kan pandangan mata ku menatap para pangeran yang berada di belakang ku, aku memanggil nya.
"Apa kalian tidak ingin memakan sesuatu?" Ucap ku dengan sedikit menekan kan kata memakan.
Mereka semua menoleh ke arah ku dengan tatapan ragu.
__ADS_1
"Apa arti tatapan itu? Cepat makan lah, kita akan segera meninggalkan tempat ini..." Jawab Neftaza yang ikut menoleh menatap mereka.
Aku beranjak berjalan ke arah pangeran Felis dan Airen yang sedang duduk di dekat sudut kamar, seraya aku membawa kan beberapa makanan di kedua tangan ku.
"Makan lah ini pangeran..." Ucap ku meletakkan makanan itu di meja mereka, seraya ku keluarkan beberapa jus dari dalam ruang dimensi ku.
"Terimakasih..." Ucap kedua nya bersamaan.
Kembali aku berbalik berjalan ke arah Esmeralda yang sedang berjalan ke arah Neftaza, ia duduk di samping nya dengan pangeran Darren sudah memakan makanan nya.
Sedang kan pangeran Crystaldy baru saja akan beranjak berjalan ke arah pangeran Felis, setelah ia selesai dengan aktivitas nya.
Aku duduk di kursi tadi, seraya pandangan mata ku menatap ke arah kamar mandi. Gazelle keluar dengan wajah yang sangat segar, selama kami pergi dari kerajaan kami sama sekali tak menggunakan riasan apapun.
Bagaimana kami bisa melakukan hal itu? Itu bukan lah hal yang harus di lakukan di saat seperti ini. Bahkan kami berdua jarang memakai perawatan wajah kami, karena terlalu sibuk mengalami sesuatu.
___________
"Bagaimana? Apa kalian siap?" Ucap ku menatap mereka semua yang berjalan di belakang ku dengan cadar masih terpakai rapi di sebagian wajah mereka.
"Apa kami tidak pernah siap?" Ucap Esmeralda yang mendekat ke arah ku.
Aku mengangguk begitu pun yang lain. Sesampainya di depan pintu gerbang penginapan, aku menatap beberapa kuda sudah berada di sana dengan Venan dan Verdy sudah berdiri di depan kuda mereka berdua.
"Dimana tuan mu?" Ucap ku menatap ke arah Venan.
"Mereka pergi terlebih dahulu, untuk menghilang kan kecurigaan." Ucap Venan pelan, ia menunduk kan tubuh nya sejenak.
"Baik lah..." Ucap ku seraya meraih tali kuda yang berada di belakang kuda Venan.
Aku naik ke kuda dengan cepat, pandangan mata ku menatap ke arah mereka semua yang sudah berada di atas kuda nya masing-masing.
Kembali ku arah kan pandangan mata ku menatap Venan dan Verdy yang sudah menunggangi kuda nya, mereka berdua menarik tali kekang kuda dengan sedikit hentakan. Kemudian kami semua mengikutinya dengan serempak.
_
_
_
__ADS_1
❤️❤️❤️