TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 57


__ADS_3

Ku langkahkan kakiku mengikuti mereka yang telah berjalan lebih dulu dariku. Aku berhenti sejenak, menoleh ke arah hutan dengan pepohonan kering, mati. Aku masih tidak tahu kenapa hutan itu mati, apa hutan itu mengalami kekeringan? Tapi bukankah pohon menyimpan air di dalam akarnya? Entahlah...


Kembali ku langkahkan kakiku mengejar mereka yang sudah berjalan jauh dari ku. Aku berhasil berjalan di dekat Casper dengan nafasku yang sedikit ngos-ngosan.


Ia menoleh ke arahku dengan tatapan yang bingung.


"Ah,,, tidak apa-apa Gege..." Ungkapku seraya menormalkan nafasku.


Tampak Hasper berhenti tiba-tiba. Ia fokus memperhatikan ke dalam hutan lebat yang akan kami lewati. Terdengar suara kuda dari kejauhan berlari ke arah kami.


"Sembunyi..." Ungkap Hasper tergesa-gesa turun mencari sebuah bebatuan yang berada di hamparan bunga. Kami panik dan mengikutinya cepat.


"Hati-hati dengan jalan kalian, jangan meninggalkan jejak.." Ungkap Casper menoleh ke arahku dan Neftaza.


"Husth..." Ungkap hasper seraya berbaring di balik bebatuan begitupun kami.


Suara langkah kaki kuda terdengar lebih keras mendekati kami, mereka berhenti tepat di tempat kami berdiri tadi. Mereka turun dari kuda memperhatikan sekitar.


Ku gerakkan kepalaku perlahan melihat siapa yang berada di sana melalui celah-celah bunga yang tumbuh di depan bebatuan tempat kami bersembunyi.


Mereka menggunakan pakaian khas kerajaan berwarna putih, sepertinya salah satu dari mereka adalah seorang pangeran terlihat dari mahkota yang ia pakai. Beberapa dari mereka, membawa beberapa kelinci yang mereka letakkan di punggung kuda. Mungkin mereka sehabis berburu.


Tunggu... Apa itu? Mereka memiliki telinga yang runcing seperti Elf dengan rambut panjang putih ke abu-abuan sepunggung... Elf? yang sering aku baca di novel fantasi? Hah...


Aku terkejut sampai kakiku tak sadar tergelincir menyebabkan suara bunyi kerikil menyentuh kerikil lainnya.


Para gerombolan itu menoleh ke arah tempat persembunyian kami.


"Suara apa itu?" Teriak seseorang yang memakai baju khas seorang pangeran.


Salah satu pengawal itu mulai berjalan turun ke arah kami.


Deg...


Aku sedikit ketakutan, karena mereka sebentar lagi akan menemukan kami.


Namun, dari kejauhan terdengar suara langkah kaki kuda berlari ke arah tempat orang-orang itu berada.


Beberapa saat kemudian aku tidak merasakan ada yang menghampiri kami. Namun yang terdengar hanya suara segerombolan langkah kaki kuda yang berlari menjauhi tempat ini.


Ku angkat kepalaku melihat tempat mereka berhenti tadi, ternyata mereka pergi.

__ADS_1


"Huh..." aku menghela nafas lega..


"Untunglah..." Ungkap Neftaza memegang dadanya seraya melirik kesal ke arahku.


Kami berdiri membersihkan pakaian kami dari kotoran yang menempel di pakaian. Kembali kami melangkahkan kaki ke atas tempat mereka berhenti tadi.


"Apa kalian lihat? Mereka adalah Elf..." Ungkap Hasper dengan pandangan nya ke arah hutan lebat itu.


"Aku masih tak percaya, jika kita bisa melihat elf yang sering berada di cerita-cerita novel itu..." Ungkap Neftaza seraya memasukkan Hazel ke dalam ruang dimensinya.


"Ini benar-benar dunia fantasi.." Ungkapnya lagi.


Kami kembali melangkahkan kaki menuju hutan, tampak hutan yang kami masuki tak jauh berbeda dari hutan tempat kami berburu dulu. Hanya saja hutan ini penuh dengan hal-hal yang akan membuat kami semua merasa heran.


Dua jam kemudian *


Kami melihat dari kejauhan tampak sebuah bangunan istana megah berdiri di tebing dengan di bawahnya terdapat air terjun yang mengalir ke sungai jernih.



Kami berhenti di tebing sebrang istana itu berdiri. Kami bersembunyi di balik pohon besar untuk berjaga-jaga. Kami melihat dari balik teropong, apa yang berada di istana itu.


Aku mengambil buku itu dari ruang dimensi ku, kemudian aku membukanya... Aku mencari tentang elf. Ternyata itu baru saja tertulis di bagian halaman yang kosong kemarin, namun sekarang berisi cerita tentang kehidupan elf. Aku membacanya dan mengembalikan buku itu ke dalam ruang dimensi ku lagi.


"Kita harus berhati-hati dengan mereka..." Ungkapku menatap mereka semua.


Mereka adalah makhluk yang cukup membahayakan untuk kami, karena mereka tidak mudah percaya dengan manusia. Ada sebuah cerita bahwa dahulu, manusia mengkhianati Elf sahabatnya, maka dari itu para elf membenci manusia dan membunuh mereka yang berkhianat.


"Sihir... Mereka bisa menggunakan sihir.." Ungkapku lagi seraya mengeluarkan jubah untuk kami kenakan.


"Lebih baik, kita pergi dari sini..." Ungkap Hasper dengan raut wajah serius.


Kami beranjak pergi dengan hati-hati untuk pergi dari wilayah Elf.


Hari sudah menjelang malam, kami terus berjalan untuk menemukan tempat peristirahatan. Kami berhenti di pinggir sungai jernih untuk membasuh muka kami. Kemudian melanjutkan perjalanan pergi menyelusuri hutan.


Kami berhenti di bawah sebuah pohon besar untuk tempat kami beristirahat.


"Sepertinya kita sudah jauh pergi dari wilayah Elf... Maka kita akan beristirahat di sini malam ini..." Ungkap Hasper menatap kami bertiga yang berada di belakangnya.


Kami mengangguk, dan mulai membuat perapian untuk menghangatkan tubuh kami.

__ADS_1


Ku alihkan pandangan mataku ke Neftaza yang sedang berbicara dengan Hazel.


"Apa kau merasakan sihir Hazel?" Ungkapnya seraya duduk bersandar di pohon.


"Hemmm... aku tidak merasakannya di sekitar sini, tapi aku merasakannya saat kita berada di dekat istana mereka..." Ungkapnya terbang di depan Neftaza.


"Apa sihir mereka membahayakan kita?" Ungkapku menghampiri mereka.


"Entahlah... Aku tidak bisa mengatakan jika sihir mereka berbahaya tapi aku juga tidak bisa mengatakan jika sihir mereka tidak berbahaya." Ungkapnya serius.


"Kita hanya perlu berhati-hati dengan mereka." Ungkap Casper yang duduk di sampingku.


"Benar,,, kita harus berhati-hati untuk keselamatan kita..." Ungkap Hasper berdiri menatap kami.


"Cepat matikan apinya..." Teriak Hazel seraya ia mengangkat sebotol Aqua. Aku membantunya untuk mematikan api itu.


"Kita harus bersembunyi..." Ungkapnya lagi tergesa-gesa...


Kami berlari cepat untuk mencari tempat persembunyian, namun kami tidak menemukan bebatuan atau gua. Kami memutuskan untuk naik ke atas pohon besar rindang di hadapan kami.


Dari kejauhan tampak beberapa kilatan cahaya terbang ke arah kami. Apa itu?


"Mereka adalah Elf..." Ucap Hazel pelan.


Elf itu mulai mendekat ke arah kami dan berhenti tepat di bawah pohon tempat kami bersembunyi.


"Aku mencium bau manusia di sekitar sini..." Ungkap salah satu elf itu dengan pandangan nya memperhatikan sekitar.


"Apa kau yakin?" Tanya yang lain.


"Aku sangat yakin, walau manusia sudah lama tidak berada di wilayah kita tapi aku masih bisa mencium bau mereka." Ungkapnya lagi.


"Lebih baik kita pergi dari sini, ini adalah perbatasan,,, kita tidak bisa melewatinya..." Ungkap yang lain.


"Lebih baik lupakan tentang manusia itu..." Ungkap yang lainnya lagi.


Mereka kembali terbang dengan cepatnya seperti sebuah kilatan cahaya. Mereka terbang? Sepertinya mereka berlari dan melompat deh... Itu terjadi hanya sekilas, aku tidak bisa melihat dengan mata terbuka ataupun tertutup. Haishhh...


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2