
"Huuhhhhhh...."
Suara helaan nafas terdengar cukup lama, raut wajah yang bercampur aduk karena ketakutan itu hanya bisa termenung dan terdiam.
"Kita hampir terbunuh..." Ucap Hazel yang berdiri di atas batu sebesar kelapa di hadapan ku.
"Apa kau tau makhluk apa itu?" Ucap Casper dengan suara yang belum normal.
"Itu adalah makhluk yang tak berbentuk, tapi bisa memakan energi manusia jika manusia itu berada di wilayah nya." Jelas Hazel.
"Dan kita baru saja hampir terperangkap di wilayah nya." Tambah nya.
"Kau kan bukan manusia, kenapa kau takut?" Tanya Neftaza, aku mengangguk menyetujui pertanyaan itu.
"Ia bisa saja memakan sihir ku dan berubah menjadi manusia jadi-jadian, makanya itu aku ketakutan..." Teriak nya, ia seperti membela diri nya sendiri.
"Tapi untung saja kita semua selamat. Kalian baik-baik saja kan?" Tanya Casper, aku hanya mengangguk.
"Bagaimana dengan mu Ella? Kau yang berlari lebih dulu di banding kan kami semua. Kau baik-baik saja kan, maksud Gege makhluk itu tak menyakiti mu kan?" Ucap Hasper, mereka semua menatap ku dengan penasaran.
"Aku baik-baik saja Gege, hanya saja aku dan makhluk itu sedikit berbicara... Namun setelah Zu memberitahu ku, aku segera berlari menemui kalian." Jelas ku, mereka bertiga menghembuskan nafas lega.
"Syukur lah...." Ucap Hasper seraya mengelus rambut ku beberapa kali. Aku menanggapi nya dengan senyuman. Pandangan ku terjatuh ke arah bibir nya, aku mencium nya kemarin tapi itu hanya akan menjadi sebuah mimpi bagi nya, sangat ironis bukan?
"Ella?" Panggil nya.
"Ehhh.... Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang? Kuda kita tertinggal di sana." Ucap ku, mencoba mengalihkan perhatian ku dari nya.
"Kita harus mencari desa terdekat, kita akan membeli kuda di desa itu." Ucap Casper dan di angguki oleh Hasper.
"Baik lah, lebih baik sekarang kita menjauh dari tempat ini." Ucap Hasper, seraya ia memegang tangan kiri ku dan berjalan masuk ke dalam hutan itu, aku mengikuti nya tanpa berusaha melepas tangan nya dari tangan ku.
___________
Kedua mataku terbuka saat handphone ku bergetar di bawah bantal ku. Aku mencarinya dan mengambilnya untuk melihat notifikasi alarm pukul enam pagi. Tubuhku berbalik menatap Nefta yang masih tertidur nyenyak di tempat tidur dengan memeluk bantal guling nya.
Terduduk aku seraya mengangkat tanganku ke atas, untuk merenggangkan tubuhku sebagai awal kegiatan pagi. Aku beranjak berdiri, pandangan mataku terjatuh pada ruangan yang gelap tanpa adanya sinar matahari pagi. Sangat di sayangkan.
__ADS_1
Kembali ku arahkan pandangan mataku ke samping, Hasper dan Casper masih tertidur sangat lelap dengan posisi nya yang terlihat sangat nyaman.
Berjalan aku ke arah sudut kanan ruangan, ku buka pintu kamar mandi itu dengan perlahan masuk aku ke dalam nya berbalik sebentar seraya menutup pintu dengan pelan.
Pandangan ku tertuju ke arah bak air yang berada di sudut belakang dekat pintu tadi, aku mengambil gayung yang sudah mengapung di atas nya. Aku membasuh wajah ku dengan perlahan seraya menggosok-gosok kedua kelopak mata ku dengan lembut. Selanjutnya aku membersihkan diri dengan cukup lama.
Setelah selesai membersihkan diri, aku beranjak keluar dari kamar mandi dengan pandangan ku tak sengaja melihat Hasper terbangun memandangi ku dengan sedikit aneh, ia sedikit merasa canggung saat itu juga.
"Apakah dia bermimpi tentang ciuman itu?"
"Selamat pagi Gege... Mandi lah, aku sudah menyiapkan pakaian baru untuk mu..." Ucap ku tersenyum, seraya berjalan aku ke arah kursi yang ada di tengah-tengah ruangan kamar.
"Baiklah..." Balas nya, beranjak berdiri ia berjalan ke arah kamar mandi dengan diam.
"Huaaaahhhhhhh...." Terdengar Hazel menguap, ia terbang ke arah ku dengan lesu khas bangun tidur.
"Selamat pagi Hazel..." Ucap ku tersenyum seraya ku raih segelas air minum di atas meja, aku meminum nya dengan perlahan.
"Selamat pagi Ella..." Balas nya, duduk ia di atas meja tersebut seraya menyandar kan tubuh nya ke piring yang berisi buah-buahan.
"Lumayan..." Jawab nya singkat, ia meraih satu potong apel yang sudah tersedia di dekat nya ia memakan nya dengan diam.
"Hemmm.... Hari ini kita akan sampai di benua Rivendell kan? Aku ingin tahu bagaimana dingin nya di sana..." Ucap Hazel dengan mulut penuh.
"Iyaa kita akan sampai di sana hari ini..." Jawab ku seraya menatap aku ke arah Hasper yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Berjalan ia ke arah ku dengan handuk putih berada di pundak kanan nya, duduk ia di kursi yang ada di hadapan ku seraya mengusap-usap rambut nya yang masih basah dengan handuk tersebut.
"Ella... Pandangan mu sedikit mencurigakan..." Ucap Hazel yang membuat ku berkeringat dingin.
"Kenapa? Apa yang mencurigakan?" Tanya ku berusaha santai.
"Bagaimana dengan ramuan itu?" Ucap nya tersenyum menggoda ku.
"Ramuan apa Ella?" Tanya Hasper penasaran, ia meletakkan handuk yang baru saja ia pakai di penyangga punggung kursi itu.
"Ramuan perubah ingatan jadi..."
__ADS_1
"Bukan apa-apa kok, lebih baik Gege makan dulu..." Ucap ku memotong ucapan Hazel, segera ku berikan sepotong sandwich kepada Hasper.
"Baik lah terima kasih..." Jawab Hasper tersenyum sembari memakan sandwich itu.
Ku tatap Hazel dengan lekat, ia menatap ku dengan tersenyum menggoda. Ingin ku bungkam mulut nya itu dengan apel.
"Awas kau Hazel..." Gumam ku pelan, namun sepertinya ia masih bisa membaca gerak gerik mulut ku.
"Aku sudah minggir Ella..." Ia menggoda ku lagi.
"Ada apa dengan kalian berdua?" Ucap Hasper yang mulai curiga.
"Tidak ada Gege..." Jawab ku sedikit gelagapan.
"Huaaaahhhhh.... Selamat pagi semuanya..."
Ucap Neftaza yang baru saja bangun dari tidur nya. Setidaknya ia penyelamat diri ku sekarang.
"Selamat pagi..." Ucap Casper yang juga terbangun di waktu yang tepat.
___________
Kami semua melewati waktu di penginapan dengan cukup nyaman, sekarang waktu nya kami kembali melakukan perjalanan menuju ke Rivendell.
"Tunggu lah di sini..." Ucap Hasper yang berjalan keluar menemui seorang laki-laki paruh baya yang sedang berdiri di depan gerbang dengan beberapa kuda di dekat nya dengan Casper yang mengecek satu persatu kuda itu.
Laki-laki itu tampak mengangguk dan berjalan ia menyuruh laki-laki lain melepas ikatan kuda yang berada di belakang nya itu.
Menoleh Hasper ke arah kami seraya menyuruh kami untuk mendekat, di ambil nya salah satu kuda yang berwarna putih ke arah ku. Aku meraih nya dan langsung menunggangi nya dengan Neftaza yang sudah menunggangi kuda yang di berikan oleh Casper kepada nya lebih dulu.
_
_
_
❤️❤️❤️
__ADS_1