TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 19


__ADS_3

"Mereka sangat kejam, mereka mengambil bunga sihir dan membunuh keluarga dan rakyat ku. Aku akan balas dendam..!" Terdengar suaranya bergetar menahan kemarahan bercampur sedih karena kehilangan orang-orang tercinta.


"Jika kalian saja kalah, bagaimana kau bisa mengalahkan mereka sendirian?" Ucapku agar ia sadar bahwa ia tidak bisa mengalahkan mereka sendirian.


"Hemmm.." Ia kembali menundukkan kepalanya.


"Jika seperti itu kau harus mencari sekutu untuk membantumu... Tapi jika musuh mu adalah seorang kaisar maka kau harus hati-hati, bisa saja mereka bersekutu dengan kaisar.." Ucapku meyakinkan nya sembari melanjutkan mengobati.


"Sebenarnya aku pun membenci kaisar karena mereka sangatlah kejam terhadap kami seorang perempuan, tak hanya itu masih banyak hal yang membuat kami sangat membencinya, apalagi setelah mendengar ia menyerang kalian. Aku sungguh sangat membencinya...!" Ucapku tanpa sadar mengepal tanganku.


"Hemm,,, berarti kita bisa menjadi sekutu..!" Ucapnya dengan mata sedikit berbinar.


"Baiklah... Tapi aku benci pengkhianat...!" Ucapku sedikit tegas.


"Tenanglah, kami bangsa peri memiliki kesetiaan yang sangat kuat, manusia lah yang sering berkhianat" Ucapnya sinis kepadaku.


"Aku adalah manusia yang menjunjung tinggi kejujuran, jadi jangan khawatir tentang kesetiaan aku akan selalu setia terhadap orang yang setia juga kepadaku..." Ucapku lebih tegas.


"Ya ya lah,,, semoga ucapan mu benar.." Ucapnya menyepelekan ku. Huh pengen ku lempar ini peri, sumpah. Tapi aku harus menahan amarah karena ia sedang terluka. Sabar (menghela nafas halus).


"Hemm,,, bukankah peri memiliki sihir?" Tanyaku sambil mengernyitkan dahi.


"Iya, kami memiliki sihir, tapi karena kami kelelahan setelah melawan mereka kami tidak bisa menggunakan sihir apalagi ladang bunga yang menghasilkan inti sihir dan yang menambah kekuatan sihir kami di ambil oleh mereka, sehingga kami tidak bisa memperkuat sihir kami.


Kekuatan terakhir merekalah yang menyelamatkan ku, mereka para rakyat dan keluargaku mengorbankan nyawa mereka demi menolong ku..!" Ucapnya sendu.


"Jadi kau tidak memiliki sihir lagi sekarang?" tanyaku lagi karena penasaran.


"Aku masih memiliki sihir tapi sangat lemah, aku bisa menggunakan sihir jika aku beristirahat tapi itu terbatas..!" Aku merasa prihatin kepadanya.


"Hemm,,, apa kau bisa membuat racun?" Tanyaku lagi. (Haish,,, sungguh banyak tanya Neftaza ini ya haha...)


"Jangan menyepelekan seorang peri, bangsa kami juga bisa membuat racun yang sangat berbahaya..!" Ucapnya sedikit pamer.


"Yalah iya...!"


"Namamu siapa?"


"Namaku adalah Hazel, kau bisa memanggilku Hazel saja tanpa ada sebutan pangeran...!" Ucapnya sembari tersenyum ke arahku.

__ADS_1


"Nama yang bagus,,,! Namaku adalah Neftaza Zenquille aku putri kedua dari kerajaan Rosewaltz..!" Ucapku memperkenalkan diri.


"Jadi kau seorang putri, pantas saja kau sedikit angkuh...!" Ucapnya. Dan itu membuat ku kesal. Namun aku hanya diam.


"Kau bisa memanggilku Nefta..!"


Ia hanya mengangguk.


"Luka mu sudah selesai aku obati, beberapa hari lagi luka mu akan sembuh dengan baik.!" Ucapku.


"Terimakasih Nefta..!" Ucapnya tersenyum hangat.


"Aku sudah cukup lama pergi dari rombongan istana, aku akan kembali...!" Ucapku sembari berdiri.


"Kau ikut denganku?" Tanyaku.


Ia mengangguk. Namun aku bingung ia ku letakkan dimana.


"Aku bisa bersembunyi di balik gaun mu..!" Ia berbicara seakan-akan menjawab pertanyaan dalam pikiranku. Apa ia bisa membaca pikiranku ya? Hemm...


"Baiklah,,, ayo..!" Kami pun bergegas meninggalkan hutan itu menuju air terjun tempat rombongan istana berhenti.


"Neftaza...!" Teriak Angela. Begitupun pangeran Hasper dan pangeran Casper.


"Putri Neftaza...!" Teriak para kesatria.


Aku bergegas menghampiri mereka dengan tergesa-gesa. Sebelum aku berlari aku harus mencari sebuah bunga untuk di jadikan alasan. Aku menemukan sebuah bunga daffodil pink. Aku mengambil nya.


"Aku datang...!" Teriakku kepada mereka.


Terlihat mereka memandangku dari kejauhan.


"Kau darimana saja, aku mencemaskan mu Nefta bla bla bla..!" Teriak Angela dan yang lainnya.


Aku mendapat pertanyaan beruntun, haish... Aku hanya bisa menghela nafas.


"Aku hanya menyusuri hutan ini, dan menemukan bunga daffodil pink ini...!" Ucapku sembari menunjukkan bunga daffodil pink di depan mata mereka. Aku menghindari tatapan tajam itu. wkwk.


"Kau tidak apa-apa kan Nefta?" Tanya pangeran Casper mencemaskan ku sembari menggoyang-goyangkan badanku kemudian memeluk ku.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa Gege..!" Aku mendengar mereka menghela nafas kasar.


"Syukurlah...!" Ucap pangeran Casper sembari melepaskan pelukannya.


"Ayo kita kembali ke air terjun,,, kami sudah menyiapkan tempat piknik kita..." Ucap pangeran Hasper.


Kami mengikuti langkah kakinya menuju tempat kami berhenti tadi.


"Woi, Lo ngapain jalan-jalan di hutan sendirian, untung kagak di gondol setan elu!" Ucap Angela di dekat telingaku.


"Haha,,, gue tadi ngelihat cahaya, terus gue ikutin cahaya itu ternyata cahaya itu adalah seorang peri...!" Aku menjelaskan nya dan dia menatapku bingung.


"Lo gak bercanda?" Tanya nya tak percaya.


"Ngapain gue bercanda gobl*k , gue gak bohong. Nanti bakal gue ceritain semuanya kalau kita udah berdua gak ada orang lain...!" Ucapku meyakinkannya.


"Oke lah...!"


Ternyata air terjun tempat kami berhenti tadi lumayan jauh dari tempat ku sekarang, dan aku gak sadar. Haish...


Cukup lama kami berjalan, akhirnya sampai di air terjun itu. Kemudian kami duduk di atas alas tempat piknik kami. Angela mengeluarkan makanan dan beberapa buah-buahan dari keranjang yang telah kami siapkan sebelumnya.


Kami menikmati piknik ini dengan bahagia, para kesatria juga menikmati piknik ini. Kami mengajak mereka untuk duduk bersama kami, dan mengobrol dengan bercanda ria. Ini adalah kebahagiaan yang sangat dominan. Aku menyukai hal-hal seperti ini. Mungkin bukan cuma aku yang merasa tapi mereka juga.


Kemudian aku mengambil sepotong buah apel segar, dan memberikan nya kepada Hazel yang berada di gaunku tanpa sepengetahuan mereka. Hasel mengambil apel itu kemudian memakannya dengan sangat tenang.


Aku khawatir jika saat-saat seperti ini akan hilang karena sebuah peperangan yang sangat merugikan beberapa pihak. Aku membayangkan betapa rusaknya kehidupan ini jika benar-benar akan terjadi sebuah peperangan yang di sebabkan oleh kaisar.


Haish,,, Jika aku memiliki sihir, aku akan membantu Hasel membunuh kaisar itu dan kembali mengambil inti sihir demi menyelamatkan Hazel. Tapi sayangnya aku tidak memiliki sihir. Jika di pikir-pikir dengan adanya Hazel yang seorang peri, kemungkinan naga itu benar apa adanya.


Jika kaisar memiliki naga, hancur sudah kehidupan tenteram kami ini. Aku membayangkan nya saja, ngeri apalagi bila terjadi. Gak tau lagi bakal gimana.


Tapi masih ada harapan kami akan menemukan sebuah kekuatan untuk melawan kaisar itu. Tidak mustahil jika berada di dunia ini, aku akan menemukannya. Aku tidak akan menyerah. Semangat !!!!!


Off_-_


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2