
Keindahan taburan bintang di langit malam telah pasti tersimpan dengan baik di memori ku, di mulai dari ufuk barat, timur, utara hingga selatan. Mereka sesuatu yang sangat padu.
Ketika aku melihat bintang-bintang di langit malam aku mengerti kenapa manusia begitu terhipnotis oleh keindahannya. Konstelasi yang megah, sinar yang memukau hati serta misterinya memikat manusia selama berabad-abad. Aku menyukainya.
Mataku menerawang kembali teringat oleh kisah ku yang begitu menantang. Bukankah itu terlalu kejam? Di kehidupan masa depanku, aku hanya menjalani kehidupan yang sangat mewah jauh dari peperangan yang membahayakan nyawa manusia.
Sekarang? Aku bagaikan tersesat di dunia antah berantah untuk menyelesaikan sebuah misi, yang aku maupun Neftaza sendiri tidak mengerti sama sekali. Ini hanya sebuah misteri yang sulit untuk di cerna oleh otak manusia.
"Huh..!" Aku hanya bisa menghela nafas kasar.
"Lo kenapa?" Ungkap seorang perempuan dari belakang ku. Siapa lagi kalau bukan Neftaza.
"Lo juga tau apa yang buat gue menghela nafas kasar." Ungkap ku acuh kepadanya.
"Haha... Gue tau." Ungkapnya mendekat duduk di samping kanan ku.
"Lo tau, gue juga merasa lelah. Maksud gue sesekali gue harus ngeluh karena kelelahan yang menyiksa tubuh gue. Ya tapi pada kenyataannya kita harus tetap berjuang bukan? Haha... kehidupan yang sangat menarik." Ungkapnya lagi seraya tersenyum.
"Kita akan tetap menang kan?" Ungkap ku menatap matanya.
"Tenang, masih ada gue, Lo dan yang lain. Kita akan menang dan harus menang untuk kebahagiaan kita maupun mereka. Hidup itu keras, dan kita harus punya jiwa yang keras untuk mengalahkan hidup keras itu sendiri. Gue juga gak tau gimana akhir perjalanan hidup kita nantinya, gue juga gak bisa menjanjikan apapun tapi selama gue mampu gue bakal mastiin kalau perjuangan kita gak akan sia-sia gitu aja " Ungkapnya semangat empat lima hehe...
"Tumben bijak Lo,,,"
"Gue mah memang selalu bijak, Lo nya aja yang kagak sadar." Ungkapnya kesal. Aku hanya tertawa melihat tingkahnya yang lucu itu.
Kami berdua diam sejenak seraya menikmati indahnya lautan malam dengan cahaya rembulan yang memantulkan cahaya melalui air laut itu.
"Dimana yang lain?" Tanyaku tanpa menoleh ke arahnya.
"Mereka istirahat,,," Ungkapnya santai.
"Kehidupan yang tragis." Ungkap ku seraya tersenyum datar.
"Haha... Jika di pikir-pikir memang kehidupan yang terlalu buruk. Dulu gue baca novel tentang keluarga kerajaan yang memiliki banyak intrik perebutan kekuasaan, ini hampir sama tapi mencakup lebih luas. Dan anehnya lagi kita termasuk di dalam cakupan yang luas itu... Memang kurang beruntung haha..." Ungkap nya tertawa kesal.
"Bener deh kata Lo, gue juga kagak paham kenapa bisa kita masuk ke zaman yang agak tragis gitu kisahnya.. Serem deh."
__ADS_1
"Ah,, gue kangen shopping, traveling, pokoknya gue kangen semuanya. Apalagi Oppa-oppa gue, gimana kabarnya ya? Ah aku merindukan mu Oppa" Ucapnya nan alay kebangetan.
"Haishh,,, Lo kan bisa tau kehidupan mereka dari handphone Lo.." Ungkapku kesal.
"Gimana ya, kehidupan di sini sama di sana kan beda, gue ngerasa jauh banget kalau di sini mah dan gak enak aja gitu walau tetep bisa ngelihat mereka dari sini." Ungkapnya sombong.
"Terserah Lo dah ah.." Ungkapku tambah kesal melihat tingkahnya yang super nyebelin.
"Haha,,, santai dong." Ucapnya seraya tertawa renyah.
Dingin, dalam sekejap angin menembus pori-pori ku. Kulitku terasa sangat beku terkena angin laut yang membuat tubuhku menggigil.
"Nj*r dingin banget." Ungkap nya seraya mengusap-usap tangannya.
"Masuk ke dalam dong,,," Ungkap ku santai padahal aku juga merasa kedinginan.
"Ayoklah..!" Kami beranjak berdiri masuk ke dalam speed boat.
Langkah kami tampak seirama masuk ke dalam, ku arahkan pandangan mataku ke mereka yang sudah tertidur lelap. Aku mengambil selimut begitupun Neftaza untuk menyelimuti tubuh mereka dan tubuh kami. Speed boat ini terlalu sempit untuk berbaring sehingga sebagian dari mereka tertidur dengan posisi duduk.
"Selamat malam." Ungkap Neftaza sebelum tidur.
---------------
Aku merasakan kebisingan di sekeliling ku. Aku terbangun. Memaksakan kelopak mataku untuk terbuka. Aku melihat jam tangan yang aku gunakan, ternyata sekarang sudah pukul delapan pagi sejak matahari terbit dua jam yang lalu.
"Apa kau tertidur nyenyak putri?" Ungkap Gazelle di dekatku.
"Ah ya,,," Ungkapku dengan suara khas bangun tidur.
Aku mengarahkan pandangan mataku ke sekeliling, tampak pangeran berada di luar menikmati indahnya matahari terbit di atas lautan luas. Kembali ku arahkan pandangan mataku ke arah samping, terlihat seorang perempuan masih saja meringkuk dalam balutan selimutnya. Siapa lagi kalau bukan si kebo itu.
"Dia memang yang selalu telat bangun." Ungkapku menatap ke arah Gazelle dan Esmeralda.
Mereka berdua mengangguk mengerti dengan tingkah putri kedua kerajaan Rosewaltz itu.
"Nef, bangun udah siang.." Teriakku seraya menggoyangkan badannya.
__ADS_1
"Lima menit lagi." Jawabnya lesu.
"Memang dasar kebo." Ungkapku kesal seraya bangkit meninggalkan Neftaza bersama Gazelle dan Esmeralda.
Aku akan menyiapkan makanan untuk sarapan kita pagi ini. Sebelum itu aku mencuci muka dengan air Aqua yang aku ambil dari ruang dimensi.
Aku akan menyiapkan sup ayam, sambal serta nasi untuk sarapan kami hari ini. Makanan yang simple dengan jus buah naga untuk menjaga kesehatan.
"Makanan telah siap." Ucapku memanggil para pangeran.
"Makanan yang kau sajikan memang selalu terlihat lezat putri." Ungkap Esmeralda senang.
"Bukan hanya tampilannya yang menarik tapi rasanya juga lezat." Sambung putri Gazelle.
"Kalian terlalu berlebihan, lebih baik kita sarapan terlebih dahulu." Ungkapku.
"Bukankah kita harus menunggu putri Neftaza bangun?" Ungkap pangeran Cristaldy seraya melihat ke arah pojokan tempat Neftaza tidur.
"Biarkan saja pangeran." Ungkapku tersenyum kesal.
"Lebih baik kita makan terlebih dahulu." Ungkapku lagi menyuruh mereka untuk duduk.Mereka semua mengabaikan Neftaza yang tidur mirip kebo itu.
"Kau parah ela." Teriak Neftaza mengagetkan kami.
"Kenapa?" Ungkapku mengabaikan nya dan melanjutkan makanku.
"Huh.." Ungkapnya kesal seraya bangkit keluar untuk mencuci muka nya.
Ia kemudian memakan sarapannya dengan diam tanpa bersuara. Ia sedang merajuk. Haish .. Salah siapa?
Kami sudah siap sarapan dan mencari rencana untuk keluar dari alam ini. Sebelum itu aku ingin memastikan bahwa laut ini berbahaya atau tidak untuk kami. Karena semenjak tadi malam laut ini sangat tenang tanpa menimbulkan sesuatu yang aneh.
Aku merasa curiga dengan laut yang begitu tenang, sesuatu yang terlihat tenang biasanya akan menimbulkan sesuatu yang sangat membahayakan bukan?
Jangan lupa like vote dan komen yah...
❤❤❤
__ADS_1