
"Benarkah kalian tidak mengetahui tempat bunga mawar api hitam itu berada?" Ucap Neftaza yang menatap ke arah pangeran Andrew dengan tatapan sinis, aku tahu jika dia tak mempercayai ucapan pangeran Andrew semudah itu.
"Bagaimana jika kalian lah yang menyembunyikan bunga itu? Karena sangat memungkinkan kalian menyembunyikan bunga itu untuk kepentingan kalian sendiri, kau tahu bagaimana berguna nya inti sihir yang berada di dalam bunga itu." Tambah nya lagi.
"Sebenarnya apa yang di katakan putri Neftaza memang benar, tapi beberapa ratus tahun yang lalu bunga itu menjadi penyebab bangsa kami berperang merebutkan benih bunga itu. Karena hal itu lah seseorang menyembunyikan benih bunga itu di tempat siapapun tak bisa menemukan nya termasuk kami, bangsa Elf penguasa benua Rivendell." Jelas pangeran Andrew panjang lebar.
"Kita semua tau dimana bunga itu berada, tapi kita tak tau dimana tepat nya bunga itu tumbuh. Bunga itu bermekaran di saat musim dingin, setelah musim dingin berakhir bunga itu akan kembali kuncup. Bunga mawar api hitam bersifat abadi, mereka tak akan mati sampai inti sihir mereka menghilang." Tambah pangeran Andrew.
"Lalu apa kita memiliki petunjuk tentang bunga mawar api hitam itu? Misal bunga itu bersinar di dalam kegelapan mungkin?" Tanya ku.
"Aku tidak mengetahui sedalam itu putri, kita akan segera tahu setelah kita berada di benua Rivendell." Jawab nya langsung.
"Baik lah..." Jawab ku, pembahasan itu berhenti begitu saja dengan suasana kembali serius dan sunyi.
"Zu, bagaimana keadaan mu?"
"Aku baik-baik saja my lord..."
"Syukur lah... Apa kau tau jika pangeran Andrew sedang mengatakan hal yang benar atau tidak?"
"Aku tidak bisa mengetahui apa kah ia berbohong atau tidak my lord, tapi aku tau kisah yang di ceritakan nya memang benar apa ada nya."
"Seperti mimpi mu my lord, saat kau bermimpi melihat bunga mawar api hitam itu berada di dalam danau yang membeku dengan seekor naga yang menjaga nya."
"Apakah mimpi ku itu merupakan petunjuk?"
"Kemungkinan benar my lord. Namun aku tak mengetahui jika naga lah yang menjaga nya."
"Bukan kah kau bisa merasakan inti sihir yang di keluarkan bunga mawar itu?"
"Seperti yang ku katakan waktu itu my lord, aku bisa merasakan inti sihir dari bunga mawar api hitam itu di seluruh benua Rivendell tapi aku tak menemukan tepat nya dimana bunga itu berada."
"Jadi inti sihir nya bersifat menyeluruh? Tapi juga bersifat khusus? Mungkin kah itu seperti teka-teki?"
"Benar my lord, kau harus memecah kan teka-teki keberadaan bunga itu. Kau harus segera menemukan nya, karena aku melihat kekaisaran telah menyiapkan peperangan besar karena berperang dengan kerajaan Everlatz saat ini."
"Apakah kerajaan Everlatz sekuat itu? Bagaimana dengan ayah ku, raja kerajaan Rosewaltz?"
__ADS_1
"Seperti nya kerajaan Rosewaltz sudah mengirimkan beberapa ratus ribu prajurit untuk membantu kerajaan Everlatz, bukan hanya kerajaan Rosewaltz my lord tapi kerajaan yang lain juga membantu kerajaan Everlatz setelah para pangeran dan putri yang bersama mu kembali ke kerajaan my lord."
"Mereka berhasil?"
"Benar my lord, kesatria pribadi milik mu memerintah kan orang untuk memberitahukan kebenaran itu."
"Terimakasih Zu kau sangat membantu ku."
"Sudah kewajiban ku my lord."
___________
Setelah cukup lama kuda kami berjalan akhir nya kami sampai di depan sebuah gerbang yang kami yakini itu adalah tempat dimana kami akan melakukan teleportasi ke benua Rivendell.
"Kita sudah sampai..." Ucap pangeran Andrew seraya turun ia dari kuda nya, berjalan ia mendekati gerbang itu dengan memegang sebuah lonceng yang berada di atas gerbang itu.
"Apa yang dia lakukan?" Ucap Hazel yang tiba-tiba keluar dan bersembunyi di balik saku pakaian ku.
"Hemmm hanya menyentuh..." Jawab ku memandangi pangeran Andrew yang terlihat sedang serius.
Setelah itu tampak Hasper turun dari kuda nya seraya menarik kuda nya itu berjalan ke arah gerbang itu, di ikuti dengan Casper beserta kuda nya. Mereka melewati gerbang itu dan menghilang begitu saja.
"Sekarang giliran kalian putri..." Ucap pangeran Andrew tersenyum.
Turun aku dari kuda ku seraya berjalan aku menarik kuda ku mendekati gerbang itu, langkah kaki ku terus berjalan sampai dimana pandangan ku menatap ke arah sekitar yang sudah bersalju dengan Hasper dan Casper sudah menunggangi kuda nya lagi di sebelah kanan ku.
"Wow..." Ucap Neftaza yang sudah sampai di samping kiri ku.
"Perbedaan waktu yang sangat jauh... Berasa hidup di bangsa Narnia yakan? Ha ha ha...." Tambah nya.
"Yaa, mirip seperti itu..." Jawab ku.
Setelah cukup lama menunggu pangeran Andrew datang dengan sudah menunggangi kuda nya itu.
__ADS_1
"Kita harus segera bergegas..." Tukas nya.
Naik aku ke atas kuda ku, ku tarik tali kekang kuda ku mengikuti pangeran Andrew dan yang lain. Kami menunggangi kuda dengan tak terlalu cepat karena salju tebal itu menghalangi jalan.
"Apakah dunia mu tak pernah turun salju Hazel?" Ucap ku pelan.
"Hemmm... Di sana selalu musim semi, salju akan turun beberapa puluh tahun sekali. Dan hal itu sangat membuat kami kesulitan jika salju turun. Kau tahu bagaimana keadaan bunga jika salju turun Ella..."
"Dan kau membuat ku kembali teringat tentang masa itu Ella..." Tambah nya lagi.
"Setidaknya kau mengenang mereka hari ini... Sebentar lagi balas dendam mu akan tercapai Hazel."
"Kau benar... Aku akan membunuh kaisar jahat itu." Jawab nya geram.
"Apa kau tau? Saat aku mengetahui keberadaan mu? Maksud ku tentang keberadaan peri seperti mu?"
"Hemmm... Waktu itu kau terdiam dan ya aku tau itu kau kagum pada ku bukan?" Ucap nya terdengar membanggakan diri nya.
"Hahaha... Kau benar, aku masih tak percaya bahwa peri itu ada... Dan kau tau sendiri aku maupun Neftaza bukan berasal dari dunia ini..."
"Hemmm.... Sangat wajar jika reaksi mu seperti itu... Bahkan Hasper dan Casper juga memberikan reaksi yang sama seperti mu..."
"Yaaa... Karena kau berasal dari dunia yang berbeda namun masih berada di benua yang sama bukan?"
"Hemmm... Kami selalu dekat dengan kalian, karena kami lah yang membuat bunga bermekaran Ella..."
"Aku jadi ingat film Tinkerbell.... Hahaha karena itu lah aku hanya mengira kau tidak nyata."
"Lupakan itu, sekarang kau tau aku nyata dan kita sudah bersama selama ini... Apa kau akan pergi setelah semua ini berakhir Ella? Bisakah aku ikut dengan kalian?" Ucap nya, aku sedikit bingung dan tak menyangka dia mengatakan hal itu.
"Hemmm... Entahlah..."
_
_
_
__ADS_1
❤️❤️❤️