TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 99


__ADS_3

Ku arah kan pandangan mata ku menatap Neftaza yang sudah menghampiri mereka dengan senyuman lebar, ia duduk di samping kiri pangeran Edmund di kursi luar dekat gazebo.


Aku menghampirinya seraya tersenyum menatap mereka sebelum duduk di samping kanan Edmund dengan di samping kanan ku kursi kosong.


Di tengah-tengah kursi terdapat sebuah meja bundar yang berisi dengan berbagai makanan ringan dan juga teh seduh.


Kembali ku tatap Hasper dan Casper yang duduk di gazebo berbicara dengan pangeran Deffin dan pangeran Alendra dengan raut wajah yang bercanda ria.


Ku tatap pangeran Andrew yang turun dari gazebo berjalan menghampiri kami, ia duduk di hadapan ku dengan tangan nya meraih sebuah apel yang ada di atas meja.


Ia menggigit apel itu kemudian mengunyahnya, aku memperhatikan cara ia duduk di kursi hadapan ku yang terlihat seperti seorang CEO perusahaan besar di dalam novel-novel yang pernah ku baca.


Memang sangat cocok jika ia di sebut laki-laki angkuh, memang seorang pangeran jadi wajar saja.


"Bagaimana keadaan mu nona Ela???" Ungkap Andrew yang menatap ku tersenyum.


"Kabar ku sangat baik pangeran..." Ungkap ku tersenyum palsu.


Ku arah kan pandangan mata ku ke arah pangeran Alendra yang menatap terus ke arah Neftaza yang sibuk berbicara dengan Edmund.


Pangeran Alendra tidak sadar jika aku memperhatikan nya, seperti nya dia memang benar-benar suka dengan Neftaza.


"Apa yang kau lihat nona??" Ungkap pangeran Andrew mengejutkan ku.


"Ahh... tidak pangeran..." Ungkap ku sedikit canggung.


"Kalian tau nona, kalian sangat membuat kami terheran-heran dengan semua hal yang pernah kalian lakukan untuk kami..." Ungkap pangeran Andrew menunjukkan raut wajah tulus.


"Benarkah? Itu hanya hal biasa untuk kami pangeran..." Ungkap ku tersenyum tulus, bukan palsu ya...


"Salah satu nya... Ice... Ice cream?? Aku sangat ingin mencobanya..." Ungkap pangeran Andrew.


"Pangeran ingin rasa apa???" Ungkap ku bertanya kepadanya.


"Bisa request nih..." Tiba-tiba terdengar suara Casper berjalan menghampiri ku.


Semua orang menatap ku mengharapkan bahwa aku memberikan ice cream sekarang.


"Ok.. Ok... Aku berikan sekarang..." Ucap ku seraya menatap Neftaza.


Aku mengedipkan mata.


"Baiklah... sekarang kita akan berpesta..." Ungkapnya mengeluarkan beberapa ice cream berbagai macam rasa.


( Di larang ngiler ok, wkwk...)




"Wahhh..." Teriak mereka semua bersamaan.



"Ini pertama kalinya kalian mengeluarkan ini semua Nefta, Ela... " Ucap Casper merasa tidak adil.



"Salah Gege... tidak minta..." Ungkap Neftaza acuh karena fokus mengeluarkan semua makanan yang ia pilih.



__ADS_1


"Karena sekarang kita akan berpesta... Maka... Tara...." Ungkapnya mengeluarkan berbagai macam makanan manis.







"Wah... makanan ini? Apa ini???" Ungkap Edmund tak percaya melihat semua hal yang ada di depan matanya.


"Silahkan menikmati..." Ungkap ku tersenyum menatap mereka yang berbinar-binar.


Di saat itulah mereka semua langsung mencoba makanan itu dengan sangat tidak menjaga image sama sekali.


Saat aku tak sengaja mengalihkan pandangan mata ku ke arah lain, aku bisa melihat beberapa para penjaga yang ingin mencicipinya tapi mereka tidak berani.


"Nef... Gue ke sana dulu..." Ungkap ku berpamitan kepada Neftaza yang masih memakan jelly.


"Ok..." Ungkap nya seraya meneruskan makanan nya.


Ku langkah kan kaki ku berjalan menghampiri mereka yang sedang berdiri menatap para pangeran sedang berpesta.


Aku melihat bibi Lena berada di antara mereka, aku menghampirinya seraya berbisik.


"Bi, aku akan memberikan semua makanan itu jika bibi mau mengumpulkan para kesatria dan yang lainnya untuk berkumpul..." Ungkap ku berbisik kepada nya, ia tersenyum menatap ku.


"Baik nona..." Ungkap nya tersenyum semeringah.


Bibi Lena pergi menghampiri para kesatria yang lain untuk segera berkumpul di sini. Tanpa basa-basi aku mengeluarkan sepuluh meja bundar yang sangat besar agar muat untuk menampung semua makanan yang ada.


"Lihat lah..."


Ungkap ku seraya mengeluarkan berbagai makanan berat maupun ringan.



"Wahhhh..." Ungkap mereka bersamaan.










"Apa ini cukup???" Ungkap ku menatap mereka yang ngiler menatap makanan nya.


Cukup lama aku menunggu jawaban mereka.


"Ini sangat... sangat cukup nona..." Ungkap bibi Lena yang tersenyum menatap ku.

__ADS_1


"Silahkan menikmati makanan nya semua... Jika kurang beritahu aku ok..." Ungkap ku tersenyum.


"Ini benar-benar untuk kami nona???" Ungkap kesatria yang lain.


Aku hanya mengangguk tersenyum, kemudian mereka langsung melahapnya. Tak lupa pula aku menyiapkan makanan manis seperti milik para pangeran.


"Terimakasih atas makanannya nona..." Ungkap mereka bersamaan.


Aku kembali melangkahkan kaki ku berjalan ke arah para pangeran yang sedang menikmati makanan nya. Tampak di sana terdapat meja baru yang berisi makanan berat, ternyata Neftaza memberikan makanan yang sama.


"Wah... makanan apa ini???" Ungkap seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapan kami, ia adalah pangeran Emre.


"Makanlah..." Ungkap Edmund yang masih sibuk memakan ice cream nya.


Tanpa banyak bicara, Emre langsung menghampiri makanan itu dan langsung memakannya.


"Wahh... sangat lezat..." Ungkapnya yang terus makan.


Aku hanya duduk di kursi yang ada di dekat ku, sambil memakan ice cream Magnum.



Tak terasa, mereka cukup lama menghabiskan makanan yang ada di atas meja karena makanan itu benar-benar sangat banyak, bahkan aku sangat senang melihatnya.Kami benar-benar sedang berpesta besar.


Ku tatap matahari yang terbenam di ufuk barat, tampak sebuah pelangi yang sangat cerah di atas air terjun, hanya beberapa menit sebelum menghilang bersamaan dengan sinar matahari yang berubah menjadi kegelapan.


Aku menatap Neftaza yang berjalan menghampiri ku, dia duduk di kursi samping ku seraya memandang langit malam.


"Aku sangat senang..." Ungkap nya tersenyum hangat.


"Besok kita akan pergi bukan? Petualangan kita di mulai lagi..." Ungkapnya menatapku.


"Tenang, kita akan selamat dan segera menemukan bunga mawar api hitam itu kemudian kita akan pulang..." Ungkap ku tersenyum ke arahnya.


"Ya, aku percaya itu..." Ungkapnya kembali menatap langit yang bertaburan bintang-bintang.


"Sedang apa kalian di sini???" Ungkap Casper yang tiba-tiba berdiri di hadapan kami.


"Ah Gege... aku sedang menikmati taburan bintang di langit, jangan menghalangi ku..." Ungkap Neftaza kesal.


Aku hanya tertawa melihat raut wajah Casper yang sedikit kesal. Kemudian ia duduk di dekat ku.


"Gege, kita akan pergi besok kan???" Ungkap ku tanpa menatapnya.


"Hemmm... Kita akan memulai petualangan baru..." Ungkapnya mengangguk seraya menatap langit.


Ku arahkan pandangan mata ku arah para pangeran, tampak Hasper berbicara dengan pangeran Deffin dengan cukup lama.


"Gege, apa yang Gege Hasper bicarakan kepada pangeran Deffin???" Ungkap ku penasaran.


"Kau akan tau nanti..." Ungkapnya tersenyum menatap ku.


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...


Sorry nih, buat para reader yang ngiler 😂 semoga menikmati hidangan nya yah dalam imajinasi kalian saja 😂.


Selanjutnya akan ada hal yang lebih menegangkan, jadi aku pikir di episode ini aku menampilkan sesuatu yang membuat kalian merasakan apa yang ku rasakan 😂

__ADS_1


Love you guys ❤❤❤


__ADS_2