TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 2


__ADS_3

Pikiran keduanya seakan melayang-layang karena melihat laki-laki setampan itu . Tapi tersadar setelah laki-laki itu berbicara .


"Aku tahu aku tampan !" Seru laki-laki itu .


"Cihh pede banget , sumpah !" Seru keduanya . Tapi beneran sih , batin mereka .


"Kalian tahu siapa aku?" Tanya laki-laki itu .


Krik.. krik .. krik... suara jangkrik sampai terdengar ...


"Loh,,, kita baru ketemu juga , gimana kami bisa tau kamu siapa coba?" Cetus Rianda


"Aku adalah dewa yang memanggil kalian ke dimensi ini !" Seru laki-laki itu .


"What?? Jadi Lo yang ngerencanain ini semua?" Tanya Rianda


"Iya , kalian berdua adalah reinkarnasi dari Putri kerajaan dari masa ini , kalian di tugaskan untuk menggantikan mereka agar kalian bisa mengubah takdir kalian!" Ucap laki-laki itu .


"Maksud Lo ? kita adalah reinkarnasi dari Putri-putri itu ? Terus mereka kemana? " Tanya Andira


"Mereka telah mati karena di bunuh oleh orang suruhan adik angkat kalian !" Jawab laki-laki itu .


"Terus jasad mereka?" Tanya Rianda bingung .


"Jasad mereka telah hilang !" Jawab laki-laki itu .


"Tenang , masalah kalian di dunia modern tetap aman , kalian bisa kembali ke masa itu jika kalian sudah memperbaiki takdir kalian di sini !" Ucap laki-laki itu lagi .


Mereka berdua hanya terdiam membisu , seakan-akan mereka sedang mencerna apa yang di katakan laki-laki itu .


"Baiklah , aku hanya ingin menyampaikan itu ,,, selebihnya kalian hadapi sendiri !" Seketika laki-laki itu pergi meninggalkan mereka dengan seberkas cahaya yang menyilaukan .


Mereka berdua masih bingung dengan keadaan mereka , sungguh ini adalah hal yang sangat susah untuk di pahami .


'Kruk.. kruk .. kruk...' suara terdengar dari perut Andira .


"Gue laper ...!" Lesu Andira.


Mereka langsung bergegas mencari buruan di hutan. Hutan itu memiliki pohon yang sangat tinggi dan besar , bahkan di penuhi dengan kabut tebal . Sinar matahari terlihat dari celah-celah dedaunan yang rimbun , cukup membantu mereka untuk melihat . Hutan ini bagaikan hutan tanpa kehidupan , sangat menyeramkan .


Mereka terus mencari seekor kelinci yang mereka lihat , namun kelinci itu sangat cepat sehingga mereka kesulitan menangkapnya . Namun mereka tidak ingin menyerah begitu saja , mereka mengejar kelinci itu sampai ke tengah hutan .


Mereka berhasil mendapatkan kelinci itu , dan mereka mulai membuat api untuk memanggang daging kelinci itu .

__ADS_1


Setelah selesai makan mereka mendapatkan energi untuk melanjut kan perjalanan .


Mereka berdua ingin cepat tau siapa jati diri mereka di dunia ini .


Mereka mulai berjalan keluar dari hutan kematian , dan melihat sebuah pedesaan yang tidak terlalu ramai .


Sebelum itu mereka merubah pakaian mereka sesuai yang mereka lihat di pedesaan itu , dan tak lupa mereka memakai cadar untuk menutupi identitas mereka .


Mereka memasuki pasar itu dan melihat laki-laki yang sedang berdiri dan kemudian menghampiri nya .


"Permisi tuan! apakah anda tau arah menuju ke kota?" Tanya Andira sopan .


Laki-laki itu menoleh ke arah Andira dan Rianda .


"Kalian pergilah ke arah timur , ikuti terus jalan itu !" Sambil menunjukkan jalan yang mengarah ke arah timur .


"Terimakasih tuan , !" Seru Rianda dan Andira .


"Kalian bukan berasal dari kerajaan ini ?" Tanya Laki-laki itu .


"Iya tuan , kami adalah seorang pengelana !" Seru Rianda .


"Hati-hati..!!! kerajaan ini sangat berbahaya !" Seru laki-laki itu memperingati keduanya .


Laki-laki itu mengangguk , kemudian kembali ke aktivitas yang sedang dia lakukan tadi .


Kami berdua bergegas pergi untuk menyusuri jalan tersebut , langkah kaki kami tampak seirama dengan di iringi cuaca yang terlihat sangat cerah berawan . Sungguh , ini sangat berbeda dengan hutan yang kami singgahi tadi .


Tiupan angin yang sangat menyejukkan kulit kami , pepohonan yang tinggi menjulang menghiasi jalan yang kami lewati . Kami berjalan cukup lama dengan kaki yang sudah terasa lelah . Sebuah gerbang besar terlihat dengan dua pengawal berdiri di depannya berada di ujung jalan ini , kami terus menghampiri mereka .


Kemudian kedua pengawal itu mendorong pintu gerbang itu agar kami bisa memasuki kota . Namun sebelum itu mereka meminta 5 koin emas kepada kami , kami tidak memiliki koin emas tapi kami mempunyai sebuah perhiasan emas dan itu cukup untuk membuat mereka untuk membuka pintu gerbang itu .


Terlihatlah sebuah kota yang sangat ramai , orang-orang berlalu lalang dengan berbagai hasil bawaan yang mereka bawa, anak-anak kecil yang berlarian membuat kota ini sangat ramai .


"Lo lihat? sangat mengagumkan bukan?" Tanya Andira .


"Yups , gue masih gak nyangka kita bakal ke zaman kuno ini !" Jawab Rianda kagum dengan wajah yang tersenyum .


Mereka melanjutkan perjalanan hingga sampai di sebuah gerbang istana . Terlihatlah dua pengawal berdiri di depannya dengan sebilah pedang di pinggang masing-masing .


"Kalian siapa?" Tanya pengawal itu sambil mengeluarkan pedang dan di arah kan ke mereka .


Kemudian Andira dan Rianda membuka cadar yang mereka pakai .

__ADS_1


Para pengawal itu was-was dan detik berikutnya mereka sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat karena melihat wajah putri kerajaan ini yang di kabarkan telah meninggal dunia kemarin .


"Maaf putri , kami tidak tahu jika itu adalah anda !" Ucap pengawal itu menunduk .


"Kalian kami maafkan !" Kemudian salah satu pengawal itu mendorong pintu besar itu dan terlihatlah sebuah istana yang sangat megah , dengan arsitektur bergaya klasik serta di samping kanan kiri menuju aula istana terdapat berbagai macam bunga .


Mereka berdua kemudian masuk menuju ke aula istana untuk menemui ayahanda mereka .


Para pengawal penjaga pintu aula hormat kepada mereka meskipun masih ada rasa terkejut atas kedatangan mereka .


Mereka kemudian masuk tanpa mengumumkan kedatangan mereka .


Tampak di dalamnya terlihat raja dan pangeran serta beberapa menteri duduk lengkap dengan pelayan di samping mereka .


"Ayahanda...!!"Ucap mereka , itu membuat seluruh isi ruangan terkejut apalagi adik angkat mereka .


"Putriku ...Angela ... Neftaza "Ucap sang raja .


Kemudian berlari menghampiri mereka berdua dan langsung memeluk mereka dengan sangat erat ...


'Jadi nama kami adalah Angela dan Neftaza' batin keduanya .


"Ini kalian nak ?" Ucap raja masih tak percaya .


"Iya ini kami ayah !" Ucap keduanya .


Mereka sangat bahagia karena bisa bertemu kembali .


Kemarin istana mendengar bahwa putri Zenquille Angela dan putri Zanquille Neftaza mati terbunuh ketika dalam perjalanan pulang menuju istana dari kunjungan ke kediaman kakek mereka .


Suasana di aula istana sangat mengharukan karena putri kerajaan mereka telah kembali .


"Syukurlah kalian selamat , Deus sangat bersyukur kalian masih hidup " ! Peluk Raja lagi . (Deus sebutan diri sendiri untuk raja)


"Iya ayah , kami berdua selamat dari pembunuh bayaran itu ,,, kami berhasil kabur dari kejaran mereka !" Ucap Angela (Andira) .


"Kalian pasti lelah , istirahat lah sayang !" Ucap Raja .


"Tunggu , kalian tidak ingat dengan Gege kalian !" Datang lah kedua laki-laki menghampiri dengan baju khas pangeran .


Andira dan Rianda terkejut dengan kedua laki-laki itu , karena mereka memiliki paras yang sangat rupawan. Image nya sangat mirip dengan bang Andara Martin, bahkan laki-laki satunya juga seperti bang Rendra Martin, sepupunya.


Jangan lupa like, vote dan komen yah...

__ADS_1


♥️♥️♥️


__ADS_2