
"Btw, Gege tidak ada kerjaan lagi, sehingga bisa sesantai ini?" Tanya Neftaza sambil ******* ice cream nya.
"Hemm,,, Gege lelah..!" Jawab pangeran Casper lesu, berhenti dari aktivitas ******* ice cream nya.
"Gege ingin istirahat...!" Ucapnya lagi.
"Terus apa dong yang mau Gege lakuin? Piknik?" Tanya Angela.
"Ha, boleh tuh kita piknik... jarang-jarang kita piknik loh, kagak pernah pun ku rasa..!" Jawab Neftaza sembari jari telunjuk mengetuk-ngetuk kepala.
"Tapi piknik kemana?" Tanya pangeran Casper lesu.
"Bukankah di wilayah kerajaan kita memiliki Padang rumput yang sangat luas? Bagaimana jika kita piknik di sana...!" Ucap Neftaza semangat.
"Iya Gege,,, kita ajak Gege Hasper dan ayah untuk piknik, untuk masalah makanan dan buah-buahan biar kami yang mengurusnya gege..!" Sambung Angela.
"Yups,,, bener yang di katakan Angela ...!" Ucap Neftaza.
"Tapi Gege rasa ayah tidak bisa ikut, karena urusan kerajaan banyak yang harus di urus oleh ayah..!" Jawab pangeran Casper sendu.
"Hemm,,, jika seperti itu lain kali saja kita mengajak ayah..!" ucap Neftaza.
"Apa itu tidak apa-apa?" Seru pangeran Casper ragu.
"Iya, tidak apa-apa Gege... biar nanti kami yang berbicara dengan ayah... Gege Casper dan Gege Hasper hanya perlu bersiap-siap, sisanya kami yang akan mengurus nya..!" Seru Angela.
"Baiklah,,, Gege ikut piknik dengan kalian besok...!" Ucap pangeran Casper lumayan bersemangat.
---------
Aku dan Neftaza pergi ke ruang kerja. Aku mengetuk pintu terdengar suara seorang laki-laki gagah menjawab "Masuk.." . Ya, itu adalah ayah kami. Kemudian, kami membukanya tampak berdiri seorang laki-laki berada di samping meja sedang berbicara dengan laki-laki yang duduk di kursi kerjanya. Dia adalah Kasim Han.
__ADS_1
"Kau keluarlah...!" Ucap ayah.
Kemudian Kasim Han pergi meninggalkan kami sembari memberi hormat.
"Ada apa putriku datang ke ruang kerja ayah yang penuh dengan kertas-kertas ini?" Tanya nya tersenyum.
"Hemm,,, ayah jangan terlalu lelah bekerja... kami mengunjungi ayah karena ingin melihat ayah sekaligus ingin mengajak ayah piknik..!" Ucapku sembari mendekat ke arah ayah.
"Ayah bekerja demi kerajaan ini sayang, ayah juga sudah menjaga kesehatan ayah. Piknik? sepertinya ayah tidak bisa ikut kalian piknik karena ayah harus menyelesaikan urusan kerajaan ini..!" Jawabnya sendu.
"Hemm,,, baiklah jika ayah tidak bisa, kami akan pergi besok ke Padang rumput dekat dengan hutan Gandaria..." Ucapku.
"Maaf sayang... kalian pergilah dengan hati-hati..." Ucap ayah tersenyum.
"Ok ayah... kami pergi...!" Kemudian kami pergi meninggalkan ruang kerja ayah.
-----------
Ia menikah dengan seorang perempuan yang ia temui di dalam perjalanan menuju kerajaan Rosewaltz. Entahlah,,, perempuan itu sangat misteri. Zeenatver Zenquille mengalami cinta pada pandangan pertama begitupun perempuan itu. Zeenatver Zenquille tidak perduli dengan asal usul perempuan itu, ia bertekad untuk memilikinya. Dan semua itu berhasil tanpa ada masalah yang berarti.
Perempuan itu bernama Ardelia Zenith, namun ketika perempuan itu menikah dengan Zeenatver Zenquille maka namanya berubah menjadi Ardelia Zenquille. Kehidupan mereka sangat bahagia, hingga di beri keturunan seorang pangeran bernama Hasper Zenquille. Ardelia Zenquille memiliki manik mata berwarna brown, sangat menawan. Ia adalah perempuan yang sangat cantik. Tidak ada yang mengetahui asal usul Ardelia karena itu sangat di rahasiakan. Entahlah... Apakah ada hal yang memang harus benar-benar di sembunyikan atau hanya tidak ingin orang-orang tau siapa dia.
Kehidupan mereka sangatlah bahagia, sang raja yang selalu menyayangi mereka. Sungguh keluarga yang sangat harmonis. Bulan berganti tahun, mereka memiliki anak laki-laki lagi dan dua orang putri. Ya, dia adalah pangeran Casper Zenquille, Angela Zenquille dan Neftaza Zenquille. Namun kebahagiaan itu sirna ketika Zeenatver kehilangan permaisuri tercinta. Tapi ia harus tetap kuat untuk menjalani kehidupan demi rakyat dan putra putri nya.
Sebenarnya masih banyak teka-teki kenapa permaisuri meninggal. Apa hanya karena pendarahan setelah melahirkan? atau ada hal lain yang tidak mereka ketahui, entahlah.. Semua itu sulit di cerna dengan akal manusia yang terbatas.
Pada akhirnya kisah mereka akan memiliki ending yang luar biasa, semoga saja happy ending ya...
________
"Yuhu,,, semua sudah siap... cuss kita berangkat!" Ucap Neftaza senang.
__ADS_1
Kami menaiki kereta kuda khas kerajaan yang sangat menawan. Dengan para kesatria menaiki kuda masing-masing, kami sangat bersemangat untuk memulai perjalanan ini. Perjalanan menuju Padang rumput Gandaria memerlukan waktu sekitar 5 jam lamanya dengan menggunakan kereta kuda. Itu sangat membosankan.
Ini ketiga kalinya kami akan menikmati indahnya daerah kerajaan Rosewaltz. Hari yang sangat cerah, sangat mendukung perjalanan kami.
Kami melewati hamparan bunga di hutan yang cukup luas dengan di sisi timur terdapat beberapa pohon tinggi yang menjulang ke atas dan di bawahnya terdapat beberapa batu besar berwarna hitam mengelilingi pepohonan itu.
Setelah beberapa waktu kereta kuda kami berjalan, kami juga melihat sebuah danau dengan air yang sangat jernih. Danau tersebut berada di arah selatan tempat pepohonan tadi.
"Bukankah kerajaan kita sangat indah?" seru pangeran Casper berbicara kepada kami.
"Hemm,,, iya gege, ini sangat indah..!" jawab Neftaza sembari menikmati pemandangan dari jendela kereta.
"Lihat... kupu-kupu itu...! Mereka sangat cantik dengan sayap yang berwarna-warni..!" Ucap pangeran Casper melihat kupu-kupu beterbangan di dekat kereta kuda kami.
"Wah... sungguh alam yang asri... jarang-jarang kami melihat kupu-kupu sebanyak itu Gege...!" jawab Neftaza.
"Iyaa, Gege... di kehidupan kami pemandangan seperti ini sudah sangat jarang, apalagi kami tinggal di perkotaan yang ada hanyalah polusi dari kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang... Sungguh kami akan merindukan tempat ini...!" ucapku sedikit sendu.
"Hemm,,, kalian bisa selalu berada di kehidupan ini...!" terdengar ucapan permintaan dari pangeran Hasper.
Kami berdua hanya terdiam tanpa tahu ingin menjawab apa. Kemudian Neftaza berbicara menghentikan obrolan ini..
"Eh,,,, bukankah itu air terjun...!" Ucap Neftaza sembari menunjuk ke arah air terjun itu berada.
"Wah,,, itu mengagumkan,,, ayo kita berhenti di air terjun itu Gege...!" Ucapnya lagi.
Kemudian kami bergegas menuju air terjun itu. Jika di lihat air terjun itu memiliki bebatuan yang sangat besar di bawah nya dengan air jernih yang mengalir ke arah laut mungkin.
Kami berencana untuk singgah sebentar di air terjun tersebut sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Padang rumput.
Jangan lupa like vote dan komen yah...
__ADS_1
❤️❤️❤️