TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 67


__ADS_3

Kami berjalan melewati gerbang istana yang di jaga oleh dua penjaga dari bangsa Elf. Mereka membukakan pintu gerbang dengan cepat.


Karena hari sudah malam, para bangsawan elf tidak ada satupun dari mereka yang terlihat di halaman depan istana. Aku menuntun Neftaza untuk naik masuk ke dalam ruang istana yang penuh dengan anak tangga.


"Dimana mereka?" Ungkap Neftaza memperhatikan sekitar.


"Lo tanya siapa? Kalau tanya gue mah gue kagak tau, kan kita baru masuk... Udah deh itu bukan urusan kita, yang penting kita cepat masuk ke kamar." Ungkapku mendahului nya.


Jangan tanya dimana Hazel, dia sedang bersembunyi di ruang dimensi milik Neftaza. Kami tidak ingin mengambil resiko untuk memperlihatkan Hazel kepada bangsa Elf.


Neftaza mengikuti langkah kaki ku dengan perlahan, sesekali aku menoleh ke belakang untuk membantunya memegang tangan nya. Neftaza melangkah dengan lambat karena kelelahan.


Sekitar lima menit kami berjalan menuju kamar, ku rasakan kaki ku yang juga sangat kelelahan karena membantu Neftaza yang berjalan.


Aku dan Neftaza masuk ke dalam kamar Neftaza, aku menatap Neftaza yang sedang duduk di tempat tidurnya. Tak beberapa lama kemudian bibi Lena datang dengan membawa nampan di kedua tangannya.


"Anda baik-baik saja nona? Syukurlah!!" Ungkap bibi Lena menatap Neftaza.


"Aku baik-baik saja bibi, hanya kelelahan..." Ungkapnya mulai berbaring.


"Bi,,, tolong urus Neftaza,,, aku akan segera kembali." Ungkapku berbalik pergi meninggalkan Neftaza bersama bibi Lena.


Ketika aku ingin masuk ke dalam kamar aku ingin bertemu dengan Hasper, aku mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam. Tapi aku tidak menemukan nya, kosong.


Kembali ku langkahkan kaki ku ke arah kamar Casper, mungkin Hasper berada di sana. Pencahayaan yang terdapat di sini hanya sedikit, sehingga aku hanya bisa melihat dengan remang-remang di dalam seluruh ruangan. Hanya ada pencahayaan dari sinar bulan dan beberapa obor api di setiap lorong.


Aku menatap lekat pintu Casper, aku memegang gagang pintu dan memutarnya. Aku masuk memperhatikan keadaan di dalam, aku melihat Casper sedang duduk di atas tempat tidurnya. Dia sudah bangun.


"Apa kau baik-baik saja Gege?!" Ungkapku tergesa-gesa menghampiri nya.


"Aku baik-baik saja..." Ungkapnya masih dengan ekspresi lemah.


"Kau darimana saja Ela?!"


Aku menoleh ke asal suara itu, ternyata itu adalah Hasper yang baru saja meletakkan sebuh buku di atas meja dekat nya, dia berdiri menghampiri ku dan Casper.


"Aku mencari Nefta, Gege.." Ungkapku sedikit takut.

__ADS_1


"Apa kau bodoh? Itu terlalu bahaya untuk kalian pergi sendiri. Apa kau tidak menganggap aku sebagai saudara mu ?!" Ungkapnya marah menatapku lekat.


"Maaf..." Ungkapku menunduk.


Aku merasa bersalah karena tidak langsung memberi tahu mereka bahwa aku mencari Neftaza sendirian.


"Seharusnya kau beritahu kepada Gege, jika kau ingin pergi mencari Nefta Ela... Kami sangat mengkhawatirkan kalian..." Ungkap Casper.


"Maafkan aku gege, aku hanya mengkhawatirkan Nefta aku tidak ingin membuat kalian cemas..." Ungkapku masih menunduk.


"Lain kali jangan lakukan sendirian lagi, kau memerlukan kami untuk hidup mu..." Ungkap Hasper lembut.


Ku beranikan diriku untuk melihat mereka. Aku tersenyum dan langsung mengangguk.


"Aku berjanji..." Ungkapku seraya memeluk Hasper cukup lama.


Dia menepuk-nepuk punggungku dengan tangan nya, dan dia berbicara bahwa dia adalah saudara ku, seharusnya aku berbicara kepadanya jika terjadi sesuatu.


"Apa kau hanya memeluknya Ela?!" Ungkap Casper yang sedikit cemburu.


"Lihatlah,,, dia cemburu kepadaku Ela..." Ungkap Hasper yang sinis menatap Casper.


Aku melepaskan pelukan Hasper dan berbalik berjalan ke arah Casper kemudian aku memeluknya pelan-pelan karena takut menyakitinya.


"Aku menyayangimu Gege..." Ungkapku senang.


"Aku juga menyayangimu Ela..."


"Aku senang kau sudah siuman, kau tau gege kami sangat mengkhawatirkan mu... Please cepat sembuh ok..." Ungkapku seraya melepas pelukannya.


Dia hanya mengangguk tersenyum.


"Bagaimana keadaan Neftaza? Apa kau menemukan Hazel..." Ucap Hasper yang sedang duduk di kursi seraya membaca buku dalam kegelapan. Eh apa dia membaca buku? Sepertinya tidak... Dia hanya melihat-lihat buku itu.


"Neftaza baik-baik saja... Ya kami menemukan Hazel..." Ungkapku tersenyum.


"Syukurlah..." Ungkap Casper senang.

__ADS_1


Aku sangat bersyukur keadaan kami sekarang mulai membaik, dan beberapa hari lagi luka kami akan sembuh. Aku menantikan hari itu, hari dimana kami akan pergi dari sini untuk melanjutkan perjalanan kami.


Ku harap kami tidak mengalami kesulitan berada di sini.


Aku duduk di kursi dekat Hasper seraya menatap sinar rembulan yang masuk ke dalam kamar melalui jendela yang terbuka di samping tempat tidur Casper. Ruangan ini memang penuh dengan aroma obat herbal, tapi tidak terlalu menyengat walau angin masuk ke dalam kamar.


Kembali ku arahkan pandangan mataku ke arah lengan Hasper, ku rasa dia sudah merasa baikan karena dia bisa mengangkat buku itu.


Saat aku hendak ingin berdiri meninggalkan kamar Casper, aku mendengar keributan di bawah begitu pun mereka berdua. Aku dan Hasper beranjak berdiri menuju ke arah jendela untuk melihat keributan apa di tengah malam seperti ini.


Aku menatap ke bawah, yang terlihat hanya sekumpulan orang yang sedang meributkan sesuatu. Tampak salah satu dari mereka adalah adik pangeran Deffin terlihat dari postur tubuhnya.


Ia masuk ke dalam istana meninggalkan yang lain dengan cepat. Ku tatap seseorang yang mengejar nya, itu adalah pangeran Deffin. Sepertinya mereka telah bertengkar. Apa yang terjadi?


"Apa kau tau Ela? Saat kau pergi mencari Nefta, aku mendengar bahwa pangeran Deffin dan pangeran Andrew adiknya bertengkar karena suatu masalah. Gege juga mendengar bahwa mereka berdua tidak lah akrab sejak dulu." Ucap Hasper menatapku lekat.


Aku hanya mendengar kan untuk menunggu kelanjutan nya.


"Lebih baik kita tidak ikut campur urusan mereka." Ungkap Casper di belakang kami.


"Aku akan kembali ke kamarku..." Ucap Hasper. Ia berbalik pergi keluar dari kamar meninggalkan kami dengan penuh pertanyaan.


"Ada apa dengan nya?!" Tanyaku kepada Casper. Ia hanya menggelengkan kepala tak mengerti.


Aku berjalan ke arah Casper untuk menyelimuti nya, ia berbaring mengistirahatkan tubuhnya.


"Cepat sembuh Gege..." Ungkapku tersenyum seraya berbalik pergi meninggalkan kamar Casper.


Aku menatap Casper sebentar sebelum benar-benar keluar dari kamar. Ku arahkan pandangan mataku ke seluruh lorong, tidak ada siapapun.


Aku berjalan menatap sinar rembulan yang terlihat jelas di pinggir pagar istana. Aku menikmati nya seraya memejamkan mata. Suara air terjun terdengar merdu di telinga ku, aku menatapnya dan memikirkan bagaimana istana ini bisa di bangun di tebing? Aku sangat penasaran akan hal itu.


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤❤❤


__ADS_2