TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 78


__ADS_3

Aku membuka mataku dan ku lihat sekeliling kamar tidak ada seseorang siapapun di kamar ku.


"Mungkin aku hanya mimpi..."


Aku terbangun beranjak turun dari tempat tidur untuk membersihkan tubuh ku.


Berapa lama aku harus berada di sini? Aku harus lebih cepat pergi, aku tidak mau terlalu lama di sini, bahkan sekarang kami sudah berada di sini selama seminggu lebih.


Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku harus merencanakan apa? Ku rasa hari ini aku harus membongkar rahasia menteri Hagrit, tapi tak akan semudah itu.


Kami baru saja memiliki bukti yang sangat membingungkan bagi mereka, bagaimana jika mereka berpikir itu adalah sihir yang jahat? Habislah sudah.


Aku harus merencanakan sesuatu dengan berhati-hati dan langsung mengenai target. Kenapa semua harus ada tapinya sih? Aku bahkan tidak mengetahui persis bagaimana sikap bangsa Elf seperti mereka.


Ini sangat sulit... Sangat membuatku stress. Kami seperti terkurung di sini. Apa kamu harus pergi diam-diam? Bagaimana jika mereka mencari kami? Jika kami tidak di temukan itu sangat menguntungkan tapi jika kami sampai di temukan, entahlah...


Apakah mereka akan melepaskan kami?


"Ahh... pangeran Andrew aku harus berbicara kepadanya..." Ungkapku yang tiba-tiba memikirkannya.


"Aku ingat perkataan nya waktu itu, ku rasa dia sedikit berada di pihak ku..."


"Ok lah... Let's go..."


 -------------


"Apa Lo gak curiga sama menteri Hagrit?!" Ungkap Neftaza yang berada di sampingku.


Aku menoleh menatap nya menunggu kalimat selanjutnya.


"Gini loh... Kenapa dia gak bertindak lebih jauh untuk membahayakan kita? Apa memang itu belum dia lakukan?" Ungkapnya lagi.


"Maksudmu dia punya rencana yang lebih besar di bandingkan waktu itu?!" Ucapku.


"Hemmm...." Dia mengangguk...


Kami memang harus sangat berhati-hati tentang hal ini, ku harap tidak terjadi sesuatu yang membahayakan bagi kami.


"Kita harus berbicara sama pangeran Andrew, gue rasa dia bakal mau bantuin kita?!" Ungkapku kepada Neftaza yang di angguki olehnya.


"Lo yakin? Gimana kalau dia malah tambah nyusahin kita?" Ungkapnya kurang yakin.


"Kita harus coba untuk tau itu semua..." Ungkapku beranjak berdiri keluar dari kamar di ikuti Neftaza.

__ADS_1


"Secepat ini kita cari dia?!" Ungkapnya yang sedang berjalan di belakang ku.


Aku mengangguk tanpa menoleh.


"Ok lah..."


Kami berdua harus mencari dia di ruang utama. Saat kami berada di lorong istana, kami melihat pangeran Deffin dan pangeran Andrew sedang berbicara di sana.


Tampak raut wajah keduanya sangat tidak baik, mereka marah. Ternyata mereka sedang memperdebatkan sesuatu. Aku mendengar sedikit bahwa pangeran Andrew mengetahui jika ini semua adalah ulah dari menteri Hagrit, namun pangeran Deffin tidak mempercayai nya dan malah marah kepada pangeran Andrew.


"Keras kepala banget sih tu orang, pengen gue jitak..." Ungkap Neftaza kesal. Ternyata dia juga mendengar nya...


Tak lama kemudian, pangeran Deffin meninggalkan pangeran Andrew yang berada di sana tanpa bergerak sedikit pun. Ku rasa dia sedang berkecil hati walau mereka adalah saudara kandung.


Ia menoleh ke arah kami dengan tatapan datar sebelum pergi menghilang.


Aku menatap Neftaza yang juga memiliki semburat penyesalan karena dia pernah berpikir bahwa pangeran Andrew tidak lebih baik daripada pangeran Deffin.


"Gue nyesel, menilai sikapnya dari luar..." Ungkap Neftaza yang masih menatap tempat terakhir pangeran Andrew berada.


"Biarkan dia sendirian dulu,,," Ungkapku berbalik pergi meninggalkan Neftaza yang masih berdiam diri di sana. Ia tersadar lalu pergi menyusul ku.


Kami berjalan beriringan menuju ke kamar.


"Biasa dia di ruang dimensi ku, gue gak bisa ngeluarin dia selama di sini... Gue takut itu malah ngebahayain dia." Ucapnya menoleh.


Aku mengangguk dan masuk ke dalam kamar.


Apakah kami terlalu bebas di sini? Ini tidak masuk akal bukan? Entah apa yang di rencanakan mereka? Bahkan mereka masih sangat baik membawakan makanan dan minuman yang tidak kami makan selama ini, kami hanya membuang nya.


Apa di makanan itu ada racunnya? Ini bakal gawat kalau memang beneran ada racun di makanan. Mereka tentu berpikir jika kami makan makanan itu pasti kami akan keracunan bukan? Nah kalau kami gak makan makanan itu pasti tidak ada hal apapun yang terjadi. Pertanyaan sebenarnya bagaimana kami tetap hidup jika kami tidak makan?


Pasti itu yang di pikirkan mereka. Sangat mencurigakan sebenarnya. Ini memang sangat berbahaya.


 


Bintang-bintang bertebaran di langit malam, aku bisa melihat bagaimana mereka muncul tanpa sepengetahuan ku, itu terasa seperti sihir.


Aku menatap Neftaza yang sedang duduk di sebuah taman sendirian, tadinya aku tidak melihat keberadaan nya di taman ini, aku keluar hanya untuk mencari udara segar.


Aku menatapnya yang sedang menatap kosong ke depan, itu bukanlah sikap yang dia tunjukkan selama ini. Ada apa dengannya?


Tiba-tiba ia menyadari keberadaan ku, ia menoleh dan berjalan ke arahku dengan raut wajah tersenyum. Dia sangat pandai menyembunyikan itu.

__ADS_1


Tak jauh dari tempat Neftaza duduk, aku tanpa sengaja melihat seseorang sedang memperhatikan nya. Itu adalah pangeran Deffin yang sedang berdiri di bawah pohon dengan buratan mata tajamnya.


Kenapa dia? Kenapa dia menatap Neftaza? Apa ada sesuatu? Saat aku menoleh menatap Neftaza, ia menghilang tanpa jejak.


"Apa yang Lo lakuin di sana?!" Ungkapku penasaran.


"Biasa, gue kangen rumah..." Ungkapnya sedikit sendu.


"Lo gak sadar, dari tadi Lo di lihatin sama pangeran Deffin di pojok sana.?!" Ungkapku kepadanya.


Dia menggeleng kan kepalanya, dan menoleh ke arah yang ku tunjuk kan.


"Maka nya hati-hati, gue gak mau Lo di culik gitu aja pas melamun..." Ungkapku sedikit marah.


"Ya Loh maaf, gue bakal hati-hati lain kali deh.." Ungkap nya dengan wajah manja nya.


"Yalah..." Ungkapku berbalik pergi meninggalkan nya.


Ketika kami baru saja melangkah meninggalkan tempat itu, tiba-tiba pangeran Andrew sedang berada di hadapan kami. Kami terkejut, dia seperti hantu saja.


"Selamat malam pangeran..." Ungkap Neftaza sopan. Padahal dia selalu jengkel terhadap pangeran Andrew, tapi sekarang dia begitu sopan? Haha...


Pangeran Andrew hanya mengangguk sebelum mengatakan sesuatu.


"Aku tunggu kalian di kamar..." Ungkapnya kemudian menghilang dengan sekejap.


Aku dan Neftaza saling pandang seraya mengangkat bahu.


"Mungkin dia sedang tidak waras..." Ungkap Neftaza bercanda. Padahal dia tau benar kalau pangeran Andrew menyuruh kami untuk menemui nya di kamar karena ada hal yang sangat penting, sepertinya dia memang mau mengatakan sesuatu kepada kami.


"Apaan sih Lo, jangan mikir yang aneh-aneh loh,,, gak baik....." Ungkapkubercanda kepadanya.


Dia menatapku tajam dan meninggalkan ku sendirian.


"Dasar pemarah..." Aku mengikuti nya...


-


-


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2