TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 182


__ADS_3

"Siapa yang bodoh sekarang?"Teriak ku tepat di telinga Hazel yang sedang menatap ku dengan termenung, tidak maksud ku ia terkejut sekarang.


"Bang, kenalin dia Hazel... Pangeran peri bunga." Ucap ku, seraya duduk dengan santai aku menatap Devmir dan bang Andara yang masih terlihat termenung.


"Karena kau Nefta, aku melupakan keadaan kita." Ucap Hazel yang masih mengelak, terbang ia ke arah meja dengan beberapa buat berada di atas nya.


"Aku Hazel..." Ucap nya menunduk kan tubuh nya, ia memberi hormat kepada Devmir dan bang Andara.


"Aku Devmir..." Ucap Devmir tanpa mengatakan hal yang lain.


"Kau bisa memanggil ku Andara." Ucap bang Andara yang menatap ke arah Hazel, kemudian ia menatap ke arah ku penasaran.


""Bagaimana bisa kau berteman dengan peri bunga Nefta?" Ucap bang Andara penasaran.


"Entahlah, aku menemukan dia terluka waktu itu." Jelas ku, seraya kembali mengingat kejadian dimana aku bertemu pertama kali nya dengan Hazel.


"Ayah mu yang membuat ku terluka." Ucap Hazel marah, ia menatap bang Andara dengan kedua tangan nya ia letakkan di pinggang nya, ya ia terlihat berdecak kesal.


"Ayah ku? Kaisar maksud mu?" Jawab bang Andara.


"Aku akan membunuh nya suatu saat nanti." Ucap Hazel, ia terbang kembali ke arah ku. Duduk ia di pundak ku dengan keadaan yang masih sangat kesal.


Ku arah kan pandangan mata ku menatap ke arah bang Andara yang menatap ku dengan mengernyitkan dahi nya. Aku hanya membalas nya dengan mengedikkan bahu ku.


"Hazel, bisakah kau menyembuhkan bang Andara?" Ucap ku.


"Aku tidak bisa melakukan nya untuk saat ini, jika Ryu ada dia bisa membantu ku."


"Dan kau tau, siapapun dari kita tak mengetahui keberadaan nya."


"Kita bisa menunggu." Ucap nya, ia terlihat bergerak menuju ke ruang dimensi ku.


"Aku melihat para penyihir melakukan sesuatu di istana Zephyra." Ucap nya sebelum ia masuk ke ruang dimensi ku.


"Bang, gue tidur di samping mu yak..." Ucap ku, seraya ku gerakkan tubuh ku mendekat ke arah nya. Dengan cepat, aku berbaring di sisi kiri tubuh nya.


"Putri, apa yang kau lakukan?" Ucap Devmir yang terlihat gelagapan.


"Tidak masalah." Jawab bang Andara.

__ADS_1


Ku pejamkan mata ku perlahan, seraya ku rasakan kenyamanan yang telah lama tidak ku rasakan.


"Aku merindukan mereka." Ucap ku tanpa membuka mata ku.


"Kita akan kembali, percayalah." Ucap bang Andara, ia mengelus kepala ku dengan lembut.


______________


Angela pov-


Setelah kami bertiga keluar dari tempat itu, kami bertiga berjalan melewati hutan yang begitu menakutkan. Beberapa kali kami harus bersembunyi untuk menghindari apapun yang terdengar mendekat oleh kami.


"Kita terlalu sering bermalam di hutan seperti ini." Ucap Gazelle, ia menatap ke arah perapian dengan tangan kanan nya menusuk-nusuk kan kayu di atas tanah yang berada di depan nya.


"Iya, salah nya kita tidak menemukan desa atau pun tempat persinggahan kecuali hutan." Jawab ku, aku menatap nya dengan tersenyum. Ia balik menatap ku dengan sedikit datar namun detik kemudian ia tersenyum.


"Nikmati lah, kalian tidak akan merasakan nya beberapa bulan lagi." Sambung pangeran Darren, ia duduk bersandar di bawah pohon besar yang ada di hadapan kami berdua.


"Itu terlalu lama." Jawab Gazelle.


"Bagaimana dengan keadaan mu pangeran?" Ucap ku, seraya menatap ke arah kaki kiri nya yang masih terbalut perban dengan cairan merah yang masih terlihat membekas di sana.


"Apa perlu ku buka agar kau bisa melihat nya?" Ucap nya menggoda ku.


"Hhhhhh.... Kau begitu lucu putri..." Ucap Gazelle yang menertawakan ku.


Tiba-tiba handphone ku bergetar di balik saku pakaian ku, aku meraih nya. Terlihat sebuah pesan group dari pangeran Crystaldy.


"Mereka berdua kembali ke mansion, sedang kan Neftaza pergi mencari bang Andara?" Ucap ku pelan.


"Dia memang gegabah."


"Putri Neftaza memang selalu seperti itu putri? Kau mempunyai saudara yang sangat pemberani." Ucap Gazelle yang menepuk pundak kanan ku.


"Apa aku harus meninggalkan kalian berdua di sini?" Ucap ku.


"Aku hanya bercanda, kau berbeda dengan nya... Maksud ku kau tak seceroboh putri Neftaza..." Ucap nya gelagapan.


"Ahhh... Bukan itu maksud ku, aku tak menjelekkan putri Neftaza karena ceroboh... Bisakah kita tak membicarakan hal itu?" Ucap nya menatap ku ketakutan. Aku hanya tertawa melihat nya yang begitu lucu ketika gugup.

__ADS_1


"Pangeran, apa yang harus aku lakukan ketika seorang putri menjelekkan saudara ku?" Ucap ku menggoda Gazelle.


"Kau bisa melakukan apapun kepada nya." Jawab pangeran Darren yang tersenyum.


"Tidak..." Teriak Gazelle yang menggema di telinga ku.


"Kau membuat telinga ku berdengung putri." Teriak ku balik, ia hanya menatap ku penuh pandangan melas.


"Maaf..." Ucap nya menunduk kan kepala nya.


"Hahaha aku hanya bercanda..." Ucap ku menepuk pundak kiri nya beberapa kali.


Ia mengangkat kepala nya menatap ku dengan tatapan kesal, ia cemberut dengan memalingkan wajah nya ke arah perapian.


"Bukan kah kita harus tidur?" Ucap ku, seraya beranjak berdiri berjalan ke arah belakang ku.


Aku mengeluarkan tiga tenda untuk tempat kami masing-masing. Aku berbalik menatap kedua nya dengan tersenyum.


"Selamat malam." Ucap ku tersenyum, seraya ku langkah kan kaki ku masuk ke dalam tenda dengan segera.


Aku mendengar langkah kaki kedua nya yang beranjak berjalan mendekati tenda mereka yang berada di kanan tenda milik ku. Setelah beberapa saat, suasana kembali hening dengan perapian yang mulai melemah maksud ku hampir padam.


Ku baring kan tubuh ku di atas tempat tidur yang cukup nyaman dengan pandangan mata ku masih menatap ke arah atas tenda tanpa ada niatan untuk memejamkan mata ku.


Aku masih memikirkan bagaimana keadaan Zu dan Hasper dkk. Aku tak mendengar kabar apapun dari mereka semua.


"Zu, bisakah kau mendengar ku?"


Aku selalu mencoba berkomunikasi dengan Zu tapi tak mendengar jawaban apapun, begitu pun dengan Hasper dkk. Setiap kali aku ingin menelepon mereka, selalu berada di luar jangkauan bahkan itu terdengar sangat jauh.


"Semoga kalian baik-baik saja."


Setelah beberapa menit aku memikirkan semua itu, kantuk mulai menyerang ku dengan segera ku pejamkan mata ku dengan cepat.


Entah apa yang salah dengan ku, belum lama aku tertidur aku terbangun karena suara angin yang tiba-tiba datang dengan kencang. Suara gemuruh mulai berdatangan dengan petir yang terlihat saling menyambar di luar tenda ku. Aku berniat untuk keluar dari tenda ku, namun tiba-tiba hujan mulai berdatangan dengan tajam.


_


_

__ADS_1


_


❤️❤️❤️


__ADS_2