TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 200


__ADS_3

Langkah kaki ku berhenti ketika tatapan ku tak sengaja melihat sesuatu yang begitu aneh. Di saat musim dingin seperti ini, masih ada bunga mawar yang mekar dengan begitu indah.


"Bunga mawar itu mekar di musim dingin?" Tukas ku, seraya menoleh aku ke arah Neftaza yang juga berhenti di samping ku. Ia menatap ke arah bunga itu dengan sedikit mengernyitkan dahi nya.


"Aneh sih... Tapi ya udah lah, lagian itu bukan bunga mawar api hitam..." Ucap nya, ia mengabaikan hal itu. Ia kembali berjalan, aku hanya menatap kepergian nya dengan sedikit bingung.


"Ya mungkin hanya kebetulan..." Ucap ku, aku menoleh sebentar seraya kembali berjalan aku mengikuti Neftaza yang hampir tak terlihat di lorong itu.


__________


"Dari mana saja?" Ucap Neftaza yang mendekati Hasper dan Casper yang berjalan ke arah kami.


"Kami hanya berbicara tentang bunga mawar api hitam itu..." Balas Casper yang tersenyum ke arah Neftaza.


"Lalu, apa ada informasi penting?" Tanya ku, mendekat aku ke arah Hasper yang menatap ku dengan senyuman.


"Kami mendapat kan sesuatu... Apa kalian sudah sarapan?" Ucap Hasper, menatap kami berdua bergantian dengan lembut.


"Kami tidak akan telat untuk itu, bukan kah itu kebutuhan yang sangat wajib?" Jawab Neftaza dengan senang.


"Ya baik lah, kita harus menyiapkan kan sesuatu untuk mencari bunga itu..." Ucap Hasper yang berbicara dengan cukup serius, kami berempat berjalan kembali ke kamar.


Langkah kaki kami berjalan beriringan dengan senyuman cerah terdapat di kenangan yang sama, tatapan indah yang begitu menyenang kan membuat ku sedikit terhanyut tentang apa yang menjadi perbincangan kami saat ini. Canda gurau, sesekali Neftaza terdengar menggoda, ini akan menjadi kenangan yang indah di masa depan.


Aku berhenti melangkah, tatapan ku menatap mereka bertiga yang terus berjalan dengan suara tawa yang terlihat indah dan menyenangkan. Aku menginginkan hal ini terjadi setiap hari di masa depan.


"Seandainya kita berada di masa depan, bukan kah hal ini akan menjadi kebiasaan untuk kita?" Gumam ku pelan.


Ku tatap Neftaza yang menoleh ke arah ku.


"Apa yang Lo lakuin? Lo ngapain ngelamun di sana?" Ucap Neftaza, yang membuat Hasper dan Casper menoleh ke arah ku juga.


"Gak ada..." Jawab ku sembari berlari ke arah mereka.


Terlihat Hasper membuka pintu kamar nya, menoleh ia ke arah kami dengan senyuman. Kemudian ia melangkah masuk dengan Neftaza mengikuti nya begitu pun Casper yang menoleh ke arah ku dan menarik ku masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Ku tutup kembali pintu kamar itu, berjalan aku ke arah kursi kosong yang berada di samping Casper. Duduk aku menatap ke arah Neftaza yang duduk di atas tempat tidur dengan Hazel yang tiba-tiba keluar dari ruang dimensi Neftaza.


"Akhir nya aku bisa keluar..." Ucap Hazel yang terbang ke arah meja yang ada di tengah-tengah kami.


"Yah harap bersabar, dunia tak seindah bayangan mu Hazel..." Ucap Neftaza yang bercanda.


"Iyaa aku tahu..." Jawab Hazel lesu, ia hanya duduk dengan menundukkan kepala nya.


"Apa yang kalian dapat kan?" Ucap Hazel, ia menatap ke arah kami bergantian.


"Pangeran Deffin mengatakan jika keberadaan bunga itu pernah terlihat di sebuah lembah yang lumayan jauh dari istana, lembah itu berada di bagian barat benua Rivendell. Namun itu sudah bertahun-tahun yang lalu." Jelas Casper.


"Jadi maksud kalian belum tentu bunga itu berada di sana sekarang?" Tanya Hazel mengernyitkan dahi nya.


"Hemmm..." Casper mengangguk.


"Lalu, petunjuk kita hanya itu? Apa Gege percaya dengan pangeran elf itu?" Tanya Neftaza, berjalan ia ke arah kami seraya duduk ia di kursi yang ada di hadapan ku.


"Lo gak percaya? Bukan nya Lo kemarin..." Ucap ku terpotong.


"Kalian memang terlalu berisik..." Ucap Hazel kesal. Aku hanya tertawa lirih melihat ekspresi nya yang begitu lucu.


"Seperti nya mereka jujur kepada kita Nefta, tapi kita harus tetap waspada untuk hal itu." Jawab Hasper, dan di angguki oleh Casper.


"Untuk saat ini mereka memang terlihat tulus, tapi kita tak harus mempercayai itu dengan sepenuh hati. Kita harus berhati-hati..." Jelas Casper. Aku menyetujui perkataan nya.


__________


Kami bertiga terus mencari tahu tentang keberadaan bunga itu, sampai dimana aku menemukan buku ajaib itu.


"Kita menemukan buku itu kembali." Ucap Hazel tersenyum.


Aku mengangguk. Aku tak sengaja menemukan buku itu di perpustakaan tadi. Dan aku tak menyangka bagaimana bisa buku itu berada di sana.


Halaman demi halaman kami buka untuk mencari keberadaan bunga itu dengan teliti, namun belum mendapatkan petunjuk satu pun.

__ADS_1


"Sangat melelahkan..." Ucap Neftaza yang berbaring di atas tempat tidur dengan lesu.


"Abaikan saja dia..." Ucap ku saat menatap Hazel yang terlihat kesal menatap Neftaza.


"Yah... Gue mau tidur..." Ucap Neftaza yang memejam kan mata nya.


"Hazel... Mungkin kah bunga itu belum mekar? Mungkin kah buku ini tidak mengetahui keberadaan bunga itu?"


"Jika yang kau pikir kan benar Ella, maka keberadaan bunga itu memang sangat lah rahasia. Bukan kah buku ini mengetahui semua hal yang ada di benua Rivendell? Seperti yang kita lakukan sekarang, semua nya tertulis di buku ini." Jelas nya lagi, ia berpikir dengan serius.


"Bisa jadi..." Jawab ku mengangguk.


Aku membolak-balik halaman demi halaman, aku membaca nya dengan teliti, namun aku tak menemukan apapun.


"Ella berhenti..." Ucap Hazel tiba-tiba. Ia menyuruh ku membalik halaman yang sudah tertutup tadi. Saat ku buka halaman itu Hazel membaca sesuatu.


"Minggu ketiga musim dingin dimana semuanya akan terlihat." Ucap nya, aku mengikuti arah pandangan nya. Aku membaca nya, namun apa ini dari kalimat itu.


"Minggu ketiga? Ini masih Minggu kedua bukan?" Tanya ku memastikan, Hazel mengangguk.


"Jika kita tahu keberadaan bunga mawar api hitam itu di Minggu ketiga, bukan kah waktu kita terlalu cepat? Kita hanya memiliki waktu satu bulan di benua Rivendell Ella." Ucap Hazel mengkhawatirkan hal itu.


"Iyaa aku tahu... Bunga itu memang sangat berharga, bahkan mereka memberikan waktu sesingkat itu untuk kita. Bukan kah ini seperti akan menjadi penentuan untuk akhir bagaimana dunia kita di masa depan?"


"Huhhhh...." Kami berdua hanya bisa menghela nafas dengan kasar. Bagaimana bisa dewa memberikan misi yang begitu sulit. Aku tahu bagaimana mengerikan nya keberadaan bunga itu dan aku tahu bagaimana waktu berjalan dengan cepat.


"Tapi kita memiliki informasi penting lainnya, bunga itu benar-benar di bagian barat benua Rivendell. Setidaknya kita memiliki petunjuk kemana kita harus pergi." Ucap Hazel.


_


_


_


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2