TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 191


__ADS_3

Suara gemericik air berpadu merdu ketika suara kicauan burung datang bertubi-tubi di pagi hari. Aku terduduk seraya menatap ke arah mereka yang melakukan aktivitas nya masing-masing.


Air jernih yang merendam kedua kaki ku membuat diri ku kembali tersadar jika aku harus menikmati hal ini di masa depan dengan nyaman.


Suara tawa Neftaza yang bermain air dengan Hazel membuat hati ku membaik, air terjun yang kami temukan membuat kami semua merasakan kenyamanan yang begitu besar dan kuat.


Aku berbaring di atas bebatuan seraya ku pejamkan mata ku perlahan, suara yang terdengar memanggil ku membuat ku terlena.


"My lord..."


Apa aku begitu merindukan Zu, sampai aku bisa mendengar suara nya lagi? Aku membuka mata ku dengan perlahan saat suara Zu terus memanggil ku, aku menatap ke sekitar namun aku tak melihat Zu sama sekali.


"Apa aku hanya berhalusinasi?" Ucap ku saat ku tatap wajah ku di genangan air.


Sinar yang memantul di dalam air membuat ku merasa nyaman dan terlihat sangat akrab, suara Zu terdengar kembali membuat ku kembali kebingungan. Sinar merah yang berada di dalam air membuat tubuh ku bergerak mendekati nya.


"Tunggu, aku bisa bernafas di dalam air?" Aku terus berenang mencoba meraih setitik sinar cahaya merah tersebut.


Semakin aku mendekat semakin terang pula cahaya merah yang ku lihat itu. Sesampainya di dasar air aku melihat sebuah kotak persegi empat yang cukup besar berlumut dengan sebuah gembok yang terkunci dengan cahaya merah tadi masuk ke dalam kotak tersebut.


"My lord..."


Suara Zu kembali terdengar, aku sangat yakin jika suara itu berasal dari dalam kotak yang berlumut itu.


Aku mencoba membuka gembok kunci itu, namun aku tak bisa membuka nya. Pandangan ku mencari ke sekitar kotak itu, aku menemukan sebuah kayu tak jauh dari kotak itu. Aku meraihnya seraya mencoba memukul-mukul gembok itu, namun usaha ku percuma ketika ku ketahui jika gembok itu tidak berkarat sama sekali.


Sekali lagi aku menggunakan batu untuk memukul nya namun lagi-lagi itu tak berhasil.


"Jika ini benar kau Zu, bisakah kau beri aku petunjuk bagaimana membukanya?"


Aku berharap jika itu memang benar-benar Zu.


"Darah..."


Tanpa berpikir lama, ku gigit jari telunjuk kanan ku seraya ku arah kan darah ku ke arah gembok kunci itu. Dengan demikian gembok itu berhasil terbuka dengan cahaya merah tadi keluar menyebar dengan cepat.


"Terimakasih My Lord... Kau telah membebaskan ku dari kutukan..."

__ADS_1


"Zu?"


"Maafkan aku My lord, akan ku ceritakan setelah aku memulihkan kekuatan ku... Sekarang naiklah ke permukaan My lord, kalian harus segera pergi dari tempat ini."


"Baiklah... Apa Ryu juga mengalami hal yang sama seperti mu? Kami kehilangan Ryu..."


"Aku tidak tahu My lord, aku tak bisa mengetahui apapun di saat kekuatan ku tersegel di dalam kotak itu."


"Baiklah... Segera lah pulih Zu, kami benar-benar membutuh kan mu."


"Terimakasih My lord, berhati-hati lah..."


Aku kembali berenang untuk mencapai ke permukaan. Saat pandangan ku menatap ke sekitar aku melihat mereka semua terlihat panik dengan berdiri di atas bebatuan mencari keberadaan ku.


"Dari mana aja Lo? Gue kira Lo hanyut Ela..." Teriak Neftaza yang berdiri tepat di atas batu yang ada di hadapan ku.


"Entar gue ceritain..." Ungkap ku, seraya berjalan aku ke arah tepian.


"Kita harus segera kembali ke mansion." Ucap ku tergesa-gesa.


Mereka semua terdiam, raut wajah mereka terbaca dengan mudah. Mereka ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Butuh berjam-jam untuk sampai di mansion, kami harus mencari kuda untuk sampai di Padang rumput tempat waktu. Aku tidak bisa mengeluarkan kendaraan jika jalanan seperti ini.


"Tapi..." Ucap ku terhenti, seseorang memotong pembicaraan ku.


"Kami baik-baik saja." Ucap Casper tersenyum.


Aku tersenyum, kami semua kembali berjalan dengan penuh semangat.


__________



"Matahari akan terbenam bukan?" Ucap Hazel yang duduk di pundak kiri ku.


"Kenapa? Apa kau merasakan sesuatu?" Ucap ku, seraya ku tatap sinar matahari yang berubah warna menjadi orange.

__ADS_1


"Setelah melewati itu, kita sampai di mansion Ela..." Ucap nya, suara nya terdengar memiliki arti.


"Aku tahu..." Ucap ku tersenyum.


"Tapi apa kau tahu, musim dingin di mulai beberapa hari lagi... Kita harus mencari bunga mawar api hitam itu." Ucap nya berbisik, ia memelankan suara nya.


"Aku ingat itu, aku harus menemukan bunga itu bukan? Aku akan mencegah peperangan itu terjadi. Kita harus membunuh kaisar Bleferald menggunakan sihir dari bunga itu."


"Apa kau yakin sihir yang berada di bunga mawar api hitam itu bisa membuat kaisar menghilang?" Ucap nya, aku berhenti sejenak. Aku mencerna ucapan Hazel yang terdengar sedikit ragu.


"Entah lah... Tapi setidaknya kita masih punya harapan untuk menang." Jawab ku, aku kembali berjalan dengan tatapan ku menatap ke arah mansion yang terlihat di tengah-tengah Padang rumput.


"Akhirnya kita sampai di rumah." Ucap Neftaza yang berjalan melewati ku ke arah mansion itu.


Mereka semua berjalan dengan tersenyum ke arah mansion itu, aku bisa melihat bagaimana mereka bahagia hanya karena kembali ke mansion.


"Ela, ayo..." Panggil putri Gazelle, ia menoleh ke arah ku dengan senyuman.


"Baiklah..."


"Setidaknya aku harus mendapatkan senyuman itu bukan? Lagi pula aku harus kembali ke dunia ku Hazel..." Ucap ku, seraya berjalan aku mengikuti mereka semua.


"Kau akan kembali? Neftaza?" Ucap nya membuat ku kembali berhenti. Aku sedikit termenung dengan apa yang ia tanyakan itu.


"Hemmm... Ada apa dengan mu Hazel? Apa kau akan merindukan kami?" Aku berusaha menggoda nya.


"Tidak... Aku tak akan merindukan kalian berdua terutama Neftaza, ia hanya membuat ku sangat kesal setiap hari." Ucap nya, terbang ia meninggalkan ku sendirian.


"Aku tak menginginkan itu, tapi bagaimana pun ini bukan dunia kami berdua Hazel." Ucap ku pelan.


Aku hanya bisa menatap dari kejauhan bagaimana pandangan yang ku tatap sekarang, aku hanya bisa menangis memikirkan apa yang akan terjadi selanjut nya. Misi kami berdua hanya lah mencegah peperangan besar terjadi, kami hanya bisa membantu kehidupan kalian bukan untuk tetap tinggal di dunia kalian.


Kami tidak bisa memutuskan untuk tetap tinggal jika keluarga kami sedang menunggu kami di dunia lain. Maafkan aku jika suatu saat nanti aku akan menjadi sebuah kenangan bagi kalian.


_


_

__ADS_1


_


❤️❤️❤️


__ADS_2