
"Apa yang harus kita lakukan?" Bisik ku kepada Casper. Ia hanya menyuruh ku untuk terdiam.
Namun tiba-tiba mereka semua menghindar dari kami semua ketika mendengar suara seorang laki-laki yang menyuruh mereka untuk menghindar.
Aku melepaskan genggaman tangan ku dari lengan Casper, seraya ku tatap laki-laki itu yang mendekati kami dengan tatapan tersenyum.
"Maafkan mereka tuan..." Ucap nya tersenyum.
Ada yang aneh...
"Siapa kau?" Ucap Felis mengangkat pedang nya ke arah laki-laki itu.
"Aku adalah kepala desa di desa ini tuan..." Ucap nya kembali tersenyum.
"My lord, mereka berbahaya... Segera lah pergi dari sana..."
"Apa yang kau maksud kan Zu?"
"Selain kepala desa, semuanya tidak bisa berbicara... Lidah mereka terpotong..."
"Terpotong?"
"Itu sebuah tradisi... Siapapun yang akan menetap di desa itu maka lidah mereka terpotong tanpa di ketahui penyebab nya, bahkan mereka tak akan bisa keluar dari desa itu..."
"Tapi, kedua penjaga itu bisa berbicara?"
"Jika mereka tidak bisa berbicara bagaimana menarik orang lain untuk masuk ke dalam desa itu my lord?"
"Kau benar..."
Aku berjalan perlahan mendekat ke arah Felis, aku membisikkan untuk segera pergi dari tempat ini. Aku menatap mereka bertiga bergantian,aku memberikan isyarat untuk berhati-hati.
"Kami hanya ingin lewat..." Ucap Felis tegas.
"Apa kalian tidak ingin singgah dulu di desa kami tuan?" Ucap laki-laki itu yang ku pastikan adalah kepala desa.
"Kami sangat terburu-buru tuan, kami akan singgah jika ada waktu..." Ucap Casper mendekati Felis.
"Baiklah tuan..." Ucap kepala desa itu seraya meminggir kan tubuh nya dari hadapan kami.
Ini sangat aneh, apa mereka menjebak kami?
"Berhati-hatilah..." Ucap kepala desa itu tersenyum.
Kami berjalan dengan cepat namun tetap dalam keadaan tenang, dengan sesekali pandangan kami melihat mereka yang menatap kami penuh dengan tatapan seekor predator.
"Apa mereka kanibal?" Bisik ku kepada mereka berempat.
"Pelan kan suara mu Ela..." Ucap Casper yang mengejutkan ku.
Aku kembali panik ketika tanpa sengaja pandangan mata ku menatap ke belakang melihat beberapa orang berjalan mengikuti kami. Aku berusaha untuk tenang karena keluar dari desa ini masih cukup jauh, jika kami lari itu sangat tak mungkin karena sepanjang jalan aku bisa melihat orang-orang berdiri di depan rumah mereka.
__ADS_1
"Apa yang harus kita lakukan?" Ucap Gazelle khawatir.
"Apa kita harus lari?" Ucap Cristaldy yang mulai merasakan kekhawatiran.
"Kita hanya perlu cepat..." Ucap Casper memegang tangan ku dengan erat.
"Hitungan ketiga, kita harus lari..." Ucap Felis yang memegang tangan Gazelle dengan cepat.
Felis memberikan isyarat dengan tangan kanan nya.
"Tiga..." Teriaknya.
Kami berlima berlari dengan cepat agar segera keluar dari desa ini, sesekali aku melihat mereka yang mengejar kami dengan berlari cukup kencang, tatapan mereka semakin menyeramkan dengan mata nya yang berubah menjadi merah darah.
Orang-orang yang berada di depan kami hanya terdiam menatap kami dengan raut ekspresi yang seperti ingin mendekap.
Namun beberapa detik kemudian, mereka berjalan menghalau kami. Dengan segera Casper, Felis dan Cristaldy mengeluarkan pedang nya untuk membunuh mereka.
Srang...
Darah menciprat kemana-mana. Aku tak bisa fokus dengan keadaan karena mereka membuat ku sangat pusing, namun pandangan mata ku tanpa sengaja melihat seseorang yang ku kenal sedang terikat di salah satu rumah yang berada di ujung dekat gerbang keluar.
Apa aku tidak salah lihat?
Saat ku arah kan pandangan mata ku ke sisi rumah lain nya aku bisa melihat beberapa laki-laki tergeletak di tanah dengan darah memenuhi pakaian nya.
Salah seorang yang menjaga rumah itu menatap ku dengan tatapan menyeramkan, ia berjalan ke arah ku dengan sebuah pedang yang sedikit berkarat di tangan kanan nya.
"Ahhh...."
Dengan cepat, aku mengeluarkan pistol ku dan menembak mereka yang mulai menyerang ku, namun sepertinya mereka sangat kebal.
Aku benar-benar menembakkan peluru ke tubuh mereka, namun mereka hanya semakin marah seperti tak merasakan kesakitan.
"Sekali lagi..." Aku memfokus kan peluru ku untuk menembak nya tepat di jantung nya...
"Apa-apaan ini?"
Aku sama sekali tak berhasil, mereka tidak mati. Apa mereka bukan manusia? Apa mereka memang zombie? Astaga...
"Ela, tembak mata nya..." Teriak Gazelle yang berada di samping kanan ku.
Aku langsung mengikuti perintah Gazelle, dia benar ketika aku meluncurkan peluru ku mengenai mata nya mereka semua seperti panik, lalu tiba-tiba kehilangan kesadaran.
"Apa mereka mati?" Ucap ku bertanya kepada Gazelle tanpa mengalihkan pandangan mata ku dari orang-orang itu.
"Tidak... Mereka hanya pingsan..." Ucap Gazelle yang membuat ku tak mengerti.
"Apa maksud mu?"
"Mereka hanya tertidur seperti sedang meregenerasi mata nya untuk segera pulih..." Ucap nya membuat ku semakin terkejut. Bukan hanya itu, bekas tembakan yang ku lakukan saja menghilang dengan keluar nya peluru dari tubuh mereka.
__ADS_1
Ini tidak lah normal...
"Apa yang harus kita lakukan?" Ucap Casper yang masih menyerang mereka tanpa henti.
"Aku sama sekali tak bisa berpikir..." Ucap ku panik.
"Awww...." Teriak Cristaldy yang terlihat mengeluarkan darah di lengan kanan nya, ia tergores cakaran orang-orang yang semakin banyak mendekati kami.
"Kita tidak akan mati di sini bukan?" Ucap ku berteriak kepada mereka.
"Rianda... Bangun... Woi.... Ini bukan waktunya untuk pingsan....." Pandangan mata ku menatap Neftaza yang terikat di sana.
"Apa yang kau ucap kan Ela?" Ucap Casper tak mengerti.
"Lihat lah rumah itu Gege..." Ucap ku menunjuk rumah yang terdapat Neftaza dan Esmeralda sedang terikat dengan posisi berdiri.
"Sialan..." Ucap Casper dan yang lain, mereka semakin membabi buta menyerang mereka tanpa henti.
"Hazel, Lo dimana?" Aku gelisah menatap mereka yang tak ada habis nya, bahkan mereka tidak ada yang mati satu pun.
"Ini lebih parah dari zombie..." Apa yang harus aku lakukan?
"Zu, apa yang harus aku lakukan?"
"My lord, tenang lah... Mereka akan pingsan sementara jika mereka mendengar suara seorang bayi menangis..."
"Apa kau bercanda?"
"Tidak my lord..."
"Baiklah, aku akan mencobanya..."
Dengan cepat aku mengeluarkan handphone ku dan membuka musik bayi menangis, tiba-tiba orang-orang itu memberikan reaksi seperti seseorang yang tak ingin mendengar suara menangis.
Mereka terlihat menutup telinga nya berusaha untuk tak mendengar suara bayi menangis.
"Apa-apaan ini?" Ucap Cristaldy bingung.
"Jangan hiraukan itu, cepat selamat kan mereka..." Teriak ku menghampiri Neftaza dan Gazelle yang masih pingsan dari tidur nya.
Dengan segera aku melepaskan ikatan itu yang terikat cukup kuat, memberikan bekas kemerahan di tangan mereka.
_
_
_
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
❤❤❤
__ADS_1