TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 43


__ADS_3

Ku lihat jam tanganku menunjukkan pukul dua siang. Sangat panas. Kembali ku arahkan pandangan mataku ke lautan luas, alam kekuasaan naga itu hilang tanpa jejak, seperti mimpi yang tak kunjung dapat dimengerti.


Ku gerakkan tubuh ku beranjak berdiri dari bawah pohon rindang.


"Kau tahu, kita akan bermalam di sini. Anggap saja kita akan piknik." Ungkapku seraya mendekati putri Gazelle yang sedang duduk bersender di bawah pohon.


"Aku sudah terbiasa, bukankah empat hari ini kita berada di hutan? bedanya kali ini aku bisa sedikit lega." Ungkapnya tersenyum.


Aku duduk di dekatnya seraya melihat ke arah pantai, tampak para pangeran dan Neftaza serta putri Esmeralda sedang memasang tenda. Mereka sudah berhasil memasang tujuh tenda.


"Sisanya kalian ok..!" Teriak Neftaza seraya berjalan ke arah kami di ikuti Esmeralda.


"Lo santai-santai di sini ya El, dan Lo juga Zel. Huh..." Ungkap nya kesal seraya duduk di dahan pohon tak jauh dari kami.


"Lo yang mau nginep di sini, jadi Lo yang harus banyak bekerja." Ungkapku bercanda ke arahnya. Ia hanya mendengus kesal.


"Kapan kita menjelajahi hutan?" Ungkapnya antusias.


"Entar.. Tunggu para pangeran siap masang tendanya. Nanti kita pergi per team ok."


"Ok lah,,, " Ungkapnya senang.


Duduk aku aku melihat ke arah para pangeran yang hampir selesai memasang tenda, seraya menusuk-nusuk tanah yang ada di depanku dengan ranting kayu yang ku dapatkan dari samping tempat ku duduk. Aku memang sudah terbiasa harus memegang sesuatu.


"Ok, selesai.." Ucap pangeran Casper sembari menepuk-nepuk tangannya.


"Aku sudah menyiapkan minuman dingin untuk kalian." Ungkap Neftaza seraya beranjak berdiri memberikan minuman dingin untuk mereka.


Aku bisa melihat bahwa mereka senang meminum minuman dingin di hari yang panas ini. Mereka kembali duduk di dekat kami untuk berteduh.


"Selama di sini, aku selalu melakukan segala hal yang belum pernah aku lakukan." Ungkap pangeran Darren seraya manatap ke arah kami.


"Kau benar pangeran, jika di istana semua sudah tersedia bahkan jika kami piknik para kesatria lah yang melakukan semuanya." Tukas pangeran Cristaldy menjawab.


"Itu namanya karma, hahaha..." Ungkap Neftaza sembari tertawa. Aku jadi ikutan tertawa karena menurut ku itu memang benar apa adanya.


"Karena kalian sudah berada di sini, maka nikmatilah bekerja sendiri tanpa kesatria." Ungkapku.


"Yuhu,,, benar yang di katakan Angela, nikmatilah kesusahan kalian para pangeran dan putri yang terhormat." Ucap Neftaza sembari tersenyum menang.


"Kalian tahu, setahun yang lalu kehidupan kami sangatlah datar. Tapi semenjak Ela dan Nefta berubah, kami pun mengalami hal-hal yang kalian alami sekarang." Ungkap pangeran Casper mengingat.

__ADS_1


"Benar yang di katakan Casper, merekalah yang membuat suasana di istana menjadi sangat menyenangkan." Tukas pangeran Hasper menimpali perkataan pangeran Casper seraya melihat kami berdua.


"Bukankah kalian sangat beruntung bisa bertemu dengan mereka berdua?" Ucap pangeran Casper lagi.


"Kita tidak akan sebaik ini jika bukan mereka berdua yang meminta." Ungkap pangeran Hasper sedikit angkuh.


"Ah,, Gege.." Ungkap Neftaza haru di tempat ia duduk.


"Kalian memang beruntung mempunyai adik seperti putri Angela dan putri Neftaza." Ungkap mereka bersamaan.


Aku dan Neftaza hanya tersenyum menjawab pernyataan mereka. Kami duduk beristirahat karena cuaca yang sangat panas membuat tubuh kami berkeringat banyak.


"Ok lah,,, sekarang saatnya kita pergi mencari makanan..." Ungkap Neftaza seraya berdiri.


"Kita akan berpencar.." Ungkapku beranjak berdiri.


"Siapa dari kalian yang bisa berenang?" Ucap Neftaza sembari mengangkat jari telunjuknya.


Mereka semua tidak ada yang menjawab.


"Kami belum pernah berenang sama sekali." Ungkap putri Esmeralda sedikit khawatir.


"Hahaha... kalian memang penuh dengan kejutan."


"Hemm,,, kita semua berburu di darat aja deh." Ungkapku menyerah.


"Ok, Gege Casper, pangeran Felis, pangeran Darren dan putri Esmeralda pergi denganku ke arah selatan." Ungkap Neftaza seraya mengajak mereka untuk mengikuti nya.


"Ingat, jangan pulang jika tidak mendapatkan sesuatu ok." Teriakku ke arah mereka yang beranjak berjalan meninggalkan kami.


"Yuhu..." Teriak Neftaza semangat.


Kami berlima pergi ke arah sisi Utara hutan. Kami mulai berjalan masuk ke dalam hutan yang penuh dengan pohon-pohon hijau. Setelah perjalanan kami sekitar tiga puluh menit kami melihat banyak sekali pohon kelapa.


"Pohon itu terlalu tinggi." Ungkapku seraya memperhatikan sekeliling.


"Kita akan melewati nya." Ungkap pangeran Hasper.


Kami kembali berjalan menelusuri hutan. Terdengar suara gemericik air tak jauh dari kami. Mungkin itu suara air sungai.


"Tunggu..." Ungkap putri Gazelle.

__ADS_1


Kami menoleh ke arahnya, tampak ia beranjak berjalan ke arah kanan jalan yang kami lewati.


"Bukankah ini buah nanas?" Ungkapnya menunjuk buah yang ia temukan.


Kami menghampiri nya dan melihat buah itu.


"Benar, itu buah nanas.." Ungkap pangeran Airen.


Aku mengeluarkan pisau sembari memberikan nya kepada pangeran Airen.


Ia mengambil buah nanas itu.


Kami melihat sekeliling lagi dan pangeran Cristaldy menemukan dua buah nanas tak jauh dari nanas pertama yang kami temukan tadi.


"Wah,,, ternyata di sini nanas tumbuh dengan baik." Ungkap Airen karena kami mendapat kan tiga nanas sekaligus.


"Lebih baik kita cepat mencari makanan sebelum malam." Ungkap pangeran Hasper.


Kami kembali berjalan menelusuri hutan, sudah satu jam perjalanan kami tapi belum menemukan buah yang lain.


Ku arahkan pandangan mataku ke pohon berduri. Bukankah itu salak? Aku menghampirinya dan memeriksa apakah benar itu buah salak.


"Ah,, Gege... Aku mendapatkan buah salak." Ungkapku kepada mereka seraya memotong satu tangkai salak yang berisi lima salak.


"Buah apa itu? Aku baru pertama kali melihatnya." Ungkap putri Gazelle setelah memegang buah salak.


"Kulitnya seperti kulit hewan trenggiling." Tukas pangeran Cristaldy.


"Ini namanya buah salak, cobalah..." Ungkapku seraya memberi contoh bagaimana cara membukanya. Mereka mencicipi nya dengan antusias.


"Manis, aku menyukainya." Ungkap pangeran Airen dan mendapat anggukan dari yang lain.


"Ambillah buah salak yang lain untuk kita bagikan ke mereka." Ungkap putri Gazelle ke arah para pangeran.


Mereka mengambil sekitar tiga buah tangkai yang masing-masing berisi lima sampai tujuh buah.


Kami pergi untuk kembali ke pantai melalui jalan yang berbeda, kami menemukan sekumpulan telur ayam liar di bawah pohon kelapa dengan banyak sarang. Pasti di sekitar tempat ini ada ayam, namun akan sulit menangkapnya, sehingga kami hanya mengambil sepuluh telur untuk kami makan.


Kami kembali melanjutkan perjalanan dan kami sudah sampai di bibir pantai, namun team kami yang pertama sampai. Team Neftaza belum kembali, mungkin mereka berjalan terlalu jauh.


Matahari mulai terbenam di barat tapi mereka belum kembali. Apa mereka mengalami kesulitan? Entahlah... Mungkin aku yang terlalu banyak berpikir.

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤️❤️❤️


__ADS_2