
Duduk aku seraya menatap lautan biru, tampak sebuah pulau besar tak cukup jauh dari kapal ku berlayar. Aku menikmati semilir angin yang menyentuh kulitku, sinar matahari terlihat sangat terik di balik payung yang melindungi tubuhku.
"Huh... aku merindukan mereka.."
Pikiranku tertuju dengan keadaan ayah dan kesatria ku, apakah mereka makan dengan baik? Mereka pasti sangat mencemaskan kami.
Berbalik aku menatap Airen yang sedang duduk tak jauh dari tempatku merasakan angin. Tampak juga pangeran Cristaldy berada di dekatnya dengan membawa segelas minuman.
Kembali ku alihkan pandangan mataku ke samping kiri, terlihat pangeran Casper berjalan ke arah ku dengan membawa dua gelas di kedua tangan nya.
"Kau selalu sendirian Ela.." Ucapnya sembari memberikan ku satu gelas minuman dari tangan kanan nya.
"Terimakasih Gege.." Ungkapku seraya meminumnya.
"Aku hanya menikmati laut yang sangat menenangkan itu Gege... Bukankah sayang jika kita tidak menikmati nya saat kita akan pergi ke daratan?"
"Haha,,, kau benar Ela..." Ungkapnya duduk di kursi sebelahku.
"Aku tak melihat Neftaza dan Gege Hasper?!" Ungkapku mencari-cari mereka.
"Ah, mereka sedang mendiskusikan sesuatu di ruang santai..." Ungkap nya seraya melihat ke depan.
"Apa Neftaza sudah menyiapkan perahu untuk kita turun?"
"Akan sangat berbahaya jika ada orang yang melihat kapal yang kita tumpangi berhenti di dekat pantai." Ungkapku cemas.
"Sepertinya sudah,,, mungkin sekarang mereka sedang menyiapkan nya..."
Kami berdua beranjak berdiri masuk untuk menemui mereka di ruang santai.
"Kalian lagi ngomongin apa?" Ucapku sesampainya di dekat mereka.
"Ah, masalah perahu..." Ungkap Neftaza menoleh ke arahku.
"Kita akan menggunakan perahu masing-masing untuk pergi ke tepi pantai.." Tukas pangeran Hasper menatap ke arahku.
Aku dan pangeran Casper duduk di sofa menghadap mereka.
"Jika kita berhenti di pulau itu, akan butuh waktu berapa lama untuk sampai di kerajaan Rosewaltz Gege?" Ungkapku menatap ke arah mereka.
"Hemm,,, jika Gege tak salah ingat, kita akan berhenti di wilayah barat kerajaan Switzerland, kerajaan pangeran Felis.."
"Jika seperti itu, kita akan berpisah dengan mereka di tepi pantai itu kan?"
"Ya, kau benar... Kita akan berpisah dengan mereka di sana..."
"Hemm,,, Kira-kira kita akan mencapai wilayah kerajaan Rosewaltz selama kurang lebih enam jam perjalanan dengan menggunakan kuda.." Ungkap pangeran Hasper lagi.
"What,, enam jam?
Bakal encok pinggang ku..." Keluh Neftaza.
"Tapi kalau kita kembali naik ke kapal ini menuju wilayah kerajaan kita, itu pasti lebih baik..." Ungkap pangeran Casper...
__ADS_1
"Jadi, kita hanya perlu menurunkan mereka di tepi pantai itu dan kita akan tetap berlayar menggunakan kapal ini Gege?"
"Ya, kau benar,,, kita hanya perlu mengikuti lautan ke arah selatan pulau itu..." Ungkap pangeran Casper mengiyakan.
"Ok lah jika seperti itu... Aku akan mengeluarkan Speed boat untuk mereka tumpangi menuju tepi pantai..." Ungkap Neftaza seraya beranjak berdiri menghampiri mereka.
Kami bertiga mengikutinya dari belakang.
"Hallo guys..." Ungkapnya, mereka menoleh dengan cepatnya seraya menghampiri kami.
"Kalian akan berhenti di tepi pulau itu, itu adalah wilayah kerajaan Switzerland bukan?" Ungkapnya seraya melihat ke arah tepi pantai.
"Kau benar putri, itu adalah wilayah kerajaan Switzerland." Ungkap putri Gazelle.
"Kita akan berpisah di sini, kami sudah menyiapkan Speed boat untuk kalian tumpangi menuju tepi pantai.." Ungkap Neftaza seraya mengeluarkan sebuah speed boat.
"Secepat ini putri?" Ucap putri Esmeralda sedih.
"Ya, kita harus bergerak cepat.." Ungkapku menatap nya.
"Baiklah, kami akan segera turun.." Tukas pangeran Airen menatapku.
"Semoga kita akan cepat bertemu kembali." Ungkap putri Gazelle berjalan ke arah Speed boat.
Tampak raut wajah mereka sangat sedih karena kita semua harus berpisah sekarang. Mereka kembali menggunakan pakaian pangeran dan putri khas kerajaan mereka masing-masing.
"Hati-hati..." Ungkap Neftaza seraya melambaikan tangan ke arah mereka.
Mereka semua tersenyum ke arah kami, tampak pangeran Airen memandangku dengan tatapan sendu, apakah ia merasa jika aku masih marah dengannya? Jika ku ingat kembali, setelah perbincangan kami di tepi pantai waktu itu, kami tidak sempat untuk berbicara lagi. Ah mungkin lah.
Tampak pangeran Hasper dan pangeran Casper kembali masuk ke dalam, aku menghampiri Neftaza yang masih berdiri di tempatnya tadi.
"Lo kenapa?" Ungkapku bertanya kepadanya.
"Gue gak bakal lihat pangeran-pangeran tampan itu lagi..." Ungkapnya terlihat sedih.
"Dasar,,, kirain apaan..." Ungkapku kesal.
"Huhhh..." Ia menghela nafas kasar.
"Ayok lah masuk..." Ungkapku berbalik pergi.
-------------
Tiga jam kemudian....
Kami merasakan kebosanan yang sudah mencapai 1000%. Lagi-lagi aku duduk di tempat yang sama melihat pemandangan laut yang cukup luas.
Tiga jam lagi kami akan sampai ke wilayah kerajaan Rosewaltz, namun kami harus berhenti di tepi pantai desa yang cukup jauh dari istana.
Zaman seperti ini memang menyusahkan.
"Bukankah gue sama Neftaza punya naga? Kenapa gak kepikiran dari tadi sih..."
__ADS_1
"Zu.."
"*Apa kau ingin menunggangi ku ke kerajaan Rosewaltz my lord?"
"Kau memang yang terbaik... Apakah kau bisa berkomunikasi dengan Ryu?"
"Tidak my lord*."
"Nefta,,, Lo dimana?" Teriakku mencari nya.
"Apaan sih, gue dari tadi di sini..." Ungkapnya.
Aku menoleh ke arahnya, tampak ia sedang duduk seraya membaca majalah dengan kacamata hitam melekat di atas kepalanya. Sungguh ia seperti sedang liburan.
"Gue mau terbang, biar cepet sampai..." Ungkapku seraya berjalan ke arahnya.
"What?" Ungkap nya terkejut seraya melempar majalah ke sembarang arah.
"Gua mau nunggangi Zu loh, makanya gue nyariin elu..." Ungkapku kesal.
"Lo,,, gimana kalau pangeran tau tentang keberadaan mereka?" Ungkapnya menarik ku duduk.
"Ya, kita beri tau mereka sekarang lah... Mungkin ini memang udah waktunya..." Ungkapku meyakinkannya.
"Lo bener juga sih... Tunggu, gue mau ngomong sama Ryu dulu." Ungkapnya terdiam.
Aku menunggu mereka untuk berkomunikasi.
"Ok, gue udah ngomong sama Ryu, sekarang kita harus cari pangeran..." Ungkapnya beranjak berdiri seraya menarik tangan ku lagi.
Nj*r, nih anak suka banget narik-narik tangan orang.
"Gege... Gege..." Teriaknya dengan suara keras.
"Ada apa? Suaramu terlalu keras Nefta..." Teriak pangeran Casper menjawab. Ia sedang duduk di sofa dengan membaca sebuah buku ilmiah. Ia menoleh ke arah kami.
"Hehe... maaf" Ungkap Neftaza seraya melepaskan tanganku.
"Dimana Gege Hasper?" Ungkapnya celingak celinguk mencari keberadaan pangeran Hasper.
"Ohh,,, Gege lagi di kamar." Ungkap pangeran Casper.
Ketika kami akan berjalan ke arah kamar, tampak pangeran Hasper berjalan ke arah kami dengan elegan nya.
"Suara kalian terdengar sampai kamar..." Ungkapnya ketus seraya berjalan ke arah kami.
"Ada apa?"
Neftaza melihat ke arahku, ia mengedipkan matanya untuk mengikuti instruksi nya. Ia berjalan ke arah pangeran Casper yang sedang sibuk membaca, ia menarik tangan pangeran Casper untuk pergi mengikuti nya.
Aku mengerti, kemudian aku juga menarik tangan pangeran Hasper yang sedikit memberontak meminta untuk di lepaskan.
"Ikuti saja aku Gege..."Ungkapku menatapnya serius.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komen yah...
❤❤❤