
Sesampainya di depan lukisan itu, aku menatap sekeliling untuk memastikan tidak ada siapapun yang melihat kami berdua.
"Apa yang kau pikirkan tentang lukisan itu?" Ucap Casper yang masih menatap lukisan itu dengan penuh tanda tanya di pertanyaan nya.
"Entahlah... Lukisan itu sangat mirip dengan lukisan yang ada di mansion keluarga ku di kehidupan modern ku Gege... Bukan kah ini tak masuk akal?" Ungkap ku menatap nya lekat.
"Maksud ku, di kehidupan modern ku dengan kehidupan di sini memiliki jangka waktu yang berbeda jauh, dan kenapa orang di kehidupan ini bisa memikirkan lukisan seperti itu? Bahkan oleh orang seperti ku?" Ungkap ku lagi.
"Mungkin kah ada seseorang yang melakukan perjalanan waktu seperti kalian?" Ungkap nya yakin.
"Bisa jadi..." Ungkap ku mengangguk.
"Aku akan video call dengan Neftaza..."
Aku mengambil handphone ku dan langsung memanggil Neftaza dengan cepat. Tak lama kemudian, tampak lah wajahnya di layar handphone ku dengan di belakangnya tampak Gazelle dan Esmeralda sedang menatap ke arah ku.
"Ada apa?" Ucap nya datar.
"Lihat ini..." Ungkap ku seraya mengarah kan camera belakang ke arah lukisan itu.
"What, apa-apaan? Kalau gak salah gue inget bukan nya itu lukisan Abang Lo gak sih?" Ungkap nya terkejut.
"Benarkan? Gue tadi mikirnya juga gitu... Tapi belum pasti juga, karena kita belum tau apa yang sebenarnya terjadi kan?" Ungkap ku seraya mengalihkan kembali ke camera depan.
"Kita harus cari tahu kebenaran nya... Lebih baik kalian cepat pulang..." Ungkap nya seraya memakan sebuah apel.
"Dimana Hazel?" Ungkap nya lagi.
"Hazel?" Ucap ku seraya menatap ke arah Casper yang terdiam menatap ku.
"Gege... Dimana Hazel?" Tanya ku lagi.
Casper terlihat kebingungan, sepertinya kami melupakan keberadaan Hazel sejak tadi.
"Gege tak melihatnya sejak tadi..." Ungkap nya membuat Neftaza berteriak terkejut.
"Apa maksud kalian? Jangan bilang Hazel hilang?" Teriaknya kencang, ia terlihat cukup panik.
__ADS_1
"Gak usah teriak-teriak kali... Paling Hazel lagi buat sesuatu... Bye..." Ungkap ku langsung mematikan panggilan.
"Kita harus mencari keberadaan Hazel dengan cepat Gege..." Ungkap ku seraya menatap keadaan sekitar, begitupun Casper.
"Terakhir kita melihat Hazel adalah saat penyerangan tadi bukan? Lalu kemana setelah semuanya terjadi? Apakah ia tertangkap?" Ungkap ku cemas.
"Tak mungkin... Hazel adalah peri yang cerdik. Percayalah Hazel pasti baik-baik saja." Ungkap Casper seraya menatap ke sekeliling lorong.
Aku hanya mengangguk, mengikuti langkah kaki nya yang semakin cepat. Kami berdua tak ingin memberi tahu Hasper dan Felis tentang hilangnya Hazel, karena kami berdua tidak ingin membuat keributan di daerah kekuasan Fegis.
"My lord, lihat lah ruangan di sebelah kanan. Kau akan menemukan Hazel."
"Apa dia baik-baik saja?"
"Tenang lah my lord, dia baik-baik saja."
Aku berhenti, seraya ku arah kan tangan kanan ku membuka sebuah pintu yang berada di hadapan ku. Aku membukanya secara perlahan, dengan Casper yang masih sibuk mencari kesana kemari.
"Gege... Kemarilah..." Ucap ku menghentikan langkah nya. Tampak ia berbalik seraya berjalan ke arah ku.
"Apakah Hazel ada di ruangan ini?" Ungkap nya penuh tanya. Aku mengangguk.
Kami berdua masuk tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, kembali ku tutup pintu dengan perlahan. Seraya ku arah kan pandangan mata ku ke sekeliling ruangan, tampak lah beberapa lukisan yang membuat ku semakin merasa tidak asing dengan lukisan tersebut.
"Aku benar-benar mengingat jika ini adalah lukisannya, namun apa yang sebenarnya terjadi?" Ungkap ku menyentuh beberapa lukisan yang sempat terjadi kenang-kenangan antara aku dan kakak ku.
"Tenang lah Ela, kita akan mencaritahu kebenarannya... Lebih baik kita mencari Hazel terlebih dahulu..." Ungkap Casper seraya menatap ke sekitar ruangan.
Ku langkah kan kaki ku berjalan ke arah sebuah lukisan bunga yang berada di sudut ruangan, aku menatap sebuah benda kecil yang sangat familiar. Itu adalah sebuah peri yang sedang tertidur dengan pulas nya.
"Astaga... Kau tidur di sini Hazel? Apakah kau tak memikirkan kami yang khawatir karena kehilangan dirimu?" Ungkap ku sedikit berlebihan, seraya ku gerakkan tubuh Hazel yang lemah gemulai itu.
"Hoahhhhhh.... Kau sangat berisik Ela, kau mengganggu tidur ku..." Ungkap nya malas, beranjak berdiri ia dari tempat nya.
"Dasar peri pemalas..." Ungkap ku kesal.
Tampak ia terbang ke arah Casper dan masuk ke dalam saku baju nya.
"Lebih baik kita cepat kembali..." Ungkap Casper seraya berjalan ke arah keluar.
__ADS_1
Aku berjalan mengikuti nya dengan pandangan mata ku masih tertuju kepada beberapa lukisan yang terpampang indah di ruangan ini, aku benar-benar merindukan keluarga ku di kehidupan modern ku.
Jika benar salah satu dari mereka berada di sini, bukan kah itu sangat menyenangkan? Jika benar, ku harap mereka baik-baik saja.
Lalu, jika itu benar kau kak... Ku harap kita bisa bertemu lebih cepat.
___________
Ku rasakan tangan Casper yang menggenggam tangan ku dengan erat, aku menatap nya dari samping belakang. Ia berjalan dengan tergesa-gesa.
"Perhatikan cadar mu Ela..." Ucap nya menatap lurus ke depan.
Aku mengangguk, kembali ku arahkan pandangan mata ku lurus ke depan menatap para pengunjung yang berjalan berdampingan menuruni anak tangga menuju ke pintu luar penginapan.
Sedangkan kami berdua menaiki tangga menuju ke kamar penginapan dengan perlahan.
"Tunduk kan kepala mu..." Ucap Casper yang berhenti menoleh menatap ku dengan waspada.
Lagi-lagi aku mengangguk.
Sepanjang perjalanan kembali ke penginapan, Casper hanya menyuruh ku untuk menunduk padahal aku sudah memakai riasan plus cadar, tapi ia begitu tak mau melihat ku di lirik oleh laki-laki hidung belang. Namun tak apa, aku masih tetap sayang padanya hehe...
"Akhirnya..." Ucap ku mengangkat kepala ku menatap ke arah pintu kamar yang sudah tak asing lagi bagi ku.
Pandangan mata ku menatap tangan Casper yang mengetuk pintu beberapa kali, tak beberapa saat kemudian tampak lah pangeran Darren membuka pintu dengan cepat.
Ku langkah kan kaki ku masuk dengan Casper berjalan di belakang ku, ku arah kan pandangan mata ku menatap ke seluruh ruangan. Tampak lah raut wajah mereka yang tersenyum puas karena ternyata kabar kerjasama itu telah sampai kepada mereka.
Aku berjalan ke arah tempat tidur seraya membuka cadar ku dan menghapus riasan yang sangat membuat ku risih.
"Dimana Hazel?" Ungkap Neftaza cepat.
"Tuh di saku Casper..." Ungkap ku seraya menunjukkan ke arah Casper.
"Hazel..." Panggil Neftaza tergesa-gesa.
_
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️